Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Moms, Cara-cara Berikut Ini bisa Menunda Kehamilan

Moms, Cara-cara Berikut Ini bisa Menunda Kehamilan

Tidak semua pasangan suami istri langsung menginginkan kehadiran buah hati setelah menikah. Sebagian justru ingin menunda kehamilan.

Ada berbagai alasan mengapa mereka tak mau terburu-buru memiliki anak, mulai dari kesiapan finansial hingga ingin menikmati masa bulan madu. Ada pula pasangan yang hanya ingin punya satu anak saja. Berikut adalah beberapa cara untuk menunda kehamilan bagi Moms dan Dads yang belum menginginkan keturunan.

1. Memakai alat kontrasepsi

Cara paling umum untuk menunda atau mencegah kehamilan adalah dengan memakai alat kontrasepsi. Saat ini, sudah banyak jenis alat kontrasepsi yang beredar, mulai dari kondom, pil KB, IUD atau spiral, implan, serta KB suntik.

Setiap alat KB punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, misalnya kondom paling mudah digunakan dan didapatkan, tapi terkadang menimbulkan rasa kurang nyaman bagi pasangan. IUD cukup efektif tapi disarankan hanya digunakan bagi wanita yang sudah pernah melahirkan. KB suntik juga tergolong sangat efektif, hanya saja metode ini bisa memengaruhi hormon dan tentu saja tidak mencegah penularan penyakit kelamin.

Pilihan lain adalah pil KB. Pil kombinasi bekerja dengan sangat baik ketika dikonsumsi setiap hari. Pil progestin harus dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari guna menjaga hormon dalam tubuh tetap stabil. Perlu diketahui, pil KB memiliki tingkat kegagalan 9 persen. Selain itu, efek sampingnya bisa berupa timbulnya bercak dan gairah seks menurun. Moms dan pasangan bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan alat kontrasepsi yang paling pas buat Anda berdua.

2. Ejakulasi di luar

Moms tentunya sudah paham bahwa kehamilan bisa terjadi saat sel sperma pria bertemu dengan sel telur perempuan. Proses inilah yang dinamakan pembuahan atau konsepsi. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menunda atau mencegah kehamilan setelah berhubungan intim adalah dengan mengeluarkan sperma di luar rahim atau yang biasa disebut ejakulasi di luar. Hal ini disebut-sebut sebagai salah satu cara efektif untuk menunda kehamilan.

3. Menghindari masa subur

Setiap wanita sesungguhnya memiliki siklus menstruasi yang berbeda, dari 21 hari hingga 31 hari. Saat pendarahan terhenti, saat itulah seorang perempuan mengalami masa subur atau masa ovulasi. Masa awal ovulasi disebut sebagai masa subur karena pada saat inilah tubuh mulai bersiap melepaskan sel telur. Jika Anda berhubungan seks pada masa ini, maka kemungkinan kehamilan akan sangat tinggi. Untuk mengetahui kapan Anda mengalami masa subur, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

4. Menggunakan kontrasepsi darurat

Salah satu cara untuk menunda kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi darurat. Akan tetapi, perlu diingat, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Nantinya, dokter akan memberikan resep obat untuk kontrasepsi darurat yang berisi Levonorgestrel, yaitu hormon progesteron sintetik dalam dosis tinggi.

Namun, obat ini hanya dapat bekerja dalam waktu kurang dari 72 jam setelah berhubungan seks untuk memastikan telah bekerja secara efektif. Moms perlu tahu, obat ini hanya mencegah pembuahan tapi tidak bisa menggagalkan atau menggugurkan pembuahan apabila sudah terjadi.

Obat ini juga tidak dijual bebas. Untuk mendapatkannya, Anda memerlukan resep dokter. Obat ini pun memiliki efek samping sehingga tidak boleh dikonsumsi secara bebas.

5. Jangan percaya mitos

Sampai saat ini masih banyak orang yang memercayai mitos-mitos seputar cara mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi pepaya. Faktanya, pepaya yang dianggap bisa mencegah kehamilan justru kaya vitamin yang baik untuk kesehatan. Jika Moms dan Dads melakukan hubungan seks pada masa subur, sebanyak apa pun Anda mengonsumsi pepaya, hal tersebut tidak akan berpengaruh. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Frombump to birth