Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Mengenal Kolestasis, Gatal Berlebih saat Hamil

Mengenal Kolestasis, Gatal Berlebih saat Hamil

Jika Anda mengalami gatal-gatal yang hebat, khususnya di bagian tangan kaki selama kehamilan, Anda perlu waspada, Moms. Mungkin saja itu gejala kolestasis.

Kolestasis adalah gangguan kesehatan yang disebabkan berhentinya atau berkurangnya cairan empedu. Penyebab kolestasis kehamilan masih belum diketahui secara pasti, tapi hormon kehamilan bisa membuat kondisi tersebut jadi lebih parah.

Hormon kehamilan dapat memengaruhi fungsi kantong empedu dan kadang menghambat atau bahkan menghentikan aliran empedu. Aliran empedu dari hati yang terhambat ini akhirnya akan masuk ke aliran darah. Inilah yang disebut kolestasis kehamilan. Empedu adalah cairan pencernaan yang membantu tubuh menghancurkan lemak, diproduksi di hati, dan disimpan di dalam kantong empedu.

Baca juga: 7 Penyebab Perut Gatal saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis kolestasis

Pada dasarnya ada 2 jenis kolestasis, yaitu Extrahepatic Cholestasis (yang terjadi karena kelainan di luar organ hati, misalnya karena batu empedu) dan Intrahepatic Cholestasis (yang terjadi karena gangguan di dalam organ hati). Kolestasis kehamilan termasuk Intrahepatic Cholestasis, dan memiliki nama lain, yaitu Obstetric Cholestasis atau Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy.

Disarankan lahir lebih cepat

Selain rasa gatal yang intens, kolestasis juga bisa menyebabkan beberapa masalah lain pada ibu hamil dan berbahaya bagi perkembangan janin. Untuk itu, dokter kerap menyarankan bayi dilahirkan lebih awal untuk sebisa mungkin menghindari akibat yang lebih buruk.

Tanda dan gejala kolestasis

Ada beberapa tanda dan gejala yang muncul dari kolestasis kehamilan yang perlu Anda perhatikan berikut ini.

  • Rasa gatal yang amat sangat di bagian telapak kaki dan tangan, terutama di malam hari. Biasanya gatal muncul di trimester 3, tapi pada beberapa kasus terjadi pula pada kehamilan awal
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna terang
  • Mata dan atau kulit berwarna kuning.

Faktor risiko

Jumlah wanita hamil yang mungkin menderita kolestasis sangat bervariasi antara satu tempat dengan tempat lainnya di seluruh dunia. Namun, suatu penelitian menunjukkan bahwa kolestasis lebih banyak terjadi pada bulan-bulan paling dingin dalam suatu musim dingin, khususnya di negara-negara seperti Chile dan Skandinavia.

Adapun faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko kolestasis kehamilan adalah:

  • Riwayat kolestasis kehamilan dalam keluarga
  • Riwayat kerusakan hati
  • Kehamilan kembar
  • Kehamilan melalui program bayi tabung.

Sementara itu, komplikasi kolestasis kehamilan yang mungkin timbul pada janin bisa lebih berat. Kolestasis kehamilan meningkatkan risiko janin lahir prematur dan adanya meconium (zat yang melapisi usus janin selama di dalam kandungan) dalam cairan amniotik. Jika janin menelan meconium selama proses persalinan berlangsung, ia akan mengalami gangguan atau kesulitan pernapasan setelah lahir. Ada juga risiko kematian janin pada saat mendekati atau menjelang persalinan. Karena komplikasi yang cukup berat inilah, dokter cenderung merekomendasikan persalinan dini pada ibu yang mengalami kolestasis kehamilan.

Diagnosis kolestasis kehamilan

Untuk mendiagnosis kolestasis kehamilan, dokter biasanya akan melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Menanyakan riwayat kesehatan Anda.

2. Melakukan pemeriksaan fisik.

3. Mengirim sampel darah Anda ke laboratorium untuk mengetahui kinerja hati Anda dan mengukur kadar empedu dalam darah Anda, sebagaimana dilakukan untuk mencegah komplikasi.

4. Melakukan pemeriksaan USG, untuk mengetahui apakah ada yang tidak normal pada hati Anda.

5. Pengobatan kolestasis kehamilan mempunyai dua tujuan, yaitu mengurangi dan menghilangkan rasa gatal serta mencegah komplikasi.

Cara mencegah

Ada beberapa cara untuk mencegah kolestasis kehamilan, yakni:

1. Tes darah secara berkala untuk memonitor seberapa baik hati Anda bekerja dan mengukur kadar empedu dalam darah Anda.

2. Pemeriksaan USG dan pemeriksaan non-stres secara periodik untuk memantau keadaan janin.

3. Memutuskan untuk melakukan persalinan dini. Seperti yang telah disebutkan di atas, walaupun pemeriksaan prenatal Anda menunjukkan hasil yang baik, umumnya dokter akan merekomendasikan persalinan yang lebih awal untuk Anda (mendekati 38 minggu atau lebih awal lagi jika kolestasis Anda parah), karena inilah cara terbaik untuk mencegah komplikasi.  (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)