Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Ini Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Dipijat saat Hamil

Ini Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Dipijat saat Hamil

Pijat merupakan aktivitas yang disukai banyak orang untuk membuat tubuh kembali rileks dan segar. Ibu hamil pun boleh menerima pijatan, khususnya dengan bantuan dari ahli terapis, untuk meringankan pegal-pegal di beberapa area tubuh.

Ya, makin besar kehamilan Anda, pastinya Anda juga makin merasa lelah. Perut yang membesar akan membuat nyeri punggung dan nyeri pinggang terasa makin menyiksa. Belum lagi kondisi kaki bengkak yang membuat aktivitas jalan-jalan jadi tidak menyenangkan lagi buat Anda.

Salah satu cara untuk mengatasi rasa sakit karena lelah atau pegal adalah dengan pijat. Tidak hanya itu, pijat juga dipercaya dapat meredakan stres dan emosi. Menjelang persalinan normal, pijat juga bisa dilakukan di daerah perineum untuk melenturkan otot-otot yang akan berkontraksi. Semakin lentur, maka semakin berkurang risiko rasa sakit yang akan Anda alami saat melahirkan.

Pada dasarnya, bumil boleh-boleh saja dipijat untuk mengatasi pegal dan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Akan tetapi, tak semua bagian tubuh bumil boleh dipijat lho, Moms! Yuk, ketahui bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh dipijat selama kehamilan berikut ini.

Bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dipijat

Moms tentu bisa merasa lebih rileks setelah menerima pijatan pada bagian tubuh yang tepat. Namun, ada beberapa area tubuh yang perlu dihindari untuk mendapatkan pijatan karena dikhawatirkan bisa memicu kontraksi dini, terutama di trimester awal kehamilan. Bagian tubuh yang tidak boleh dipijat tersebut di antaranya adalah:

  • Perut bagian bawah,
  • Titik di antara jempol dan telunjuk tangan,
  • Jempol kaki, tumit, dan area sekitar jari kaki (mata kaki).

Sedangkan bagian tubuh yang boleh menerima pijatan halus untuk meringankan beban Anda saat hamil dan membuat tubuh menjadi lebih nyaman selama kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Pundak atau bahu,
  • Punggung,
  • Panggul,
  • Pinggang, dengan pijatan bertekanan lembut ke arah depan atau ke arah perut,
  • Paha dan betis.

Selama pijat dilakukan di daerah-daerah yang aman seperti bagian-bagian tubuh tersebut, maka pijat tidak akan menimbulkan efek samping yang negatif terhadap kehamilan Anda, Moms.

Nyeri pinggang saat hamil, bolehkah dipijat?

Untuk pinggang, sebenarnya ada pro dan kontra untuk melakukan pijatan di bagian ini. Sakit pinggang sendiri merupakan kondisi yang lazim dialami wanita saat hamil. Pada dasarnya, bumil boleh melakukan pijat untuk meredakan nyeri pinggang, asal dilakukan oleh ahli atau terapis bersertifikat.

Namun jika Anda merasa khawatir akan keamanan janin karena area pinggang dekat dengan janin, ada sejumlah tips untuk mengatasi nyeri pinggang saat hamil selain melakukan pijat prenatal, yakni:

1.  Olahraga teratur yang bisa meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh. Olahraga yang aman untuk bumil di antaranya, jalan santai, berenang, atau prenatal yoga.

2.  Kurangi beban berat pada tulang punggung Anda. Postur tubuh yang baik selama beraktivitas, duduk, maupun tidur, dapat mengurangi nyeri pinggang yang dirasakan.

3.  Tidurlah dengan posisi miring ke salah satu sisi dengan guling berada di antara kedua lutut. Cara tidur seperti ini dapat mengalihkan beban tulang punggung Anda.

4.  Bila Anda bekerja dalam posisi duduk, maka duduklah dengan tegak dan sangga punggung dan pinggang dengan bantal empuk.

5.  Jangan menggunakan sandal atau sepatu berhak tinggi selama kehamilan.

Memijat bokong saat hamil, amankah?

Selain pinggang, area tubuh yang sering terasa sakit ketika sedang hamil adalah bokong. Gangguan pada bokong ini bisa bikin bumil kesulitan untuk melakukan akivitas, seperti memakai kaus kaki, menaiki tangga, bahkan saat berjalan maupun tidur.

Sama seperti pinggang, area bokong pun dekat dengan posisi janin, sehingga melakukan pijatan di bokong dikhawatirkan akan bisa berpengaruh pada janin. Untuk meredakan nyeri bokong, Anda bisa berendam di air hangat, jangan duduk atau berdiri terlalu lama, serta perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan berserat.

Yang perlu diperhatikan saat melakukan pijatan

Di tangan yang tepat, pijat dapat meringankan beberapa ketidaknyamanan yang sering kali dialami ibu hamil, seperti pegal di daerah pinggang dan panggul, sakit punggung, sakit kepala, bahkan stres. Pijat juga dapat melemaskan otot-otot dan mempersiapkannya untuk persalinan.

Teknik pijatan yang paling umum dilakukan pada bumil sendiri disebut effleurage, atau berupa usapan lembut, dengan tempo lambat dan panjang. Area yang dipijat adalah yang jauh dari perut, dan biasanya dilakukan sekitar 1 jam dengan posisi setengah berbaring, berbaring ke arah samping, atau duduk di kursi khusus.

Selama proses pijat, Moms tidak boleh tidur telentang sebab berat bayi dalam rahim akan menekan pembuluh darah dan mengurangi siklus darah ke plasenta. Untuk perut bagian tengah, Moms bisa memberikan atau mendapatkan usapan secara halus untuk menimbulkan rasa nyaman namun tetap minim kontraksi.

Seperti telah disebutkan, Anda sebaiknya menghindari pijat di area perut, karena daerah ini sangat rawan. Tekanan yang tidak benar pada perut saat memijat bisa menyebabkan plasenta janin terlepas sehingga menyebabkan janin tidak bergerak lagi dan kemudian mati. Sekalipun posisi janin Anda sungsang, Anda tidak dianjurkan untuk pijat guna memutar posisi janin.

Selain menghindari area perut saat pijat, refleksi juga sebaiknya tidak Anda lakukan saat hamil ya, Moms. Ini karena beberapa titik pada tubuh yang mendapat pijatan refleksi cenderung merangsang kontraksi. Jika hal ini dilakukan pada usia kehamilan muda, maka bisa berisiko menyebabkan kelahiran prematur.

Penting diingat bahwa hanya terapis khusus dan telah bersertifikat yang boleh memijat ibu hamil. Carilah terapis yang benar-benar kompeten dan mengerti benar dos dan don'ts yang berlaku untuk pijat hamil, misalnya dengan menggunakan meja khusus untuk tempat Anda berbaring, dengan cekungan di salah satu permukaannya untuk menaruh perut Anda. Jadi, Anda bisa berbaring tengkurap dengan nyaman dan terapis dapat dengan mudah memijat punggung Anda.

Di tangan yang tepat, pijat bisa meringankan beberapa ketidaknyamanan yang sering kali dialami bumil, di antaranya mulas, sakit kepala, sakit punggung, pegal di daerah pinggang dan panggul, bahkan stres. Pijat juga dapat melemaskan otot-otot dan mempersiapkannya untuk persalinan.

Sebelum melakukan pijat saat hamil, Moms juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pijatan yang Anda terima tidak akan berisiko pada kehamilan dan janin Anda. (M&B/Vonia Lucky/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Frombump to birth