Type Keyword(s) to Search

Ini Kondisi Anak yang Harus Mendapatkan Penanganan IGD Segera

Ini Kondisi Anak yang Harus Mendapatkan Penanganan IGD Segera

Ibu mana yang tidak merasa cemas saat anaknya sakit? Namun ketahuilah Moms, ada saatnya Anda bisa melakukan pengobatan di rumah sambil mengobservasi kondisi anak dan ada saatnya Anda harus segera membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Saat Si Kecil sakit, Moms perlu selalu memantau keadaannya. Perhatikan gejala serta keluhan yang dirasakan buah hati Anda. Jika Anda merasa penyakit Si Kecil memerlukan penanganan cepat, Anda bisa segera membawanya ke rumah sakit. Setidaknya ada 9 tanda yang mengindikasikan anak harus segera mendapat penanganan di IGD.

1. Kesulitan bernapas

Terkadang tak mudah untuk membedakan anak yang mengalami batuk parah dengan anak yang kesulitan bernapas. Namun Moms bisa membuka baju anak dan memperhatikan pergerakan dadanya guna memastikan kondisinya.

“Perhatikan otot perut dan bagian di antara tulang rusuk, serta sekitar tulang selangka. Dalam kondisi normal, Anda hanya menggunakan otot diafragma saat bernapas,” kata Kirstin Weerdenburg, dokter anak sekaligus dokter IGD di IWK Health Center di Halifax, Kanada, seperti dilansir Today's Parents.

“Jika anak terlihat menggunakan otot lain untuk bernapas, artinya ia harus segera mendapat penanganan di rumah sakit. Selain itu, tanda lain anak harus dibawa ke IGD adalah ketika ia bernapas seperti habis berolahraga padahal tidak melakukan apa-apa,” lanjutnya.

Dan yang tak kalah penting, jangan tunda untuk meminta pertolongan ketika kesulitan berbicara. Ketika wajah dan bibir anak mulai terlihat biru atau abu-abu, sangat disarankan Moms untuk segera meminta bantuan ambulans.

2. Sakit perut di satu titik saja

Sakit perut bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti konstipasi atau diare. Namun waspada apabila anak merasakan nyeri hanya pada satu bagian perut saja, enggan makan, dan kesulitan untuk beraktivitas. Pasalnya, hal itu bisa jadi pertanda ia mengalami usus buntu. Biasanya, usus buntu dibarengi dengan gejala lain, seperti demam, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa berakibat fatal, termasuk usus sobek.

3. Demam dibarengi gejala spesifik lainnya

Demam merupakan salah satu alasan orang tua membawa anaknya ke rumah sakit. Pada umumnya, demam memang bukan indikasi penyakit serius. Akan tetapi Moms perlu segera membawa anak ke IGD apabila mengalami demam 38 derajat Celsius dengan gejala spesifik lain, seperti muntah terus-menerus, menunjukkan tanda dehidrasi, dan sulit bernapas.

Anak yang mengalami demam dengan suhu 40 derajat Celsius tetap harus dibawa ke IGD tanpa memedulikan gejala lainnya. Sedangkan bayi baru lahir, harus segera mendapat penanganan meski demamnya hanya 38 derajat Celsius.

4. Minum dan buang air kecil secara berlebihan

Saat anak terlihat minum dan buang air kecil secara berlebihan, lalu juga mengalami penurunan berat badan yang drastis, artinya Moms perlu segera membawanya ke rumah sakit untuk memastikan apakah ia terkena diabetes tipe 1. Gejala lain dari diabetes termasuk mengompol, rasa lelah berlebihan, sakit kepala, dan sakit perut.

Jika dibiarkan, ada risiko anak mengalami ketoasidosis diabetes atau komplikasi diabetes melitus yang ditandai dengan tingginya kadar keton dalam tubuh. Ketoasidosis diabetes bisa memicu koma dan bahkan menyebabkan kematian.

5. Mengalami luka dalam

Luka yang terlalu dalam atau terlalu lebar sangat disarankan untuk segera mendapat penanganan. Luka harus dijahit dalam waktu 24 jam atau lebih baik lagi dalam 12 jam. Jika dibiarkan terlalu lama terbuka, bakteri akan bisa masuk melalui luka tersebut dan menyebabkan infeksi.

6. Masalah pada perut dan mengalami dehidrasi

Tidak sedikit orang tua yang menganggap sepele gejala yang disebabkan masalah pada perut, seperti muntah dan diare. Akan tetapi, sesungguhnya diare serta muntah yang terjadi selama berkali-kali dalam sehari bisa memicu terjadinya dehidrasi. Tanda anak mengalami dehidrasi, antara lain:

  • Mulut terlihat kering.
  • Anak sering mengantuk dan terlihat lemas.
  • Mata anak terlihat lebih cekung.
  • Frekuensi napas anak menjadi lebih cepat dan lebih dalam.
  • Jarang buang air kecil (BAK) atau bahkan tidak BAK selama lebih dari 6-8 jam.

Saat anak mengalami muntah atau diare, perhatikan frekuensi terjadinya gejala tersebut. Bawa anak ke IGD apabila diare dan muntah tidak berhenti selama beberapa jam serta anak terlihat lemah dan memperlihatkan tanda dehidrasi. Khusus untuk bayi yang mengalami muntah dan diare, ia harus segera dibawa ke rumah sakit.

7. Jatuh dari tempat tinggi

Saat anak terjatuh dari tempat yang cukup tinggi, misalnya lebih dari 5 anak tangga, sangat disarankan Anda segera membawanya ke IGD. Moms juga perlu mempertimbangkan untuk membawa Si Kecil ke IGD saat ia jatuh dari tempat yang tidak terlalu tinggi, tapi memperlihatkan adanya gejala gangguan kesehatan, seperti muntah, mual, pusing, dan sulit untuk berdiri.

8. Memperlihatkan gejala alergi

Gejala alergi bisa beraneka ragam, mulai dari ruam hingga gangguan pernapasan. Anda harus waspada apabila anak mengalami gangguan pernapasan setelah ia terpapar pemicu alergi, seperti makan cokelat atau tersengat lebah. Moms perlu membawanya ke IGD guna mencegah terjadinya anafilaktik atau syok yang disebabkan reaksi alergi berat.

Tanda lain yang perlu mendapat perhatian khusus adalah perubahan warna bibir menjadi biru, wajah pucat, dan anak merasa pusing. Hal tersebut mengindikasikan adanya penurunan tekanan darah yang drastis.

9. Patah tulang

Patah tulang harus segara mendapatkan penanganan khusus. Jangan mencoba untuk memijat atau melakukan tindakan sendiri karena bisa memperparah kondisi anak. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Proostoleh/Freepik)