Type Keyword(s) to Search
BABY

5 Jenis Gangguan Napas yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

5 Jenis Gangguan Napas yang Sering Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Selama berada di dalam kandungan, janin mendapatkan segala kebutuhannya dari tubuh ibu. Setelah lahir, begitu banyak hal yang harus ia lakukan sendiri, termasuk bernapas sendiri menggunakan paru-parunya. Kemampuan yang satu ini harus langsung dikuasai bayi segera setelah lahir, karena sudah tidak ada lagi tali pusat dan aliran darah Moms yang membantunya bernapas seperti saat masih di dalam rahim.

Ketika transisi perubahan bernapas dengan bantuan ibu menjadi bernapas dengan paru-paru tidak berjalan lancar, maka hal tersebut bisa menyebabkan gangguan napas pada bayi baru lahir. Apa saja gangguan pernapasan yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir? Waspadai beberapa masalah di bawah ini ya, Moms.

1. TTN

Mengutip Mom Junction, Transient Tachypnea of Newborn (TTN) adalah gangguan napas yang terjadi karena akumulasi cairan di paru-paru bayi baru lahir. Kondisi ini juga sering disebut paru-paru basah pada bayi baru lahir. Hal ini pernah dialami oleh anak ke-5 pasangan selebriti Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo.

TTN terjadi ketika tubuh bayi terlambat untuk mengeluarkan cairan di paru-parunya (ya, saat masih di dalam rahim, paru-paru bayi dipenuhi cairan ketuban). Hal ini tentu membuat bayi kesulitan bernapas normal, hingga terjadilah takipnea atau peningkatan jumlah pernapasan per menit yang melebihi normal. Hal ini juga kerap menyebabkan hiperventilasi atau gangguan ritme pernapasan tidak teratur atau lebih sering disebut dengan istilah ngos-ngosan.

TTN menyebabkan bayi baru lahir mengalami kesulitan bernapas dengan level sedang hingga berat. Kondisi ini mungkin butuh waktu 24-72 jam hingga bayi bisa bernapas normal, tetapi dapat berakibat fatal jika telat ditangani.

2. RDS

Respiratory Distress Syndrome (RDS) merupakan gangguan pernapasan yang kerap terjadi pada bayi baru lahir, khususnya bayi prematur. Mengutip Medline Plus, kebanyakan kasus RDS terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37-39 minggu. Semakin prematur bayi tersebut, semakin rentan pula ia mengalami RDS.

RDS terjadi karena paru-paru bayi belum terbentuk dengan sempurna saat ia dilahirkan, sehingga belum siap untuk digunakan dengan baik. Selain itu, kondisi RDS juga membuat bayi tidak mampu menghasilkan surfaktan, suatu cairan yang melapisi bagian dalam paru-paru. Surfaktan sangat penting untuk membantu bayi baru lahir dapat menghirup oksigen dan bernapas lega.

3. MAS

Meconium Aspiration Syndrome (MAS) adalah kondisi di mana mekonium (kotoran pertama bayi) terhirup oleh paru-paru janin dan menyumbat saluran pernapasannya ketika lahir. Sebuah studi yang dimuat di Medical Journal Armed Forces India menemukan bahwa 4-10 persen bayi yang mengeluarkan mekonium saat masih di dalam rahim mengalami MAS.

Saluran pernapasan bayi yang tersumbat mekonium dapat menyebabkan peradangan yang membuat paru-parunya bengkak. Jika tidak segera ditangani dengan baik, kasus MAS dapat semakin buruk hingga menyebabkan pneumonia lho, Moms.

4. BPD

Bronchopulmonary Dysplasia (BPD) juga dikenal dengan sebutan penyakit paru kronis. Penyakit ini merupakan kondisi yang terjadi ketika bayi memiliki sindrom gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik hingga lebih dari satu bulan setelah kelahiran. Kasus ini umumnya terjadi pada bayi prematur, tetapi juga bisa mengancam bayi cukup bulan.

Penyebab BPD umumnya adalah peradangan dan terjadinya jaringan parut di paru-paru bayi baru lahir yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Penyebab awalnya adalah sindrom gangguan napas yang lain, yang membutuhkan alat bantu napas atau ventilator. Perlu Moms ketahui, mesin ventilator memberikan tekanan saturasi oksigen tinggi, yang jika terus digunakan dalam jangka waktu lama bisa merusak paru-paru bayi.

5. PPHN

Persistent Pulmonary Hypertension in the Neonate (PPHN) atau hipertensi paru pulmonar adalah gangguan pernapasan akibat tekanan pembuluh darah dari jantung ke paru-paru lebih tinggi daripada level normalnya. Akibatnya, jantung bayi baru lahir mengalami kesulitan untuk mengalirkan oksigen dalam darah ke seluruh tubuh.

Mengutip Cleveland Clinic, PPHN merupakan masalah pernapasan serius yang tidak boleh disepelekan. Berbeda dengan gangguan napas pada bayi baru lahir lainnya, PPHN justru lebih sering terjadi pada bayi yang lahir cukup bulan atau bayi yang lahir lebih dari usia kehamilan 34 minggu. (M&B/Tiffany/SW/Foto: Freepik)