Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ini Dampak Keguguran pada Hubungan Anda dan Pasangan

Ini Dampak Keguguran pada Hubungan Anda dan Pasangan

Moms, ingat waktu pertama kali Anda mendapati tanda dua garis biru pada tes kehamilan Anda? Tentu rasanya membahagiakan ya, apalagi bila ini merupakan kehamilan yang ditunggu-tunggu. Kehamilan memang bisa mengubah kehidupan seorang wanita secara tiba-tiba, begitu juga dengan hubungan Anda dan pasangan.

Ketika tahu hamil, Anda dan pasangan pasti sangat bersemangat dan mulai membuat rencana untuk masa depan. Anda berdua mungkin mulai bertanya pada diri sendiri, "Nanti kita akan menjadi orang tua seperti apa, ya?", membayangkan seperti apa kehidupan keluarga Anda kelak ketika Si Kecil hadir, atau bahkan sudah tak sabar ingin mengajak Si Kecil melakukan berbagai aktivitas seru bersama. Tentunya membicarakan hal-hal tersebut sangatlah menyenangkan dan tak akan ada habis-habisnya.

Namun bagaimana bila Anda dan pasangan ternyata harus dihadapkan dengan insiden keguguran? Tentunya kita tahu bahwa keguguran adalah pengalaman yang menyakitkan dan emosional, bukan hanya bagi ibu yang mengandung tapi juga bagi pasangannya.

Ketika keguguran terjadi, rasanya seolah-olah semua mimpi yang Anda ukir bersama pasangan tentang masa depan tiba-tiba terhenti. Maka, tak mengherankan bila keguguran memang bisa memengaruhi hubungan Anda dan pasangan.

Bagaimana keguguran memengaruhi hubungan pasangan suami istri?

Setelah terjadi keguguran, Anda dan pasangan biasanya mengalami siklus emosi yang sama, yang sering dikaitkan dengan kesedihan, yaitu penyangkalan, kemarahan, rasa bersalah, perasaan hampa, dan kerinduan.

Dalam menghadapi kehilangan tersebut, beberapa pasangan mungkin akan berusaha bersama untuk menghadapi kenyataan pahit ini. Namun, buat pasangan lain mungkin akan sulit untuk berbagi kesedihan mereka, mengingat setiap pasangan juga memiliki cara yang berbeda saat menangani kehilangan.

Ada pula pasangan yang merasa bahwa mereka tidak dapat saling mendukung satu sama lain dan akhirnya merasa terisolasi serta sendirian. Pasalnya, meski antara keguguran dan beberapa kehilangan lainnya memiliki beberapa kesamaan, tetapi kehilangan bayi tetap ada perbedaan, terutama dalam hal hubungan pasangan suami istri.

Misalnya, jika pasangan Anda kehilangan orang tua, Anda bisa mengambil peran pendukung selama ia berduka. Namun, beda dengan keguguran. Setelah kehilangan bayi, Anda dan pasangan akan butuh dukungan. Jika memang Anda berdua tidak bisa saling mendukung, maka Anda perlu menemukan dukungan. Mungkin Anda dan pasangan bisa berkonsultasi dengan praktisi kesehatan seperti psikolog.

Pasalnya ketika Anda dan pasangan bisa menemukan cara untuk berbagi kesedihan dan saling mendukung setelah insiden keguguran ini, Anda berdua mungkin menemukan bahwa kehilangan bisa membawa hubungan Anda jadi lebih dekat daripada sebelumnya.

Saling mendukung satu sama lain usai keguguran

Selain melakukan konseling dengan praktisi kesehatan, cobalah juga untuk saling memberi ruang dan waktu. Bersiap dan terimalah kesedihan Anda dan penyembuhannya yang mungkin akan memakan waktu lebih lama untuk satu pasangan daripada yang lain. Bicarakan tentang apa yang Anda alami dan cobalah untuk lebih terbuka tentang perasaan Anda.

Tak ada salahnya juga untuk mengadakan acara keagamaan buat mengenang dan mendoakan mendiang Si Kecil, yang mungkin bisa membantu Anda dan pasangan dalam memproses kehilangan dan penyembuhannya, atau berbagi dengan orang tua lain yang pernah mengalami rasa sakit karena keguguran. Pada akhirnya, Anda dan pasangan perlu saling memberikan dukungan sehingga hubungan Anda berdua akan makin dekat (M&B/Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)