Type Keyword(s) to Search
BABY

Mulut Bayi Menganga saat Tidur, Apakah Berbahaya?

Mulut Bayi Menganga saat Tidur, Apakah Berbahaya?

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan Youtube Mother & Beyond

Melihat bayi tertidur memang memberi ketenangan sendiri bagi orang tua ya, Moms. Anda bisa puas memandangi wajah Si Kecil yang menggemaskan sambil mengelus lembut pipinya, tentunya sembari sesekali mencium dan memeluk tubuh Si Kecil yang lucu banget. Namun, saat Moms memperhatikan bayi Anda tertidur, Anda tersadar kalau Si Kecil sering tidur dengan mulut menganga.

Anda pun mulai khawatir, karena posisi tidur menganga ini membuat bayi Anda jadi bernapas dengan mulutnya, bukan dengan hidung. Bahaya enggak, sih? Untuk menjawabnya, ketahui informasi penting seputar bayi tidur dengan mulut menganga berikut ini, Moms!

Tanda gangguan napas

Moms harus tahu, sejak baru lahir, bayi sudah bernapas menggunakan hidungnya, kecuali saluran napas di hidungnya tertutup atau bermasalah. Mengutip Healthline Parenthood, kebanyakan bayi (hingga usia 3-4 bulan) belum mengembangkan kemampuan atau refleks bernapas dari mulut, kecuali ketika mereka menangis.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Pediatrics, bayi bernapas lewat mulut saat tidur mungkin terjadi sebagai respons dari beberapa masalah di sistem pernapasan bagian atas, seperti hidung dan tenggorokan. Penyebabnya beragam, bisa hidung tersumbat karena pilek atau alergi, dan bisa juga karena masalah kesehatan lain yang lebih rumit.

Selain tanda gangguan napas, bayi yang bernapas lewat mulut bisa juga karena kebiasaan yang sulit dilepaskan. Padahal, bernapas dengan mulut tentunya tidak seefisien bernapas lewat hidung, tidak memberikan oksigen dengan baik ke paru-paru, dan tidak ada penyaring bakteri juga iritan masuk ke tubuh. Jika dibiarkan terus-menerus, ini tentu menjadi hal yang harus diwaspadai, Moms.

Baca juga: 6 Tips yang Bisa Anda Terapkan agar Bayi Tidur Nyenyak di Malam Hari

Penyebab tidur menganga pada bayi

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan bayi tidur dengan mulut menganga. Mengutip Healthline Parenthood, berikut ini 4 masalah yang kerap menyebabkan mulut bayi terbuka saat tidur.

1. Hidung mampet

Bayi mungkin tidur menganga karena hidungnya mampet tertutup lendir atau kotoran hidung lainnya. Ini lebih mungkin terjadi ketika Si Kecil mengalami influenza, selesma, atau alergi pada sesuatu. Berita baiknya, sebenarnya hidung bayi dapat membersihkan kotoran tersebut dengan sendirinya, tapi sementara waktu tubuhnya memilih napas dengan mulut karena hidung masih mampet.

2. Sleep apnea

Bernapas lewat mulut bisa menjadi tanda sleep apnea pada bayi, yang artinya ada masalah pada saluran pernapasan bagian atas. Pada bayi dan anak, ini biasanya disebabkan oleh pembengkakan tonsil atau disebut dengan adenoid. Gejala lainnya adalah mendengkur, henti napas sejenak saat tidur, batuk atau tersedak saat tidur, dan tidur tidak nyenyak.

3. Deviasi septum

Ini adalah kondisi ketika dinding tipis antara hidung kanan dan kiri berada tidak tepat di tengah. Akibat anak jadi sulit bernapas menggunakan hidung dan lebih memilih untuk bernapas menggunakan mulut, terutama saat tidur.

4. Kebiasaan

Unik tapi nyata, ada bayi yang bernapas lewat mulut karena terbiasa. Padahal, anak tersebut tidak memiliki masalah seperti sleep apnea, deviasi septum, atau hidung mampet. Umumnya, anak yang tidur dengan mulut menganga pernah mengalami sakit yang memaksanya bernapas lewat mulut. Namun karena terbiasa, hingga sehat pun Si Kecil masih melakukannya.

Baca juga: 8 Makanan yang Bisa Membuat Bayi Tidur Nyenyak

Cara mengatasinya

Jika bayi Anda terlihat kesulitan bernapas atau menunjukkan gejala lain dengan mulut terbuka, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Lakukan juga beberapa cara rumahan berikut ini untuk melegakan saluran pernapasan anak.

• Humidifier. Menjaga kelembapan udara bisa membantu meringankan hidung mampet. Jika tidak ada humidifier, Moms bisa mendudukkan anak di kamar mandi sambil menyalakan pancuran air panas agar kamar mandi beruap.

• Bulb syringe. Ini adalah alat penyedot lendir dan kotoran di hidung bayi. Setelah digunakan, jangan lupa untuk membersihkan dan menjaganya tetap steril, ya.

• Saline wash. Gunakan air saline untuk disemprotkan ke hidung anak. Ini adalah larutan garam yang bisa membantu mengencerkan lendir di hidung anak agar lebih mudah keluar.

• Hidrasi. Pastikan bayi Anda tidak mengalami dehidrasi. Jika Si Kecil masih di bawah 1 tahun, pastikan ia mengonsumsi cukup ASI atau susu, dan untuk anak di atas 1 tahun pastikan ia cukup minum air putih. Lendir di saluran pernapasan akan lebih sulit mengalir jika Si Kecil mengalami dehidrasi, Moms. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)