Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Kabut Asap Riau Mengancam Kesehatan Anak

Kabut Asap Riau Mengancam Kesehatan Anak

Kabut asap kian menyelimuti Provinsi Riau dan sekitarnya, karena sisa kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang di daerah setempat pun diberitakan hanya berkisar 200-300 m. Bahkan, fenomena terjebaknya kabut asap setempat berdampak hingga ke Singapura. Asap Riau sempat diberitakan terjebak di Singapura, karena pengaruh anomali cuaca.

 

Para pemerhati lingkungan setempat mengatakan, mutu udara di Provinsi Riau dan sekitarnya sudah kian memburuk. Namun, warga masih terkepung, karena polusi udara membuat aktivitas sejumlah kegiatan transportasi terhenti, termasuk ditutupnya bandara setempat. Padahal, pencemaran ini sudah menunjukkan polusi asap dalam level “berbahaya” dan menjadikan Riau sebagai wilayah yang tak layak huni.

 

Kondisi ini tentu membawa banyak dampak bagi warga, terutama dampak kesehatan. Sejumlah warga sipil sudah banyak diberitakan mengalami berbagai penyakit. Ribuan balita diberitakan mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), karena menghirup polusi asap tersebut. Selain itu, ratusan warga diberitakan menderita penumonia atau radang paru-paru, asma, iritasi kulit, dan iritasi mata.

 

Menurut dokter spesialis paru-paru dari RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru, Azizman Saad, kabut asap di Riau memang menyebabkan dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, polusi ini akan menimbulkan sejumlah penyakit, seperti demam, ISPA, pneumonia, dan iritasi kulit. Namun, jika pencemaran asap kian menyebar ke sebagian wilayah Sumatra Barat ini tak kunjung usai, maka dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, terutama mengancam kesehatan anak-anak, bayi, dan ibu hamil.

 

Ia menambahkan, partikel dalam asap yang terhirup dapat mengendap di dalam paru-paru dan menyebabkan kondisi terparah, yaitu kanker paru-paru hingga kematian. Kabut asap juga memperparah kondisi seseorang yang menderita asma dan penyakit jantung. Jika ini terhirup lebih banyak oleh anak-anak, akan melemahkan sistem imun mereka, sehingga mudah sakit. Selain itu, pencemaran ini juga akan mempengaruhi sel otak, khususnya pada balita. Kecerdasan anak akan menurun, bahkan bisa menyebabkan idiot.

 

Bagi ibu hamil, kabut asap juga dapat mengganggu perkembangan janin. Menurut dr. Azizman, polusi juga dapat membuat pertumbuhan otak janin menjadi lambat, sehingga kecerdasan otak dan IQ Si Kecil akan sangat rendah kelak.

 

Oleh karena itu, disarankan kepada para orangtua di wilayah setempat untuk mengingatkan anak-anak mereka agar tidak lagi berkeliaran di luar rumah, karena berisiko terhadap kondisi kesehatan pernapasan. Diharapkan, para warga terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia bisa segera dievakuasi.  Moms, yuk dukung bersama warga Riau yang sedang mengalami bencana kabut asap ini. (Aulia/DMO/Dok. Pribadi)