Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Gemar Mengunyah Es Batu? Ini Bahayanya lho, Moms

Gemar Mengunyah Es Batu? Ini Bahayanya lho, Moms

Ketika hari tengah panas atau kita sedang kegerahan, minum segelas air es tentu akan terasa menyegarkan dan menyejukkan tenggorokan kita ya, Moms. Rasanya dengan minum air es, tubuh kita akan jadi segar kembali. Panas atau gerah yang kita alami seolah hilang dengan segelas air berisi es batu.

Namun, selain minum air es, kadang Moms juga pernah memperhatikan bahwa ada beberapa orang yang dengan sengaja memakan dan mengunyah es batu tersebut. Atau, mungkin juga Anda atau Si Kecil gemar mengunyah es batu?

Ya, kebiasaan ini tidak hanya digemari anak-anak. Orang dewasa pun ada yang suka mengunyah es batu. Jika Anda atau Si Kecil sering melakukan hal tersebut, sebaiknya segera dikurangi atau dihentikan ya Moms, karena terlalu sering melakukan ini ternyata bisa menimbulkan masalah pada kesehatan, lho!

Pagophagia, kebiasaan mengunyah es batu

Kebiasaan mengunyah es batu merupakan salah satu bentuk kelainan kondisi medis yang dikenal dengan sebutan pica, yaitu kebiasaan mengunyah benda yang tidak lazim. Biasanya, pica dialami anak-anak.

Meskipun demikian, kebiasaan mengunyah es batu–atau istilah medisnya dikenal dengan pagophagia–biasanya bisa dialami oleh orang dari segala usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Umumnya, pica timbul akibat seseorang mengalami kekurangan nutrisi tertentu pada tubuh. Pada pagophagia contohnya, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.

Namun, Menurut pakar kesehatan, seseorang baru dikatakan mengalami pagophagia saat ia sudah melakukan hal ini selama satu bulan atau lebih secara terus-menerus. Bahkan, karena ketergantungannya, bisa jadi ia akan mencari es batu di dalam freezer untuk dikunyah. Namun jika ia melakukannya sesekali saja, ia tidak bisa disebut menderita pagophagia.

Ini penyebab orang gemar mengunyah es batu

Seperti disebutkan di atas, kondisi pagophagia terjadi karena orang tersebut mengalami kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi. Sebuah penelitian melaporkan bahwa kekurangan zat besi bisa memunculkan rasa nyeri pada lidah, kesulitan menelan, menurunnya kemampuan mengecap, dan mulut kering, yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

Nah, gejala-gejala tersebut bisa diperingan dengan jalan mengunyah es batu dan mengurangi rasa tidak nyaman. Selain itu, penderita anemia juga gampang terserang lelah. Mengonsumsi es batu dapat meningkatkan pasokan darah ke otak, sehingga gejala anemia yang dirasakan penderitanya bisa berkurang.

Mengalami masalah emosional juga bisa membuat seseorang gemar makan es batu. Contohnya, orang yang mengalami stres, mungkin saja dengan mengunyah es batu ia bisa merasa lebih tenang.

Efek makan es batu setiap hari

Meskipun terdengar sepele, kenyataannya, kebiasaan mengunyah es batu bisa berbahaya lho, Moms. Ada sejumlah efek yang bisa dialami jika kita makan es batu setiap hari. Misalnya, kebiasaan ini berisiko merusak gigi dan gusi penderitanya.

Seiring berjalannya waktu, terlalu banyak atau terlalu sering mengunyah es batu bisa mengikis lapisan atau enamel gigi. Saat lapisan atau enamel gigi terkikis, gigi pun bisa menjadi sangat sensitif dan sering terasa ngilu. Selain itu, sering mengunyah es batu juga bisa membuat kita mengalami nyeri pada otot rahang.

Penyakit akibat makan es batu

Selain berisiko merusak gigi dan gusi, kebiasaan makan es batu juga bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Es batu yang tidak bersih bisa saja terkontaminasi berbagai macam kuman yang bisa mendatangkan penyakit.

Jadi, saat mengonsumsi es batu yang tidak bersih, kuman-kuman pembawa penyakit tersebut bisa saja masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah kesehatan, seperti demam, diare, hepatitis A, dan bahkan kolera.

Menghentikan kebiasaan makan es batu

Untuk menghentikan kebiasaan ini, bisa dilihat dari penyebabnya. Jika hanya karena kepanasan atau mengalami dehidrasi, Anda sebaiknya tidak usah mengunyah es batu dan cukup menggantinya dengan minum air putih saja.

Namun, jika kebiasaan ini disebabkan oleh kekurangan zat besi, Anda bisa makan makanan yang mengandung tinggi zat besi atau jika perlu mengonsumsi suplemen zat besi yang telah disesuaikan dengan resep dokter.

Karena itu, jika Moms mendapati ada salah satu anggota keluarga yang gemar mengunyah es batu, segera periksakan ia ke dokter untuk memastikan apakah ia kekurangan zat besi atau tidak, terkait dengan kebiasaannya tersebut.

Seperti kita tahu, kekurangan zat besi bisa memicu terhambatnya pertumbuhan tubuh, mudah terserang infeksi, hingga mengalami gangguan jantung. (M&B/SW/Foto: Freepik)