Type Keyword(s) to Search

Tips Konselor Laktasi untuk Mengoptimalkan Produksi ASI

Tips Konselor Laktasi untuk Mengoptimalkan Produksi ASI

“Banyak pasien saya yang menanyakan bagaimana caranya agar ASI banyak dan melimpah, tetapi tidak ada yang menanyakan bagaimana memenuhi kecukupan ASI untuk bayinya,” ujar dr. Sara Elise Wijono, Mres, Konselor Laktasi dari RSIA Bina Medika, saat ditemui M&B di webinar Mama’s Choice.

Kami mengerti, para Moms pasti punya kekhawatiran tidak bisa memberikan ASI dengan baik untuk bayinya, padahal ASI adalah satu-satunya sumber gizi terlengkap dan terpenting untuk bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Diketahui dari survei yang dilakukan Mama’s Choice kepada lebih dari 1.000 Mama, 66% ibu mengalami produksi ASI yang rendah selama menyusui. Bagi ibu baru, mengalami hal ini tentu saja bisa berdampak terhadap psikologis yang bisa memengaruhi tingkat stres mereka dan malah membuat produksi ASI tidak lancar.

Panik? #KurangiWorry dong, Moms, karena dr. Sara menyarankan para busui untuk tidak overthinking. Produksi ASI tidak harus melimpah ruah, yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan harian bayi Anda. Untuk itu, dr. Sara memberikan beberapa tips ampuh agar produksi ASI Moms bisa mencukupi kebutuhan ASI anak. Simak tips dr. Sarah yuk, Moms!

Menyusui sejak dini

Menurut dr. Sara, salah satu cara untuk memaksimalkan produksi ASI adalah dengan menyusui sejak dini. Maka sangat penting untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yang dilakukan segera setelah bayi lahir. Setelah itu, selalu rutin memberikan ASI untuk bayi Anda ya, Moms.

Semau bayi

Mungkin para ibu baru sering bingung, seberapa sering harus memberikan ASI untuk Si Kecil. Menurut dr. Sara, Moms perlu menyusui semau bayi. Ya, susui kapan saja bayi mau. Umumnya bayi menyusu sebanyak 8 sampai 12 kali dalam sehari. Sedangkan durasi untuk tiap menyusu umumnya 15 sampai 20 menit per payudara. Semakin rutin Anda memenuhi kebutuhan bayi untuk menyusu, tentu semakin lancar juga produksi ASI Anda.

Berikan ASI eksklusif

Ya, ASI memang sumber gizi terbaik bagi bayi, namun ketika umurnya sudah lebih dari 6 bulan, ASI saja tidak cukup lagi. Untuk itu, maksimalkan 6 bulan pertama kehidupannya dengan memberikan ASI eksklusif ya, Moms. Ibu bekerja khawatir tidak bisa memberikan ASI eksklusif? Anda pasti bisa, Moms! Dokter Sara menyarankan untuk rutin memompa ASI setidaknya setiap 3 jam sekali sejak berpisah dengan bayi. Ketika sudah bersama bayi, barulah Moms bisa menyusui langsung lagi. You can do it, Moms!

Perlekatan sempurna

Salah satu cara #KurangiWorry agar produksi ASI mencukupi kebutuhan bayi adalah memastikan posisi dan perlekatan menyusui sudah sempurna. Menurut dr. Sara, posisi menyusui yang salah dapat menyebabkan perlekatan tidak sempurna, yang kemudian dapat mengganggu proses menyusui. Terlebih, perlekatan yang salah juga bisa menyebabkan puting lecet, yang memberikan sensasi nyeri dan perih hebat setiap kali bayi menyusu langsung. Ingat singkatan CALM untuk memastikan perlekatan sempurna ya, Moms.

C: Chin (dagu) menempel pada payudara.

A: Areola bagian atas lebih terlihat daripada bagian bawah.

L: Lips (bibir) terlipat keluar.

M: Mouth (mulut) terbuka lebar.

Kenali tanda bayi ingin minum

Ada 3 tanda bayi ingin minum yang bisa Moms kenali dengan mudah. Dokter Sara menyebutkan tanda-tanda tersebut adalah tanda awal (saya lapar), tanda pertengahan (saya sangat lapar), dan tanda akhir (tenangkan saya, lalu beri saya minum). Mari kenali gerak tubuh bayi di setiap tanda ingin minum.

  • Tanda awal: Bayi gelisah, mulut terbuka, menengokkan kepala mencari puting.
  • Tanda pertengahan: Bayi meregangkan tubuh, bergerak aktif, dan memasukkan tangan ke mulut.
  • Tanda akhir: Bayi menangis, gelisah dan marah, juga warna kulit menjadi kemerahan.

Tanda bayi kenyang

Selain mengenali tanda bayi ingin minum, kenali juga tanda bayi kenyang berikut ini:

  • Bayi “melepas” payudara
  • Kepala bayi berpaling dari payudara
  • Bayi menutup mulut
  • Bayi terlihat tenang dan rileks
  • Bayi tertidur

Minum ASI booster

Agar ASI #LebihDeras dan berkualitas, mengonsumsi ASI booster juga bisa menjadi cara mudah lho, Moms. Mengerti akan kebutuhan ASI booster untuk mengoptimalkan ASI, Mama’s Choice meluncurkan Mama’s Choice Almond Powder dan Mama’s Choice Breastfeeding Support.

“Keunggulan Mama’s Choice Almond Powder adalah ASI booster pertama dengan kombinasi Fenugreek & DHA. Menurut beberapa penelitian, kandungan phytoestrogen dalam Fenugreek memiliki sifat yang sama dengan hormon estrogen yang membuat zat ini dapat bekerja pada reseptor hormon estrogen yang pada akhirnya meningkatkan produksi ASI,” tutur dr. Sara.

Dokter Sara menambahkan bahwa kandungan DHA pada Mama’s Choice Almond Powder juga dapat membantu perkembangan otak, mata, kekebalan, dan juga sistem saraf bayi. (M&B/Tiffany Warrantyasri/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Frombump to birth