Type Keyword(s) to Search

Bukan Cuma Mual Muntah, Fenomena Aneh Berikut Ini Juga Tanda Kehamilan

Bukan Cuma Mual Muntah, Fenomena Aneh Berikut Ini Juga Tanda Kehamilan

Kehamilan tidak hanya ditandai dengan mual, muntah, atau lemas. Tahukah Moms? Ada banyak tanda kehamilan lain yang tidak disadari atau bahkan mungkin terkesan aneh bagi Anda. Cek faktanya berikut ini.

1. Produksi saliva berlebih

Saliva atau ludah memiliki fungsi sebagai pelumas mulut agar tidak kering, membantu proses menelan, melindungi gigi dari bakteri, dan membantu pencernaan makanan. Pada wanita yang tengah hamil, sering kali kelenjar ludah memproduksi saliva secara berlebihan, yang bahkan terkadang bisa mengganggu saat Anda berbicara. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester pertama dan akan berakhir pada semester kedua.

Moms tidak perlu khawatir jika hal ini terjadi. Produksi saliva berlebih saat masa kehamilan cenderung dikategorikan sebagai gangguan minor, bukan masalah kesehatan, dan kerap dihubungkan dengan morning sickness pada ibu hamil muda.

Untuk mengontrol produksi saliva yang berlebih dan rasa mual, Moms bisa sesekali mengunyah permen karet. Tapi disarankan agar Moms mencari permen karet yang bebas gula, ya.

2. Mimisan dan pendarahan di gusi

Perubahan hormon yang dialami ibu hamil kerap menjadi penyebab terjadinya serangkaian gejala kehamilan, salah satunya adalah mimisan dan pendarahan pada gusi. Saat hamil, terjadi peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke lubang hidung.

Alhasil, lubang hidung serta gusi akan terasa bengkak dan lebih sensitif, terutama pada semester kedua. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda, disebutkan bahwa kondisi tersebut sering memicu mimisan dan gusi berdarah pada ibu hamil.

3. Nesting

Nesting adalah istilah untuk hasrat beres-beres atau membersihkan rumah yang kerap dialami ibu hamil. Memang terkesan nesting tidak ada hubungannya dengan proses kehamilan. Namun pada kenyataannya, saat hamil, seorang wanita kerap timbul keinginannya untuk membereskan dan mengubah tata letak perabotan di rumah, membersihkan rumah, dan lain sebagainya.

“Wanita selalu ingin melakukan banyak hal. Anda merasa harus siap untuk kehadiran sang bayi,” ungkap Darine El-Chaar, seorang dokter kandungan dari Ottawa, seperti dilansir Today’s Parent. “Keinginan ini seperti halnya protective mode untuk bayi Anda. Dan hal itu membuat Anda sangat produktif karena sangat berkomitmen untuk menyelesaikan semuanya,” lanjut El-Chaar.

4. Penebalan rambut dan kuku

Memasuki pekan ke-20, banyak wanita hamil yang merasa bahwa rambut dan kuku mereka tumbuh lebih cepat daripada biasanya. Rambut Anda mungkin akan terasa lebih tebal karena rontoknya berkurang. Kondisi ini bisa dipicu oleh kenaikan level estrogen dan meningkatnya sirkulasi darah sehingga lebih banyak nutrisi ke rambut serta kuku Anda. Sebuah penelitian yang dirilis International Journal of Dermatology pada April 2016 menunjukkan bahwa dari 300 wanita hamil, ada lebih dari separuh yang menyadari adanya perubahan pada rambut dan kuku mereka.

5. Rasa gatal pada telapak tangan dan kaki

Rasa gatal tidak hanya dialami pada perut ibu hamil yang semakin membesar. Rasa gatal juga bisa terjadi pada tangan dan dan kaki. Peningkatan aliran darah akan menambah level estrogen pada kulit sehingga membuat telapak tangan Anda memerah dan terasa gatal.

Meski gangguan ini cukup normal, Moms disarankan untuk terus memantau kondisi. Jika rasa gatal sangat mengganggu dan terjadi dalam periode yang lama, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter karena ada kemungkinan gejala gangguan kesehatan lain, seperti masalah pada hati yang disebut kolestasis.

6. Kram

Kram merupakan kontraksi kuat atau mengencangnya otot yang terasa sakit dan muncul tiba-tiba serta berlangsung beberapa saat. Kram sering kali dialami ibu hamil, terutama pada bagian kaki. Pada banyak kasus, kram juga terjadi pada saat ibu tengah tertidur atau baru bangun tidur.

Ada sebagian ahli yang beranggapan bahwa kram disebabkan oleh defisiensi kalsium dan vitamin D. Akan tetapi, dalam sebuah penelitian diketahui, konsumsi yang mengandung suplemen vitamin D dan kalsium, belum sepenuhnya terbukti efisien untuk mengatasi kram pada ibu hamil. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Pvproduction/Freepik)