Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari Anak dengan ADHD

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari Anak dengan ADHD

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder merupakan gangguan mental yang menyebabkan seorang anak kesulitan untuk memusatkan perhatian serta berperilaku impulsif dan hiperaktif. Gangguan ini biasanya ditangani dengan program edukasi, intervensi psikologis, dan medikasi.

Namun, tahukah Moms bahwa menerapkan pola makan sehat pada anak ADHD juga bisa membantu mengatasi masalah tersebut? Dengan memberikan makanan bergizi seimbang dan kaya nutrisi diharapkan ini bisa mengelola ADHD pada anak Anda secara efektif. Nah, berikut ini nutrisi penting yang harus dipenuhi oleh anak ADHD, Moms.

1. Zat besi

Kekurangan zat besi dalam tubuh bisa menyebabkan anemia defisiensi besi dan secara substansial dapat memengaruhi metabolisme dopamin. Kekurangan zat kimia dopamin sendiri diketahui bisa membuat seseorang kurang konsentrasi serta motivasi, layaknya anak yang mengidap ADHD. Maka, pastikan Moms memberikan makanan kaya zat besi seperti bayam, daging merah, buncis, kacang polong, dan makanan laut.

2. Zinc

Zinc merupakan nutrisi penting yang dikaitkan dengan fungsi otak dan perkembangannya. Hal ini penting untuk penyembuhan jaringan dan sistem kekebalan tubuh. Berikan Si Kecil makanan kaya zinc seperti jamur, bayam, ayam, daging sapi, udang, kacang merah, buncis, dan kacang mete.

3. Magnesium

Magnesium merupakan mineral yang bertanggung jawab atas lebih dari 300 reaksi enzimatik dalam tubuh, yang memainkan peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme dan pertumbuhan tulang, fungsi sistem kekebalan tubuh, pelepasan neurotransmitter, fungsi saraf, dan sebagainya. Karena itu, pastikan Si Kecil mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium seperti alpukat, pisang, bayam, labu, beras merah, susu rendah lemak, kurma, dan kismis.

4. Asam lemak 

Makanan kaya asam lemak juga bisa membantu memperbaiki kondisi ADHD, karena setiap sel dalam tubuh terdiri dari lemak, termasuk sel-sel otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 berguna untuk meningkatkan fungsi otak. Kedelai, tahu, kenari, tuna, dan salmon merupakan beberapa makanan kaya asam lemak yang baik untuk anak.

5. Serat 

Serat dapat membantu proses penyerapan nutrisi dan mengeluarkan racun dari tubuh. Semangka, jambu biji, kacang-kacangan, jagung, gandum, sayuran berdaun hijau, dan jeruk, menjadi pilihan makanan yang mengandung serat untuk Si Kecil.

6. Asam folat

Asam folat atau vitamin B9 berperan penting dalam proses sintesis dan perbaikan DNA. Selain itu, asam folat juga merupakan elemen untuk pertumbuhan sel dan jaringan. Pastikan anak Anda mengonsumsi makanan kaya asam folat seperti sayuran berdaun hijau tua, buah-buahan, kacang-kacangan, produk susu, daging, telur, makanan laut, dan biji-bijian.

7. Vitamin C

Vitamin C memainkan peran penting sebagai antioksidan dalam tubuh yang membantu melindungi sel dari infeksi. Berikan makanan kaya akan vitamin C pada Si Kecil seperti jambu biji, paprika merah, jeruk, strawberry, brokoli, peterseli, dan mangga.

8. Protein

Protein merupakan salah satu nutrisi yang sering dikaitkan dengan perhatian dan fokus. Tubuh juga membutuhkan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan. Beberapa makanan kaya protein yang baik untuk anak dengan ADHD adalah selai kacang, daging merah, telur, kedelai, tahu, brokoli, ikan, dan unggas.

Hindari makanan berikut!

Selain memenuhi makanan bernutrisi seperti di atas, anak dengan ADHD disarankan untuk menghindari makanan berikut ini, Moms.

1. Makanan olahan

Makanan olahan biasanya dibuat dengan bahan buatan dan senyawa sintetis yang tidak menyatu dengan baik dengan kimia alami tubuh anak. Mengonsumsi makanan tidak sehat ini secara langsung dikaitkan dengan tekanan emosional.

2. Makanan yang mengandung zat aditif

Zat aditif seperti natrium benzoat yang digunakan untuk meningkatkan umur produk secara negatif diketahui bisa membuat anak lebih hiperaktif.

3. Makanan yang membuat anak alergi

Beberapa anak mungkin alergi terhadap bahan buatan, zat aditif, pewarna buatan, dan rasa yang ditemukan dalam makanan olahan. Bila anak Anda mengonsumsinya, tak heran bila ia sering mengalami perubahan suasana hati atau masalah perilaku lainnya.

4. Makanan yang mengandung gula

Mengonsumsi makanan tinggi gula bisa menyebabkan fluktuasi kadar gula dalam darah sehingga berpengaruh pada perubahan perilaku anak.

5. Makanan yang mengandung pewarna dan perasa buatan

Sebagian besar pewarna dan perasa buatan yang digunakan dalam produk-produk minuman ringan dan jus buah bisa dikaitkan sebagai penyebab hiperaktif pada anak. (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Fromtoddler