Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Normalkah Balita Jalan Jinjit? Ini Jawaban Dokter Anak

Normalkah Balita Jalan Jinjit? Ini Jawaban Dokter Anak

Melihat anak mulai bisa berjalan tentu menjadi salah satu milestone yang paling dinanti orang tua. Walaupun Si Kecil masih sering terjatuh, melihat usahanya berjalan pasti memberikan kebahagiaan tersendiri buat Anda ya, Moms. Hingga suatu hari Anda menyadari Si Kecil terus-menerus berjalan jinjit atau cara berjalannya bertumpu pada jari-jari kaki. Kenapa, ya?

Pada fase awal anak belajar berjalan, jinjit atau toe walking mungkin normal. Namun, sampai kapan anak berjalan jinjit tergolong normal? Yuk, ketahui beberapa fakta penting dari berjalan jinjit berikut ini, Moms!

Baca juga: Moms, Lakukan Cara Ini untuk Melatih Bayi Berjalan Sendiri

Normalkah anak jalan jinjit?

Jalan jinjit atau jalan bertumpu pada jari-jari kaki adalah hal yang wajar terjadi pada anak, khususnya mereka yang baru belajar berjalan. Apakah ini normal? Menurut dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A, hal ini masih bisa disebut normal sampai usia anak 2 tahun. "Setelah 2 tahun anak mulai menyesuaikan dengan pola jalan seperti orang dewasa," tambah dokter yang akrab disapa dr. Lucy ini.

Jika anak Anda usianya sudah lebih dari 2 tahun dan masih sering berjalan jinjit, berbahayakah hal tersebut? Mengutip Mayo Clinic, cara jalan jinjit pada anak di atas 2 tahun bisa jadi karena kebiasaan. Asalkan tumbuh kembang anak normal, maka berjalan jinjit bukanlah hal yang berbahaya.

Namun, selain karena faktor kebiasaan, jalan jinjit pada anak 2 tahun ke atas juga bisa mengindikasikan masalah kesehatan lho, Moms. Menurut Mayo Clinic, ini bisa jadi tanda anak mengalami cerebral palsy, muscular dystrophy, dan gangguan spektrum autisme.

Dampak jalan jinjit

Ada beberapa dampak dari anak jalan jinjit, yakni:

  • Lebih mudah tersandung atau cedera
  • Berjalan tidak efisien (boros energi)
  • Beban ke otot betis bisa menyebabkan kram
  • Nyeri pada kaki
  • Kaki kapalan (kalus)
  • Sepatu cepat rusak/sulit cari sepatu yang cocok
  • Keterbatasan lingkup gerak sendiri pergelangan kaki.

Penyebab anak jalan jinjit

Umumnya, jalan jinjit adalah soal kebiasaan dari masa anak belajar berjalan. Namun, dalam beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, penyebab anak jalan jinjit adalah sebagai berikut:

1. Kelainan bawaan. Muscular dystrophy adalah contoh gangguan genetik yang bisa membuat anak jalan jinjit. Ini adalah kondisi di mana serat otot sangat rentan rusak atau melemah seiring bertambahnya waktu.

2. Idiopatik. Ini adalah penyebab yang tidak diketahui. Menurut dr. Lucyana, sebenarnya anak bisa berjalan normal, tapi lebih suka jalan jinjit. Pada 30-42 persen anak dengan habitual toe walking atau jalan jinjit karena kebiasaan ini, faktor pemicunya adalah adanya riwayat keluarga yang punya kebiasaan jalan jinjit juga.

3.Cerebral palsy. Jalan jinjit bisa disebabkan oleh gangguan pergerakan, massa otot, atau postur, yang disebabkan oleh kecelakaan atau perkembangan tidak normal di bagian otak yang belum matang. Akibatnya otak menjadi kesulitan mengendalikan fungsi otot, hingga terjadilah masalah saraf seperti jalan jinjit.

4. Masalah otot. Salah satu penyebabnya adalah otot tendon bernama Achilles yang lebih pendek dibanding anak lain. Tendon ini berkaitan dengan otot kaki bagian bawah hingga bagian belakang tulang tumit. Jika tendon Achilles terlalu pendek, hal tersebut bisa membuat tumit anak sulit menyentuh permukaan.

5. Masalah prilaku gangguan spektrum autisme. Jalan jinjit sangat berkaitan dengan gangguan spektrum autisme, yang sangat memengaruhi kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Kapan harus ke dokter?

Walau banyak yang bilang jalan jinjit adalah hal normal, Anda tetap harus ekstra waspada memantau perkembangan Si Kecil, Moms. Menurut dr. Lucyana, Anda perlu membawa anak ke dokter spesialis tumbuh kembang jika usia Si Kecil sudah lebih dari 2 tahun dan masih berjalan jinjit. Bawa juga anak ke dokter jika ia sudah bisa berjalan normal, tapi dalam perkembangannya justru jalan jinjit.

Jangan lupa untuk memperhatikan gejala penyerta lainnya, seperti gangguan neurologis, gangguan gerak, dan masalah perkembangan lainnya. Intinya, tidak perlu panik berlebih jika anak jalan jinjit, tapi jangan disepelekan juga ya, Moms. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)