Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ini 7 Jenis Istirahat yang Anda Butuhkan Menurut Terapis

Ini 7 Jenis Istirahat yang Anda Butuhkan Menurut Terapis

Bagi Anda pekerja, work from home atau bekerja dari rumah di masa pandemi rasanya membuat kita harus siap siaga mengerahkan semua waktu untuk selalu ada kapan pun ketika dibutuhkan. Meski seharusnya kita sudah mulai terbiasa dengan sistem kerja baru tersebut, tetap saja hal ini akan jadi sangat melelahkan bagi banyak orang karena rasanya kita jadi tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dengan benar.

Meski disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas lainnya, tetap saja istirahat merupakan hal yang penting untuk tubuh, sama halnya dengan makan dan berolahraga. Istirahat tidak selalu selalu identik dengan istirahat fisik dan mental saja. Namun banyak jenis istirahat lainnya yang dibutuhkan setiap orang.

Tasha Bailey, seorang konselor trauma dan terapis, mengungkapkan jenis-jenis istirahat yang kita semua butuhkan, di antaranya:

1. Istirahat Fisik

Istirahat fisik menjadi jenis istirahat pertama yang tentunya dibutuhkan setiap orang. Bailey mengatakan setiap orang harus memastikan bahwa tubuh mereka dapat "mengisi ulang" daya dan tenaga tubuhnya dengan membiarkan tubuh lebih santai atau relaks. Istirahat fisik ini bisa Anda lakukan antara lain dengan cara tidur siang, tidur lebih awal dari biasanya, melakukan yoga, dan meluangkan waktu untuk makan siang dengan tenang.

2. Istirahat Mental

Tak kalah penting, seseorang juga perlu mengistirahatkan mentalnya. Manfaatkan waktu untuk memulihkan mental Anda, terutama saat Anda sudah merasa sulit berkonsentrasi. Istirahat mental ini misalnya dengan melepaskan diri dari gadget, memberikan afirmasi positif pada diri Anda, atau memainkan musik favorit.

3. Istirahat Emosional

Istirahat emosional berarti melepaskan beban emosional Anda. Anda bisa meluapkan atau membagikan emosi Anda dengan orang tercinta. Namun bila Anda merasa tidak nyaman berbicara dengan teman atau kerabat, cobalah berbicara dengan terapis.

4. Istirahat Sosial

Sederhananya, istirahat sosial berarti bagaimana kita mencoba untuk berhubungan kembali dengan diri sendiri. Mengembalikan diri kita dengan berbicara dengan mentor dan teman kita serta menghabiskan waktu dengan orang yang dapat mendukung dan menegaskan kita adalah beberapa hal yang dapat Anda nikmati.

5. Istirahat dari Kreativitas

Untuk membuat diri Anda tetap bersemangat dan menemukan lebih banyak inspirasi, istirahat dari kreativitas itu penting dilakukan. Terkadang melepaskan diri dari kreativitas kita sendiri dan beralih ke kreativitas orang lain juga dapat membantu.

Istirahat dari kreativitas ini bisa Anda lakukan dengan membaca buku, berjalan-jalan, atau melihat karya seni orang lain. Bahkan membersihkan meja kerja dan merapikan kamar juga dapat membantu menenangkan pikiran Anda.

6. Istirahat Sensorik

Istirahat sensorik ini berarti mundur atau menjauhkan diri Anda sejenak dari beban indrawi dengan berhubungan kembali dengan diri Anda sendiri. Cobalah matikan gadget Anda dan hiruplah udara segar sehingga Anda bisa mendapatkan istirahat indrawi. Olahraga di luar ruangan juga bisa menjadi alternatif untuk istirahat dari beban indrawi.

7. Istirahat Spiritual

Menurut Bailey, istirahat spiritual dibutuhkan untuk merasa berlabuh dan disesuaikan dengan tujuan dan harmoni kita. Istirahat spiritual ini bisa Anda dapatkan dengan cara membaca kitab suci atau tulisan filosofis, bermeditasi, dan menjadi sukarelawan. Bila Anda belum pernah mencoba meditasi, Anda bisa mencoba menarik napas dalam-dalam sebagai permulaan. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)