Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Moms, Ketahui 5 Ciri-ciri ASI Basi

Moms, Ketahui 5 Ciri-ciri ASI Basi

Ketika menyusui langsung (direct breastfeeding) tidak memungkinkan, ASI perah tentu bisa menjadi solusi paling ampuh agar bayi tetap bisa minum ASI. Namun perlu diakui, manajemen ASI perah (atau biasa disebut ASIP) memang tidak sepraktis menyusui langsung ya, Moms. Ada banyak hal yang harus Anda perhatikan dengan seksama. Mulai dari tata cara memerah ASI, cara menyimpan ASI, hingga menghangatkannya.

Semuanya tidak boleh dilakukan asal-asalan, karena salah sedikit saja, bisa-bisa kualitas ASI berkurang lho, Moms. Lebih parahnya, manajemen ASI yang tidak sempurna bisa menyebabkan ASI jadi basi! Duh, susah payah memerah ASI, sayang banget kalau akhirnya harus dibuang kan, Moms.

Ciri-ciri ASI basi

Menurut IDAI, ASI yang dihangatkan memang terkadang berbau seperti sabun, karena hancurnya komponen lemak. Apakah ASI yang berbau sabun itu berbahaya? Tenang saja Moms, ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi anak, kok.

Lalu, seperti apa ciri-ciri ASI yang sudah basi? Simak tanda-tandanya di bawah ini, Moms!

1. Berbau tidak sedap. Mengutip ModernMom, bau ASI basi agak mirip dengan susu sapi basi. Tetap ada aroma susu, namun agak asam.

2. Tidak larut saat diaduk. Walaupun ASI perah memang memiliki beberapa bagian yang kurang menyatu jika dimasukkan ke dalam kulkas, namun ASI segera akan menyatu lagi jika Anda aduk. Jika ASI Anda tidak menyatu saat diaduk (bukan dikocok), atau jika terlihat ada gumpalan di ASI yang tidak akan larut, maka bisa dipastikan ASI Anda sudah basi.

3. Disimpan di kulkas lebih dari 3 hari. Menurut BabyCenter, kesegaran ASI tetap ada jika Anda menyimpannya di kulkas (bukan freezer) selama 3-5 hari. Namun, itu tergantung temperatur dan lokasi penyimpanan ASI tersebut. Jika Anda tidak menyimpannya di tengah kulkas, Anda menyimpannya di pintu kulkas yang sering dibuka, atau ASI disimpan bersama bahan makanan lain, maka besar kemungkinan ASI Anda akan sudah basi dalam waktu 3 hari.

4. Botol ASI tidak tertutup rapat. Jangankan ASI, makanan yang tidak tertutup rapat saja akan lebih mudah basi. Jadi jika ASI tidak ditutup dengan rapat sempurna, maka kemungkinan ASI Anda lebih mudah basi atau terkontaminasi bakteri akan lebih besar. Mayo Clinic merekomendasikan untuk menyimpan ASI di botol plastik keras atau kaca, atau di kantong ASI yang didesain khusus untuk menyimpan ASI. Beberapa jenis wadah penyimpanan itu lebih kuat dibandingkan wadah biasa, sehingga ASI tidak mudah basi.

5. ASI terasa asam. Tentu saja, cara terbaik dan termudah untuk mengetahui ASI basi atau tidak adalah dengan mencobanya. Jika rasa ASI Anda asam, agak mirip asamnya dengan rasa susu sapi basi, maka sebaiknya ASI tersebut tidak diberikan pada bayi Anda, Moms.

Tips memerah dan menyimpan ASI

Sebelum Anda memerah menyimpan ASI, ikuti panduan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berikut ini:

1. Pastikan Moms sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI maupun menyimpannya.

2. Wadah penyimpanan harus sangat bersih dan steril. Anda bisa memakai botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat. Pastikan botol ini terbuat dari bahan bebas bisphenol A (BPA).

3. Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable, karena wadah-wadah ini mudah bocor dan terkontaminasi.

4. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.

5. Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.

6. Pastikan wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.

7. Tanggal memerah ASI wajib dicantumkan untuk memastikan ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.

8. Saat menyimpan di kulkas, jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru.

9. Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.

10. Putarlah kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata.

11. Jangan mengocok ASI karena bisa merusak komponen penting di dalamnya.

Tips membekukan ASI

1. ASI perah beku akan bertahan selama 2 minggu jika disimpan di freezer kulkas satu pintu, 3 bulan di dalam deep freezer kulkas 2 pintu, dan 6-12 bulan di freezer khusus ASI satu pintu.

2. Sebelum dibekukan, simpan dulu ASI di kulkas biasa karena ASI sebaiknya tidak mengalami perubahan suhu yang drastis.

3. Jika ingin dibekukan, sebaiknya ASI disimpan dalam botol kaca karena lemak relatif tidak menempel. Jangan menyimpan ASI beku di dalam plastik ASI atau botol plastik.

4. Jika ingin menggunakan ASI beku untuk keesokan harinya, masukkan terlebih dahulu ke kulkas biasa malam sebelumnya.

5. ASI beku yang sudah dicairkan tidak bisa dibekukan kembali kecuali masih ada sekitar 50 persen titik beku.

6. ASI beku yang sudah dicairkan dan dihangatkan hanya bisa bertahan paling lama 4 jam.

7. Kocok terlebih dahulu ASI sebelum diberikan kepada bayi supaya lemak ASI yang terpisah bisa tercampur kembali.

8. Jangan mencairkan ASI dengan menggunakan microwave atau di atas api. Cukup hangatkan dengan penghangat susu atau rendam di air hangat.

9. Jika ASI beku sudah cair semua, ASI harus sudah habis paling lama 24 jam.

10. ASI yang sudah diminum bayi sebaiknya diminum sampai selesai, kemudian sisanya dibuang. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Frombump to birth