Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Mengapa Persalinan Bisa Mundur dari HPL?

Mengapa Persalinan Bisa Mundur dari HPL?

Waktu bersalin merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil, termasuk Moms juga, kan? Rasa khawatir dan kegembiraan makin meluap seiring dengan mendekatnya hari perkiraan lahir (HPL). Namun, ada beberapa bayi yang lahir lebih cepat, ada pula bayi yang lahir agak lama bahkan melewati HPL.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), 60 dari 100 perempuan melahirkan pada atau sebelum HPL dan 5 dari 100 perempuan mengalami persalinan lewat HPL.

Meskipun begitu bila kehamilan tetap berjalan 2 minggu melebihi HPL, maka kondisi ini secara resmi dinyatakan sebagai post-term atau overdue pregnancy. Lalu, mengapa persalinan bisa mundur dari HPL? Ini beberapa penyebabnya, Moms.

Baca juga: 5 Fakta tentang Persalinan Postmatur yang Perlu Anda Tahu

1. Kehamilan pertama

Bila ini adalah kali pertama Anda hamil, maka mungkin saja Anda akan melahirkan mundur dari HPL. Anak pertama cenderung lahir tak tepat waktu, baik terlalu dini ataupun terlambat. Menurut sebuah survei di Amerika Serikat, sekitar 80-83% wanita yang pertama kali hamil melahirkan di minggu ke-39 hingga minggu ke-41.

2. Miskalkulasi HPL

Dokter biasanya memprediksi HPL dengan mencatat hari pertama siklus haid terakhir dan mengukur ukuran rahim sejak awal kehamilan. Namun, siklus haid yang tak melulu teratur dan ingatan tentang kapan terakhir haid yang tidak akurat membuat penetapan HPL tidak tepat 100%.

Melakukan tes USG yang terlambat juga bisa memengaruhi miskalkulasi HPL. Sebenarnya, tidak ada HPL yang benar-benar tepat, kecuali pada kehamilan yang melalui metode IVF atau bayi tabung. Itu pun masih bisa berubah sesuai dengan kondisi kehamilan secara keseluruhan.

3. Riwayat

Wanita yang melahirkan lewat dari HPL cenderung memiliki riwayat keluarga yang sama. Melansir CNN, dr. Daniela Carusi, direktur ginekologi umum dan bedah kebidanan di Brigham and Women's Hospital di Boston, mengatakan, "Riwayat keluarga akan persalinan lewat HPL merupakan prediktor yang lebih kuat dibandingkan fakta bila ini adalah kehamilan pertamanya." Selain itu, menurut IQWiG seorang ibu yang sudah pernah melahirkan anak melebihi HPL cenderung akan mengalami persalinan yang mundur HPL lagi di kehamilan selanjutnya.

4. Obesitas

Obesitas maternal telah lama diketahui berkaitan dengan persalinan yang mundur dari HPL. Persalinan yang mundur bisa disebabkan oleh pengaruh berat badan berlebih pada respons tubuh terhadap persalinan. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia menemukan bahwa tubuh wanita yang kelebihan berat badan cenderung tidak mendapat respons yang baik saat persalinan mulai terpicu.

5. Posisi bayi

Persalinan lewat HPL juga bisa disebabkan oleh posisi bayi yang belum siap lahir. Bila hingga tiba saatnya HPL tapi kepala Si Kecil tak berada di posisi siap lahir (yakni menghadap bawah, menuju jalan lahirnya), maka persalinan bisa menjadi mundur atau dokter akan rekomendasikan persalinan melalui metode lain, yaitu metode caesar.

6. Usia ibu

Ibu yang hamil di usia lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami persalinan mundur HPL dibandingkan ibu yang hamil di usia kurang dari 35 tahun. Kondisi tubuh dan berbagai gangguan kesehatan yang lebih sering dialami bumil berusia lebih dari 35 tahun menjadikannya cenderung untuk melahirkan lewat dari HPL. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Freepik)