FAMILY & LIFESTYLE

Kuku Rapuh dan Berubah Warna? Kenali Ciri-Ciri Kuku Tidak Sehat


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Moms mungkin pernah melihat kuku tampak lebih pucat dari biasanya, mudah patah, atau memiliki cekungan di bagian tengah. Perubahan seperti ini tidak selalu menandakan penyakit serius. Namun, jika muncul tanpa penyebab yang jelas, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain, kondisi kuku rapuh dan berubah warna sebaiknya tidak diabaikan.

Lantas, apa saja ciri-ciri kuku tidak sehat, dan kapan perubahan tersebut perlu diperiksakan ke dokter?

Apa ciri-ciri kuku sehat vs kuku tidak sehat?

Kuku yang sehat umumnya memiliki permukaan relatif halus, tidak mudah patah, serta berwarna merah muda dengan bagian ujung berwarna putih. Kuku juga melekat dengan baik pada kulit di bawahnya dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Meski begitu, kondisi kuku setiap orang bisa berbeda. Usia, faktor keturunan, aktivitas sehari-hari, penggunaan produk perawatan kuku, hingga kondisi kesehatan dapat memengaruhi tampilannya. Sebaliknya, kuku yang mengalami perubahan warna, bentuk, ketebalan, atau tekstur secara tiba-tiba perlu diperhatikan. Berikut perbedaannya.

Perubahan kuku dapat menjadi salah satu petunjuk kesehatan, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis penyakit tertentu. Dokter perlu mempertimbangkan gejala lain, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan yang sesuai.
Perubahan warna kuku dan artinya

Kuku pucat, apakah tanda anemia?

Kuku yang tampak pucat bisa menjadi salah satu tanda anemia, yaitu kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah, salah satunya akibat kekurangan zat besi. Selain kuku pucat, anemia dapat menyebabkan mudah lelah, lemas, pusing, dan sesak napas saat beraktivitas. Kondisi ini perlu diperhatikan pada anak yang sedang tumbuh dan ibu hamil, tetapi diagnosis anemia tetap memerlukan pemeriksaan medis.

1. Kuku kuning

Kuku menguning bisa disebabkan oleh penggunaan kuteks berulang kali atau kebiasaan merokok. Jika disertai kuku menebal, rapuh, dan mudah hancur, kondisi ini dapat mengarah pada infeksi jamur. Jika perubahan menetap atau bentuk kuku ikut berubah, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

2. Kuku kebiruan

Kuku kebiruan dapat berkaitan dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah, meskipun suhu dingin juga bisa menyebabkan perubahan warna sementara. Perhatikan apakah warna kuku kembali normal setelah tubuh menghangat. Jika kuku atau bibir membiru disertai sesak napas, nyeri dada, atau kebingungan, segera cari pertolongan medis.

3. Garis hitam atau cokelat pada kuku

Garis gelap pada kuku bisa muncul akibat cedera atau perubahan pigmen. Namun, garis baru yang muncul tanpa penyebab jelas, semakin lebar, atau meluas ke kulit sekitar kuku perlu diperiksa dokter kulit. Dalam kasus tertentu, perubahan ini dapat menjadi tanda melanoma, sehingga sebaiknya tidak diabaikan.

Kuku rapuh dan kuku cekung, apa bedanya dan apa penyebabnya?

Kuku rapuh dan kuku cekung sama-sama termasuk perubahan bentuk atau tekstur kuku, tetapi keduanya memiliki ciri dan kemungkinan penyebab yang berbeda.

1. Kuku rapuh dan mudah patah

Kuku rapuh biasanya terasa kering, mudah terbelah, mengelupas, atau patah meskipun tidak terkena benturan keras. Kondisi ini bisa disebabkan oleh paparan air dan sabun yang terlalu sering, kontak dengan cairan pembersih rumah tangga, penggunaan kuteks atau penghapus kuteks berlebihan, serta kebiasaan menggigit kuku.

Pada beberapa kasus, kuku rapuh juga dapat berkaitan dengan gangguan tiroid atau kekurangan nutrisi, sehingga jika kondisinya menetap meski perawatan sudah diperbaiki, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

2. Kuku cekung seperti sendok

Kuku cekung atau koilonychia merupakan kondisi ketika bagian tengah kuku melengkung ke dalam, sedangkan sisi-sisinya tampak terangkat sehingga menyerupai sendok. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kekurangan zat besi yang dapat berkaitan dengan anemia, meskipun kondisi ini juga bisa dipengaruhi faktor lain.

Jika kuku mulai cekung atau disertai keluhan seperti pucat, lemas, dan mudah lelah, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, alih-alih langsung mengonsumsi suplemen zat besi tanpa pemeriksaan.

Cara merawat kuku agar tetap sehat dan kuat

Menjaga kesehatan kuku tidak harus dilakukan dengan perawatan mahal. Kebiasaan sederhana di rumah dapat membantu mengurangi risiko kuku rapuh, cedera, dan infeksi.

1. Jaga kuku tetap bersih dan kering

Bersihkan kuku secara rutin, terutama setelah beraktivitas di luar rumah, lalu keringkan tangan dan kaki setelah dicuci. Kuku yang lembap terlalu lama dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur.

2. Potong kuku secara teratur

Gunakan pemotong kuku yang bersih dan hindari memotong terlalu pendek agar kulit tidak terluka. Untuk kuku kaki, potong relatif lurus guna membantu mengurangi risiko kuku tumbuh ke dalam.

3. Gunakan pelembap pada kuku dan kulit di sekitarnya

Oleskan pelembap setelah mencuci tangan untuk membantu menjaga kuku tetap lentur dan mengurangi risiko kuku kering atau terbelah. Gunakan sarung tangan saat beraktivitas dengan cairan pembersih rumah tangga.

4. Hindari menggigit kuku dan mengelupas kutikula

Kebiasaan menggigit kuku dapat merusak kuku dan melukai kulit di sekitarnya. Jika Si Kecil sering melakukannya, bantu alihkan kebiasaannya dengan pendekatan yang tenang.

5. Penuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari

Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, zat besi, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan kuku. Sumber zat besi antara lain daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan, yang bisa dikombinasikan dengan makanan kaya vitamin C untuk membantu penyerapannya.

6. Jangan menggunakan kuku sebagai alat

Hindari memakai kuku untuk membuka kemasan atau mengorek benda keras karena dapat menyebabkan kuku retak dan patah. Jika kuku mulai rapuh, kurangi penggunaan kuteks dan pastikan alat perawatan kuku selalu bersih.

Kapan perubahan pada kuku perlu diperiksakan ke dokter?

Tidak semua perubahan kuku membutuhkan penanganan medis segera. Namun, Moms sebaiknya membuat janji pemeriksaan jika perubahan warna, bentuk, atau tekstur kuku muncul tanpa penyebab yang jelas, terus memburuk, atau tidak membaik.

1. Kuku berubah warna atau bentuk tanpa sebab yang jelas

Perubahan seperti kuku menjadi sangat pucat, cekung, atau menebal perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung lama atau semakin terlihat. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

2. Kuku mudah patah disertai keluhan lain

Kuku rapuh yang disertai rasa lemas, pucat, pusing, atau mudah sesak saat beraktivitas bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan, termasuk anemia. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan lebih lanjut sesuai gejala yang dialami.

3. Kulit di sekitar kuku terasa nyeri, merah, bengkak, atau hangat

Gejala tersebut dapat menandakan peradangan atau infeksi di sekitar kuku. Jika keluhan semakin parah, muncul nanah, atau disertai demam, segera periksakan diri ke dokter.

4. Kuku terangkat atau terlepas dari dasar kuku

Kondisi ini dapat terjadi akibat cedera, infeksi jamur, atau gangguan kulit tertentu. Hindari menarik bagian kuku yang terangkat dan periksakan jika disertai nyeri, perubahan warna, atau kondisi yang terus memburuk.

5. Muncul garis gelap baru pada kuku

Garis hitam atau cokelat yang semakin lebar, berubah bentuk, atau meluas ke kulit sekitar kuku perlu diperiksa oleh dokter kulit. Meski tidak selalu berbahaya, perubahan tersebut perlu dievaluasi untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi serius, termasuk melanoma.

Kuku yang sehat bukan hanya soal tampilannya. Memperhatikan perubahan kuku dapat membantu Moms mengenali kapan tubuh membutuhkan perhatian lebih. Jika ada perubahan yang menetap atau disertai keluhan lain, langkah terbaik adalah mencari tahu penyebabnya melalui pemeriksaan, bukan menebak penyakit hanya dari tampilan kuku.(MB/RA/RF/Foto: Pexels)