Type Keyword(s) to Search

Belajar Tatap Muka, Ini Panduan Imunisasi Anak Sekolah dari Dokter Anak

Belajar Tatap Muka, Ini Panduan Imunisasi Anak Sekolah dari Dokter Anak

Dijawab oleh: dr. Jeanne Ross Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI, Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Menyusui di RS Pondok Indah – Puri Indah

Sudah banyak anak yang kembali bersekolah dan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM), mungkin juga termasuk anak Anda ya, Moms. Nah, agar selalu sehat, ikuti panduan dokter anak berikut ini dalam memberikan imunisasi untuk anak usia sekolah. Yuk, simak penjelasannya, Moms.

T: Apa saja jenis imunisasi yang diperlukan untuk anak usia sekolah dan usia berapa sudah bisa diberikan?

J: Untuk anak usia sekolah, dapat dilihat jenis dan waktu pemberian imunisasi, sesuai dengan tabel di bawah. Misalnya untuk anak mulai sekolah pada usia 4-5 tahun, ada imunisasi ulangan DPT (usia 4-7 tahun), selain itu ada imunisasi influenza, dan imunisasi tifoid.

Imunisasi influenza jika sudah pernah diberikan, akan ada pengulangan sekali setiap tahun. Apabila belum pernah diberikan, pemberian imunisasi dilakukan 2 kali dengan interval minimal 4 minggu dan selanjutnya sekali setiap tahun.

Pemberian imunisasi mengenal sistem kejar imunisasi (catch-up) untuk imunisasi yang belum diberikan. Seperti terlihat di tabel, misalnya imunisasi tifoid. Apabila belum pernah diberikan di usia 2 tahun, dapat diberikan saat anak berusia 4-5 tahun.

T: Di tengah pandemi seperti saat ini, bagaimana panduan imunisasi yang tepat dan aman?

J: Saat pandemi, sebelum imunisasi diharapkan dalam seminggu terakhir, anak dan keluarga sudah dalam keadaan sehat. Imunisasi dapat dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menerapkan protokol kesehatan ketat. Misalkan ada pemisahan antara lokasi vaksinasi dan pemeriksaan anak sakit, ada baiknya sudah membuat waktu perjanjian dengan rumah sakit tersebut, dan pantau minimal 30 menit apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terjadi.

Apabila keluarga ingin mengikuti pelaksanaan vaksin secara lantatur (drive thru), pastikan kesehatan anak dan keluarga. Buat perjanjian dengan fasilitas kesehatan serta ikuti protokol pengamatan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang mungkin bisa terjadi.

T: Untuk anak usia 12+ yang sudah diberikan vaksin COVID-19, amankah untuk diberikan vaksin lainnya (seperti vaksin flu atau HPV misalnya)? Mohon berikan tipsnya.

J: Vaksin diberikan dengan tujuan pencegahan terhadap penyakit tertentu, jadi aman untuk memberikan vaksin lain mengikuti jadwal yang disarankan pemerintah dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Selain vaksin influenza dan HPV untuk anak perempuan di atas usia 12 tahun, cek apakah vaksin lain sudah dilengkapi juga; misalnya DPT, tifoid, dan lainnya. Beri jeda sebulan untuk pemberian vaksinasi lain setelah dosis vaksinasi COVID-19 lengkap. Jadwal imunisasi anak usia 12 tahun ke atas dapat dilihat pada tabel di atas.

(M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)