Type Keyword(s) to Search
BABY

Makanan Bersantan untuk Bayi, Kapan Boleh Diberikan?

Makanan Bersantan untuk Bayi, Kapan Boleh Diberikan?

Sebagai masyarakat yang tinggal di negara tropis, kelapa dan variasi hasil olahannya merupakan konsumsi kita sehari-hari, terutama santan. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki makanan atau minuman yang diolah dengan santan. Ini tidak lain karena santan punya rasa yang gurih nikmat, tapi juga karena kandungan nutrisinya yang baik.

Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, santan mengandung protein, lemak, serat, kalium, fosfor, kalsium, zat besi, tembaga, dan vitamin C. Lalu, apakah santan juga boleh dikonsumsi oleh bayi? Simak penjelasannya berikut ini, Moms!

Pahami aturan makan

Jika Moms ingin memberikan makanan bersantan pada bayi Anda, sebaiknya Si Kecil mencoba santan saat ia sudah berusia di atas 12 bulan. Hal ini dilakukan karena santan dapat berpotensi menjadi alergen. Food and Drug Administration Amerika Serikat telah memasukkan kelapa sebagai salah satu kacang pohon.

Maka dari itu, layaknya Moms menghindari pemberian kacang dan seafood pada Si Kecil, santan juga direkomendasikan mendapat perlakuan yang serupa. Terlebih lagi bila Si Kecil sudah terbukti memiliki alergi terhadap kacang-kacangan. Selain itu, penundaan memberi santan pada bayi juga dianjurkan untuk menjamin pemberian ASI dapat berlangsung dengan optimal.

Ketika usianya sudah cukup, Moms sudah bisa memasukkan santan ke dalam menu makan Si Kecil. Tapi ingat, santan tak boleh menggantikan ASI! Walau terdapat gangguan ASI, tetap saja santan tak bisa digunakan untuk alternatif ASI. Ada banyak jenis susu yang lebih bernutrisi dan baik untuk perkembangannya, seperti susu sapi dan susu kedelai. Sekalipun Si Kecil memiliki intoleransi laktosa, hindari pemberian santan sebagai alternatif susu Si Kecil.

Takaran yang diberikan juga perlu diperhatikan, karena kandungan lemak pada santan termasuk tinggi, terlebih lagi santan kelapa kemasan. Melansir Healthline, memberikan anak terlalu banyak santan kelapa kemasan sangat berbahaya, karena isinya dipenuhi dengan lemak saturasi.

Dalam 1 cangkir santan kelapa kemasan terkandung 57 gram lemak atau setara dengan 255 persen rekomendasi lemak harian Anda. Jumlah ini berarti 10 kali lipat dibandingkan dengan lemak susu sapi full-fat lho, Moms!

Untuk itu, jauh lebih baik untuk mengonsumsi santan asli yang Anda dapatkan dengan memeras parutan kelapa. Selain itu, seperti telah disebutkan, harap diingat untuk memasukkan santan sebagai bagian menu makan Si Kecil, tidak untuk menggantikan ASI, dan takarannya pun perlu diperhatikan. Waspadai juga timbulnya reaksi alergi pada anak.

Santan juga rendah protein dan kalsium, sehingga kurang begitu bernutrisi bagi kebutuhan tumbuh kembang Si Kecil. Bila Anda ingin memasukkan santan ke dalam menu Si Kecil, pastikan santan bukan bahan utama (hanya pelengkap) dan dihidangkan dengan berbagai bahan makanan lain yang tinggi nilai gizinya, seperti sayuran maupun daging. Sebisa mungkin buat santan sendiri untuk menghindari asupan lemak berlebih yang ada pada santan kemasan ya, Moms. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)


Read Next

More Frombaby