Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ini Dia 10 Strategi untuk Membesarkan Anak yang Bahagia

Ini Dia 10 Strategi untuk Membesarkan Anak yang Bahagia

Apa jawaban Moms saat ditanya, "Apa yang Anda inginkan untuk Si Kecil?" Bagi banyak orang tua, "tumbuh menjadi anak yang bahagia", adalah jawabannya. Sayangnya, terkadang menyeimbangkan apa yang terbaik bagi Si Kecil, seperti kesuksesan dan kepintaran, dengan apa yang membuatnya bahagia bisa cukup menyulitkan.

Mengutip buku Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents, umumnya orang yang bahagia cenderung lebih sukses, baik soal percintaan maupun pekerjaan. Maka, bisa dibilang membesarkan anak menjadi bahagia tak kalah penting.

Berikut ini ada 10 cara yang bisa Moms lakukan untuk membesarkan anak yang bahagia, seperti dikutip dari buku tersebut. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Menjadi orang tua yang bahagia

Meski terdengar egois, hal ini penting, lho. Dr. Christine Carter, sosiolog dan penulis buku Raising Happiness: 10 Simple Steps for More Joyful Kids and Happier Parents, menyatakan bahwa ada keterkaitan jelas antara ibu yang depresi dengan perilaku buruk anak.

Menjadi orang tua yang bahagia adalah contoh langsung agar Si Kecil turut bahagia. Soalnya, mencontoh dan meniru adalah metode belajar utama Si Kecil di tahun-tahun pertamanya. Bahkan, proses meniru ini akan terus berlangsung hingga ia remaja. Lagi pula, kebahagiaan adalah sesuatu yang menular. Orang tua yang bahagia akan menularkan kebahagiaan pula kepada anaknya.

2. Makan malam bersama

Menurut beberapa penelitian, makan bersama keluarga secara rutin dapat menumbuhkan harga diri yang positif dan kesuksesan di sekolah pada anak. Si Kecil juga cenderung tidak menderita depresi atau keinginan untuk bunuh diri. Sebuah studi yang dimuat College of Family Physicians of Canada menemukan bahwa ada ikatan positif antara rutinitas makan bersama keluarga dengan meningkatnya rasa percaya diri dan kesuksesan anak di sekolah.

3. Ajarkan membuat relasi

Manusia adalah makhluk sosial, maka membangun relasi dan mengobrol dengan teman dapat membuat Si Kecil bahagia. Untuk memulainya, Moms bisa ajarkan anak melakukan kebaikan, seperti meminjamkan boneka atau berbagi makanan dengan teman. Yang perlu diingat, interaksi tatap muka tetap lebih baik daripada secara daring.

4. Latih optimisme

Shane J. Lopez, seorang psikolog dan peneliti, menyatakan bahwa seseorang yang penuh pengharapan tentang masa depannya akan merasa lebih bahagia dan senang. Oleh karena itu, mengajarkan Si Kecil untuk optimis adalah salah satu hadiah terindah yang bisa Anda berikan kepadanya. Moms bisa mulai dengan meminta Si Kecil membuat daftar tentang hal yang ia syukuri setiap hari.

5. Disiplin diri

Di buku ini disebutkan bahwa anak yang memiliki disiplin diri cenderung memiki kesuksesan dan intelegensi yang tinggi di masa depan. Menolak gratifikasi, tidak mudah tergoda rayuan, dan tegas dapat mendorong Si Kecil tumbuh menjadi pribadi yang bahagia. Moms bisa mulai ajarkan hal ini dengan membuat rutinitas, menyusun aturan rumah, dan memberikan hadiah serta konsekuensi atas perilaku Si Kecil.

6. Fokus pada perbaikan, bukan kesempurnaan

Meminta anak menjadi sempurna hanya akan membuat Si Kecil selalu merasa tidak cukup. Kesempurnaan mendorong Si Kecil membuat ekpektasi yang tidak realistis dan stres. Untuk itu, selalu pastikan bahwa ekspektasi Anda adalah anak bekerja keras untuk memperbaiki diri, bukan hasil yang sempurna. Hargai dan puji setiap perbaikan kecil yang ia buat. Selain itu, Moms juga bisa dorong Si Kecil untuk keluar dari zona nyamannya untuk mewujudkan hal yang ia inginkan.

7. Tingkatkan waktu bermain dan berolahraga

Anak membutuhkan waktu bermain yang cukup agar fisik, emosi, dan intelegensinya dapat berkembang dengan optimal. Sayangnya, banyak orang tua yang menganggap bermain adalah sebuah hal rekreasional, bukan sarana belajar. Selain bermain, berolahraga juga sangat penting agar tubuh Si Kecil bisa berfungsi dengan baik, seperti pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

8. Buat kebiasaan untuk bahagia

Secara umum ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh orang yang bahagia, dan mengajarkannya kepada anak dapat mendorongnya menjadi pribadi yang bahagia pula. Beberapa kebiasaan tersebut antara lain beristirahat yang cukup, berbagi dengan sesama, menghabiskan waktu di luar ruangan, bersyukur, dan menghabiskan waktu dengan orang yang disayang.

9. Ciptakan suasana yang kondusif

Buat rumah menjadi sebuah tempat yang memancarkan suasana yang positif dan menyenangkan. Caranya, Moms bisa menyetel lagu yang menyenangkan setiap pagi di ruang keluarga, menggunakan kalimat positif kepada anggota keluarga, dan mengadakan waktu keluarga yang rutin.

10. Ajarkan anak memahami emosinya

Kedewasaan emosi tidak memandang usia dan perlu diajarkan pada Si Kecil sejak dini. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengajarkannya, yakni mendorong anak untuk berempati, mengenali emosi, dan memvalidasinya. Melakukan hal ini secara konsisten dapat membantu Si Kecil untuk memahami emosinya dan cara melaluinya. (M&B/Gabriela Agmassini/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Fromfamily & lifestyle