Type Keyword(s) to Search
KID

Waspada Hepatitis Akut Misterius pada Anak! Ini Gejalanya, Moms

Waspada Hepatitis Akut Misterius pada Anak! Ini Gejalanya, Moms

Moms, beberapa hari belakangan ini berita tentang penyakit hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak sedang menggemparkan dunia. Penyakit tersebut juga diduga telah masuk ke Indonesia setelah adanya laporan mengenai 3 anak yang meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Hepatitis akut sendiri sebenarnya adalah sama seperti penyakit hepatitis pada umumnya, yaitu penyakit peradangan pada hati atau liver. Hanya, pada kasus hepatitis akut, penyakit ini terjadi secara tiba-tiba (akut) dan berlangsung dalam jangka waktu yang singkat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dugaan kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak di sejumlah negara kini sudah ada setidaknya 228 kasus. Menurut WHO, hepatitis misterius ini menyerang anak berusia kurang dari atau sama dengan 16 tahun yang mengalami hepatitis akut namun bukan disebabkan oleh virus hepatitis A-E dengan kadar SGPT dan atau SGOT lebih dari 500 U/L

Kementerian Kesehatan RI sampai saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari hepatitis akut misterius yang terjadi pada anak tersebut.

Penyebab hepatititis akut misterius pada anak

Hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini disebut misterius karena penyebabnya bukanlah virus hepatitis A, B, C, D, atau E, yang sudah dikenal. Hepatitis tersebut diyakini sebagai penyakit misterius lantaran menyebar tanpa diketahui asal muasalnya. Penyakit ini juga mengancam nyawa, menyebabkan penderitanya harus melakukan transplantasi (cangkok) hati, dan mengakibatkan kematian. Selain itu, kasus hepatitis akut berat sangat jarang terjadi pada anak-anak.

Lantas apa penyebabnya? WHO dalam laporan terbarunya menyebut adenovirus sebagai hipotesis yang paling mungkin. Hepatitis akut misterius ini diduga disebabkan oleh virus adenovirus 41 yang sebelumnya tidak pernah merusak hati atau liver pada anak yang sehat.

Melansir laman Sehat Negeriku dari Kementerian Kesehatan RI, meski belum diketahui pasti penyebab penyakit hepatitis akut pada anak, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A, Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FKUI, menyebutkan bahwa dugaan awal disebabkan antara lain oleh adenovirus tipe 41, SARS-CoV-2, dan EBV atau Epstein-Barr Virus. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernapasan.

Yang penting diketahui, jika ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini terjadi akibat vaksinasi COVID-19, maka itu salah besar! Tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara kedua hal tersebut. Terlebih, sebagian besar anak yang menderita penyakit ini belum menerima vaksin COVID-19.

Gejala yang patut diwaspadai

Prof. Hanifah menyebutkan secara umum gejala awal penyakit hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat, misalnya air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.

Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal. Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran, karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi hepatitis sudah sangat berat.

“Bawalah anak-anak kita ke fasyankes(fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat, karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat. Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkannya sangat kecil,” kata Prof. Hanifah.

Moms dianjurkan untuk segera pergi ke dokter jika anak mendadak mengalami demam dan diare guna mencegah munculnya kasus hepatitis akut misterius. Hal ini diperlukan sebagai deteksi dini apakah gejala demam dan diare itu merupakan sakit ringan atau mengarah kepada hepatitis akut.

Mencegah hepatitis akut pada anak

Untuk mencegah risiko infeksi, Moms disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi bersih dan dalam keadaan sudah matang.
  • Menggunakan alat makan sendiri-sendiri dan tidak memakai alat makan bersama dengan orang lain.
  • Menghindari kontak anak dengan orang yang sakit agar anak tetap sehat.

Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernapasan, terapkan selalu protokol kesehatan COVID-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. (M&B/SW/Foto: Freepik)


Read Next

More Fromkid