Type Keyword(s) to Search

Tips Dokter Anak dalam Merawat Kesehatan Bayi Prematur

Tips Dokter Anak dalam Merawat Kesehatan Bayi Prematur

Dijawab oleh Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi RS Pondok Indah – Pondok Indah.

T: Apa saja tips dalam merawat kesehatan bayi prematur?

J: Selain harus memantau dengan ketat nutrisi, kejiwaan, dan tumbuh kembang anak agar sesuai dengan grafik pertumbuhan, bayi prematur perlu sesering mungkin diberikan perawatan metode kanguru (PMK). PMK adalah cara terbaik untuk memberikan kehangatan dan kenyamanan pada bayi. PMK dapat dilakukan oleh orang tua atau anggota keluarga sehat secara bergantian. Inilah salah satu momen kasih sayang antara orang tua dan sang buah hati.

Keuntungan PMK:

• Bayi lebih tenang, tidur lebih nyaman, dan frekuensi menangis lebih sedikit

• Tanda vital bayi, seperti pernapasan, lebih stabil

• Mempermudah pemberian ASI dan meningkatkan keberhasilan menyusui

• Membantu menaikkan berat badan bayi prematur

• Membangun hubungan cinta dan kasih sayang antara orang tua dan bayi.

Cara memberikan PMK:

• Bayi dibiarkan telanjang (hanya mengenakan popok, kaus kaki, dan topi). 

• Jaga posisi dan leher bayi agar tetap bernapas dengan baik. Palingkan kepala bayi sedikit menengadah ke sisi kanan atau kiri agar dapat bernapas dengan nyaman.

• Amankan posisi bayi dengan kain panjang atau pengikat lainnya.

• Kaki bayi diletakkan dalam posisi "kodok", sedangkan tangannya menekuk.

• Usahakan agar perut bayi menempel pada perut ibu bagian atas dan tidak tertekan.

• Jika ibu hendak berdiri, pastikan ikatan kain kuat agar bayi tidak tergelincir.

Durasi PMK: 

• PMK Intermitten: PMK hanya saat ibu mengunjungi bayi dengan durasi minimal 1 jam. Ditujukan untuk bayi dalam perawatan intensif di rumah sakit.

• PMK Kontinu: PMK dilakukan sepanjang waktu, untuk bayi yang sudah stabil dan pindah ke ruang rawat/rawat gabung di rumah sakit, atau sudah pulang ke rumah.

Biarkan bayi sendiri yang menentukan kapan PMK dihentikan. Bayi akan menendang dan gelisah ketika sudah tidak nyaman dilakukan PMK.

Tips merawat bayi kecil: 

• Persingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan, karena banyak virus dan bakteri di rumah sakit, padahal sistem imun Si Kecil sedang dalam proses penyempurnaan.

• Jaga kebersihan di rumah, selalu mencuci tangan sebelum menyentuh Si Kecil (terutama jika ada tamu).

• Jauhkan bayi dari paparan asap rokok.

• Pantau selalu pertumbuhan bayi. Jangan malas untuk membaca grafik pertumbuhan. Apabila grafik terus meningkat ke atas, tandanya perkembangan bayi baik, waspada apabila kurva mendatar atau bahkan menunjukkan garis yang menurun.

• Posisikan bayi tidur dalam posisi telentang, tanpa bantal dan selimut. Posisi tengkurap serta keberadaan bantal dan selimut dapat menutup hidung dan mulut bayi sehingga berisiko mengganggu pernapasan. Jika bayi diposisikan tengkurap, Moms harus mengawasinya dan taruh Si Kecil di alas yang keras serta singkirkan bantal dan selimut.

• Ibu harus cukup istirahat. Selain merawat Si Kecil, Moms juga harus memulihkan diri dari proses persalinan. Minta bantuan keluarga untuk menyelesaikan kegiatan rumah tangga agar Anda cukup istirahat.

• Dukungan emosional dari keluarga. Seluruh anggota keluarga berperan penting dalam merawat dan mengasuh bayi prematur.

• Lengkapi imunisasi Si Kecil ke tenaga kesehatan. Pemberian imunisasi bayi prematur berdasarkan usia sejak lahir (kronologis) seperti halnya bayi cukup bulan (mengacu pada buku KIA).

• Jangan lupa memberikan vitamin A untuk Si Kecil. Jadwal pemberian vitamin A sesuai usia kronologis, seperti halnya bayi cukup bulan (mengacu pada buku KIA).

• Mengenali tanda bahaya pada bayi kecil, jika ditemukan 1 (satu) atau lebih tanda bahaya di bawah ini, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan ya!

  • Muntah darah

  • BAB berdarah

  • Tidak BAB lebih dari 7 hari (bayi ASI eksklusif); tidak BAB lebih dari 3 hari (bayi dengan susu formula) disertai perut bayi membuncit dan mengganggu proses menyusu

  • Tali pusat kemerahan, berbau, atau bernanah

  • Muntah hijau

  • Diare

  • Sesak napas (laju napas lebih dari 60 kali/menit disertai tarikan dinding dada)

  • Hipotermia (suhu tubuh bayi kurang dari 36,5 derajat Celsius dan tidak aktif)

  • Kulit dan mata bayi kuning

  • Kulit tampak pucat

  • Tampak lemas

  • Tidak mau menyusu

  • Kejang

  • Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,5 derajat Celsius).

T: Bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang bayi prematur?

J: Secara kejiwaan, pasti usia prematur berapa pun belum siap, maka harus diawasi jangka panjang, harus dilindungi dan didukung. Bayi prematur harusnya lahir saat di dalam kandungan ia mendapat nutrisi yang luar biasa tinggi untuk mendapatkan pertumbuhan yang pesat, berarti ketika lahir nutrisi yang hilang itu harus digantikan, harus dipantau dengan ketat agar anak tidak tertinggal.

Ingat, kasus stunting 28 persen disumbang oleh bayi prematur yang tidak mendapatkan nutrisi yang benar. Maka saat ini sedang digalakkan agar semua "melek grafik" dan jangan tertipu oleh kenaikan berat badan bayi prematur, karena bisa jadi masih kurang dan tidak sesuai dengan grafik pertumbuhan. Para orang tua tidak boleh malas membaca grafik pertumbuhan anak dan mengikutinya.

Selain itu, hal yang harus dipantau adalah perkembangan anak. Perkembangan anak sendiri ada empat: motorik kasar, halus, bahasa, dan interaksi. Itu harus dipantau, terutama di usia koreksi, yaitu 2 tahun pertama, dan dipantau terus hingga setidaknya usia anak 8 tahun. Kini sudah ada aplikasi Pradini (untuk Android) dan PrimaKu (Android dan iOS) yang membantu memantau tumbuh kembang anak apakah sudah sesuai grafik atau tidak.

Bayi prematur juga dapat diberikan pemijatan secara rutin untuk mengoptimalkan perkembangannya. Pijat pada bayi prematur dilakukan ketika kondisi bayi telah stabil. Pemijatan dapat dilakukan kapan pun saat orang tua ingin memulai, setiap hari pada 6-7 bulan pertama usia bayi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memijat bayi:

• Jangan memijat bayi setelah ia makan atau disusui.

• Jangan membangunkan bayi hanya untuk dipijat.

• Jangan memijat saat bayi sakit.

• Jangan memijat dengan paksa.

• Jangan memaksakan posisi pijatan tertentu.

• Selalu perhatikan respons bayi saat pemijatan. Jika ia merasa tidak nyaman, rewel, hentikan. Silakan coba lagi saat bayi dalam kondisi nyaman. 

• Cuci tangan, keringkan, lalu gosok kedua telapak tangan sebelum memegang bayi agar hangat.

Tips memijat bayi:

• Lakukan kontak mata dengan bayi saat pemijatan, ajak bicara atau nyanyikan lagu.

• Mulai dengan sentuhan ringan dan perlahan, lalu tingkatkan tekanan pijatan saat bayi merasa nyaman.

• Perhatikan isyarat bayi seperti menangis, mengantuk atau kehausan. Hentikan pemijatan jika bayi mulai merasa tidak nyaman.

• Gunakan baby oil atau losion bayi, ratakan di tangan pemijat.

• Mandikan bayi setelah pemijatan dengan air hangat.

(Tiffany/SW/Dok. Freepik, RS Pondok Indah Group)