Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

6 Penyakit yang Sering Dikira Menular, Padahal Tidak

6 Penyakit yang Sering Dikira Menular, Padahal Tidak

Menjaga Si Kecil agar tidak tertular penyakit? Hal itu pasti menjadi prioritas para orang tua ya, Moms. Namun Anda harus tahu, tidak semua penyakit itu menular, lho! Hanya karena penyakit tersebut membuat penderitanya terlihat tersiksa, bukan berarti penyakitnya pasti menular. Yuk, kenali beberapa contoh penyakit yang sering dikira menular, padahal tidak sama sekali.

1. Psoriasis

Walau penderita psoriasis terlihat tidak nyaman, namun penyakit kulit ini ternyata tidak menular. Psoriasis adalah penyakit autoimun di mana sistem imunitas tubuh justru menyerang kulit. Ini tidak disebabkan oleh mikroorganisme yang bisa ditularkan dari satu manusia ke manusia lainnya. 

2. Gangguan Pernapasan

Kalau sudah bicara mengenai gangguan pernapasan, Moms pasti langsung bergumam "duh, pasti menular, nih!" di dalam hati. Padahal, banyak gangguan pernapasan yang tidak menular lho, Moms. Contoh saja asma dan hipertensi pulmonal yang menyerang saluran pernapasan, namun penyakit tersebut tidak menular.

3. Bronkitis

Ya, kebanyakan kasus bronkitis memang menular, namun ternyata ada juga yang tidak menular. Mengutip TheHealthy.com, bronkitis akut biasanya terjadi karena infeksi saluran pernapasan atas yang menjalar ke dada, disebabkan oleh virus, dan ini tentu saja menular. Namun ada juga bronkitis kronis yang tidak menular. Ini biasanya terjadi akibat merokok jangka panjang atau paparan polusi lingkungan dalam jangka panjang juga.

4. Malaria

Penyakit yang cukup sering terjadi di Indonesia ini tidak ditularkan dari manusia ke manusia, melainkan dari nyamuk ke manusia. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles yang terinfeksi dan membawa parasit bernama Plasmodium.

Ketika Anopheles menggit manusia, maka parasit pun ikut dilepaskan ke aliran darah, hingga terinfeksilah sel darah merah manusia. Namun Anda mungkin saja tertular malaria dari manusia, misalnya lewat transfusi darah, bertukar jarum suntik, atau selama kehamilan dan persalinan. 

5. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit yang biasanya disingkat ISK ini memang sering terjadi setelah hubungan seksual dengan higiene rendah, namun ISK bukan penyakit menular seksual, lho. "Hubungan seksual bisa meningkatkan penyebaran ISK, tapi hanya dengan kontak fisik yang mengontaminasi uretra (saluran kemih), bukan dari infeksi yang menyebar dari satu pasangan ke pasangan lainnya," ujar Dr. Matthew Mintz, lektor kedokteran klinis di George Washington University School of Medicine, pada TheHealthy.com.

6. Tetanus

Kalau Anda mengira tetanus terjadi karena menginjak paku berkarat, maka Anda salah kira, Moms. Paku berkarat yang bisa menyebabkan tetanus adalah jika paku tersebut sudah terkontaminasi spora dari Clostridium tetani.

Menurut National Foundation for Infection Diseases, tetanus tidak menular dari manusia ke manusia. Tetanus terjadi karena kerusakan sistem syaraf oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk melalui luka terbuka dan tidak dirawat dengan baik. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)