Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ini Penyakit-Penyakit yang Diwariskan dari Ayah ke Anak

Ini Penyakit-Penyakit yang Diwariskan dari Ayah ke Anak

Ibarat pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kondisi kesehatan anak juga dipengaruhi oleh riwayat kesehatan ayah dan ibunya. Jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki riwayat penyakit, misalnya jantung, maka Si Kecil pun berisiko mengidap penyakit yang sama.

Penyebabnya adalah kelainan gen yang diturunkan oleh orang tua. Gen di dalam kromosom manusia memang sangat kompleks, sehingga faktor penyebab kelainan pun begitu banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara genetik dan juga gaya hidup sehari-hari.

Secara umum, penurunan genetik pada manusia dibagi menjadi dua, yaitu melalui gen yang terpaut pada kromosom tubuh (autosom), dan melalui gen yang terkait pada kromosom jenis kelamin (gonosom), laki-laki atau perempuan. Ayah memiliki kromosom XY, sedangkan ibu XX.

Menurut Prof. DR. Dr. Wahyuning Ramelan, Sp.And, dari FKUI, Jakarta, jika pada kromosom X ayah maupun ibu terdapat sebuah gen yang menentukan faktor risiko suatu jenis penyakit, maka anak perempuannya akan berisiko menderita penyakit tersebut. Sedangkan jika pada kromosom Y ayah terdapat gen yang membawa faktor risiko penyakit atau kelainan, maka anak laki-lakinya akan berisiko mewarisi penyakit atau kelainan tersebut. Berikut beberapa jenis penyakit dan kelainan yang dapat diwariskan oleh ayah kepada anaknya.


1. Penyakit Jantung Bawaan

Diturunkan melalui: Kondisi kromosom orang tua yang abnormal. Lebih dari 85 persen kasus penyakit jantung bawaan pada anak disebabkan oleh banyak faktor yang diwariskan.

Yang perlu Anda lakukan: Pemeriksaan sedini mungkin pada anak balita yang berisiko tinggi menderita kelainan jantung bawaan yang diwariskan dari orang tua. Pada usia 13 minggu, rata-rata kelainan pada jantung anak sudah dapat diketahui.


2. Kolesterol dan Darah Tinggi

Diturunkan melalui: Gen pada kromosom X ayah maupun ibu yang menghambat metabolisme lemak sehingga berisiko menyumbat pembuluh arteri dan menyebabkan kadar kolesterol di dalam darahnya meningkat. Risiko menderita kolesterol dan darah tinggi ini dapat dialami baik oleh anak laki-laki maupun perempuan.

Yang perlu Anda lakukan: Pemeriksaan rutin kadar kolesterol darah pertama sejak anak berumur di atas 2 tahun, dan kurang dari 10 tahun, sesuai rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP).


3. Diabetes 

Diturunkan melalui: Sejumlah gen pengontrol yang memengaruhi sistem imun tubuh. Anak-anak penderita diabetes tipe 1 kebanyakan memiliki ayah yang juga mengidap diabetes tipe 1, dibandingkan ibu yang menderita penyakit sama.

Yang perlu Anda lakukan: Terapi suntikan insulin untuk menjaga kadar gula darahnya tetap normal (150 ml/dL) jika Si Kecil sudah pasti menderita diabetes tipe 1. Pada anak-anak penderita diabetes tipe 1, kemampuan tubuhnya untuk memproduksi insulin terganggu.


4. Buta Warna

Diturunkan melalui: Terjadinya mutasi gen. Akibat mutasi gen, mata anak tidak dapat membedakan beberapa warna tertentu, antara lain hijau dengan merah, serta biru dengan kuning. Pada penderita buta warna, keempat warna tersebut terlihat sebagai warna abu-abu.

Yang perlu Anda lakukan: Deteksi dini pada mata anak. Menurut Susan Cotter, O.D, dokter spesialis mata anak dari Southern CA College of Optometry, California, AS, tes buta warna pada anak sebaiknya dilakukan setelah anak berumur 5 tahun. Selain itu, secara rutin, latih anak belajar dari pengalaman untuk membedakan gradasi warna abu-abu yang sebetulnya adalah 4 warna yang tidak mampu dibedakan.


5. Kebotakan 

Diturunkan melalui: Gen pembawa kebotakan dan gen pengatur produksi hormon yang terdapat pada kromosom X. Kebotakan bisa diturunkan dari kromosom X ayah maupun ibu kepada anaknya.

Yang perlu Anda lakukan: Pengobatan medis, antara lain pencangkokan rambut jika memang bermasalah. Jika tidak diobati pun tidak akan bermasalah. (M&B/SW/Dok. Freepik)