Type Keyword(s) to Search

Tak Hanya Aksi Balas Dendam, Ini 7 Pelajaran Hidup Berharga dari Drakor My Name

Tak Hanya Aksi Balas Dendam, Ini 7 Pelajaran Hidup Berharga dari Drakor My Name

Tayang 15 Oktober lalu dan berakhir dalam 8 episode, drama Korea My Name memang mencuri perhatian. Pasalnya, drakor bergenre crime and action ini menampilkan bintang utama Han So Hee, yang sebelumnya tampil feminin di The World of The Married dan Nevertheless, sebagai sosok perempuan tangguh dan dingin yang rela melakukan apa saja demi menemukan pembunuh ayahnya dan membalaskan dendamnya.

Namun, tak hanya aksi “berdarah” Han So Hee sebagai Ji Woo dengan pistol maupun pisau di tangan, jalan cerita, beragam adegan aksi, hingga setiap tokohnya yang berkarakter kuat menjadikan serial orisinal Netflix ini sangat populer.

Lalu, apakah hanya soal balas dendam yang disuguhkan drakor ini? Tentu tidak dong, Moms. My Name juga mengajarkan beberapa pelajaran hidup berharga, lho. Apa saja?

1. Berhati-hati sebelum berucap

Moms tentunya pernah mendengar peribahasa “Mulutmu, harimaumu”, kan? Ya Moms, sering kali perkataan yang telanjur kita keluarkan apabila tidak dipikirkan dahulu bisa merugikan diri sendiri. Hal ini pun terjadi di episode 1, di mana Ji Woo mengungkapkan pada ayahnya bahwa ia menganggap ayahnya sudah meninggal di hari ulang tahunnya.

Tak disangka, ucapan Ji Woo menjadi kenyataan dan membuatnya sangat menyesal. Dari sini, kita bisa belajar untuk selalu berhati-hati dalam berucap, terutama pada orang-orang terdekat, agar tidak menyesal di kemudian hari.

2. Jangan suka meremehkan orang lain

Dalam drakor My Name, Ji Woo kerap mengalami perlakuan tak menyenangkan hanya karena ia seorang perempuan. Bahkan, Ji Woo mengalami pelecehan verbal di hari pertama ia bergabung di pusat pelatihan organisasi narkoba Dongcheon. Tak tanggung-tanggung, ia juga nyaris menjadi korban pelecehan seksual, meskipun akhirnya berhasil melawan.

Setelah diterima di departemen narkoba kepolisian pun Ji Woo sempat diremehkan, namun ia berhasil membuktikan kompetensinya. Seperti Ji Woo, saat diremehkan orang lain pun Moms tak perlu membalas dengan ucapan, tapi dengan bertindak dan membuktikan bahwa Anda sebenarnya bisa, lho.

3. Tujuan yang jelas akan memotivasi kita untuk bekerja lebih keras

Tentunya kita tak perlu mencontoh Ji Woo yang menjadikan “balas dendam” sebagai motivasi untuk berusaha keras ya, Moms. Namun, kita bisa belajar dari semangat Ji Woo yang tak mau menyerah dan terus bertahan meskipun dihadapkan oleh berbagai bahaya dalam mencapai tujuannya tersebut. Saking inginnya menemukan pembunuh ayahnya, Ji Woo pun bertransformasi menjadi perempuan pemberani dan disegani.

4. Usaha tak akan mengkhianati hasil

Butuh pengorbanan, namun jangan khawatir Moms, karena usaha tak akan pernah mengkhianati hasil. Ji Woo memang piawai dalam ilmu bela diri, namun tentu kemampuannya itu tak semata-mata muncul dengan sendirinya. Selain tekad yang kuat, Ji Woo rela latihan rutin dengan bersungguh-sungguh. Ketika anggota pelatihan lain terlelap, ia lebih memilih untuk terus memukul samsak sambil membayangkan sedang menghajar pembunuh ayahnya. Jadi, jika Moms ingin mencapai sesuatu, tentunya hal tersebut harus dibarengi dengan doa dan usaha yang kuat, ya.

5. Orang yang keras hati bisa diluluhkan dengan kelembutan

Menghadapi orang yang keras juga dengan kekerasan? Wah, tak akan usai deh, Moms. My Name juga menunjukkan bahwa sebenarnya, sekeras-kerasnya seseorang, ia akan tunduk juga pada kelembutan. Contohnya, Choi Mu Jin, ketua Dongcheon yang dingin dan kejam saja bisa luluh saat Ji Woo memberikannya teh chamomile karena khawatir dengan masalah insomnianya.

Ji Woo yang pada dasarnya keras kepala juga akhirnya berani berbagi dan menuruti perkataan Pil Do, rekan kerjanya di divisi narkoba, karena Pil Do menunjukkan bahwa ia bisa mengerti perasaan Ji Woo dan tidak menghakiminya.

6. Tak perlu menggunakan kekerasan untuk membalas dendam

Ji Woo memang sangat ingin menemukan dan membunuh pembunuh ayahnya. Namun Pil Do menyadarkan bahwa sebenarnya dendam tak selamanya harus dibalas dengan kekerasan. Bahkan, Pil Do sendiri menjadi polisi hebat dan memiliki niat besar untuk memberantas narkoba karena kematian adik perempuannya yang overdosis akibat dicekoki narkoba.

Pil Do pun mengingatkan Ji Woo bahwa sesungguhnya ayah Ji Woo tak ingin membunuh Mu Jin, tapi hanya menginginkan ketua organisasi narkoba tersebut ditangkap hidup-hidup dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di penjara.

7. Komunikasi dan kejujuran dalam keluarga sangatlah penting

Hubungan akrab Ji Woo dan ayahnya renggang sejak sang ayah dikabarkan menjadi buronan. Padahal sebenarnya, ayahnya merahasiakan bahwa justru ia adalah anggota polisi yang sedang menyamar dengan bergabung di Dongcheon.

Tapi siapa sangka ketidakjujuran ayahnya inilah yang membuat Ji Woo sempat membenci ayahnya, juga memihak Choi Mu Jin yang justru membunuh ayahnya. Kejadian ini menunjukkan bahwa merahasiakan sesuatu, terutama pada keluarga dan orang-orang terdekat, bisa berakibat fatal, walapun alasannya adalah demi melindungi mereka. (M&B/Nanda Djohan/SW/Foto: Netflix) 


Read Next

More Fromfamily & lifestyle