Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ayla Dimitri: Menikmati Momen Transformasi Menjadi Ibu yang Mengagumkan

Ayla Dimitri: Menikmati Momen Transformasi Menjadi Ibu yang Mengagumkan

Sosok Ayla Dimitri (37) yang sangat mandiri tidak pernah menyangka bahwa menjadi orang tua akan semenyenangkan ini. Setelah Gili lahir di tengah keluarga kecilnya, Ayla selalu menyediakan waktu khusus untuk dirinya bersama sang anak setiap hari. Namun, Ayla tetap menunjukkan eksistensinya di dunia fashion secara profesional dan menjadi content creator yang memberi pengaruh positif untuk follower-nya di media sosial.

Welcome to Aystagram! Moms pasti familiar dengan tagline dari fashion influencer, Ayla Dimitri. Gayanya yang memukau selalu bisa memikat pengikutnya dan tentunya ingin meniru style Ayla dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, di balik dunianya yang terkesan glamour sebagai fashion enthusiast, Ayla adalah seorang ibu yang sangat "bucin" pada putranya, Gili.

Tanpa menyangka akan menjalani peran sebagai ibu, Ayla justru merasa sangat bahagia dengan kehadiran Gili di dalam hidupnya. Ia belajar banyak hingga mampu mengubah dirinya menjadi pribadi hangat dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk sang anak.

Di samping itu, Ayla tetap produktif membuat konten yang menginspirasi di media sosial. Tak kenal maka tak sayang. Yuk, kenalan lebih dekat dengan Ayla Dimitri dalam wawancara eksklusif M&B berikut ini.

Bagaimana cerita Ayla bisa sampai menjadi content creator yang membahas tentang fashion?

Berawal dari pekerjaan saya di media sebagai fashion writer, fashion editor, dan fashion stylist di 2011, era media sosial pun baru booming pada saat itu. Saya yang sebelumnya punya blog yang isinya hanya portfolio, juga mencoba mengisi konten di Instagram. Tapi, konten saat itu seputar event fashion yang saya datangi atau highlight tentang produk yang dipakai saat sedang photoshoot saja. Dari situ, makin banyak yang lihat media sosial saya dengan konten-konten yang saya buat sampai saat ini.

How to describe your style in 3 words?

Sedikit maskulin, playful, sporty.

ayla dimitri content creator
Saat Gili sakit, saya tentu saja merasa sedih, sampai sempat merasa, "Apa saya gagal merawat Gili?". Tapi dari pengalaman ini, saya jadi belajar untuk makin memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan Gili.

Apakah Anda merasa sebagai modern mom? Dan sebagai modern mom, bagaimana gaya parenting Ayla?

Lumayan merasa menjadi sosok modern mom, sih. Untuk gaya parenting, saya belajar dari hubungan saya dahulu dengan ibu tentang bagaimana saya tumbuh besar. Saya mencoba menyesuaikan dengan situasi yang terjadi sekarang, di mana kita hidup di era digital. Saya sendiri cukup berhati-hati dalam membesarkan anak, dengan menyiapkan diri saya dan suami sejak sebelum punya anak, terutama dari sisi mental. Jadi, kami tidak membawa trauma masa kecil ke gaya asuh anak dan menyadari hal-hal yang membentuk pribadi kita sampai sekarang. Jangan sampai ketidaktahuan orang tua kami dahulu terbawa sampai ke anak kami.

Sebisa mungkin, kami mengadaptasikan gaya parenting yang lebih responsif ke anak. Tidak hanya agar anak menurut saja, tapi juga perlu memberi mereka ruang untuk mengeksplor banyak hal dan berekspresi. Dahulu, saya didik oleh papa yang lebih open minded dengan boleh mencoba banyak hal, dan kegagalan adalah hal yang wajar. Saya pun jadi lebih mampu mengontrol diri dan ini mau saya terapkan ke anak, tapi juga disesuaikan dengan situasi sekarang. Sifat kekeluargaan yang didapat dari sisi suami juga dipakai dalam mengasuh anak.

Untuk sumber parenting, apakah Anda mencari sendiri atau bertanya ke teman dan keluarga?

Sumber tentang parenting yang sekarang makin banyak juga jadi bekal ilmu untuk saya dalam menentukan pola asuh anak, seperti mengenal tentang montessori atau what to expect in the first year? dari buku yang saya baca sebelum punya anak. Selain untuk anak, saya juga belajar untuk menjadi orang tua yang tidak melulu stres dan mencari langkah yang cocok dengan diri kita dalam mengasuh. Tapi, pastinya saya juga bertanya pada teman dan orang tua untuk berdiskusi dan menemukan pola asuh yang paling pas untuk anak.

ayla dimitri bersama anak, gili
Sebisa mungkin, kami mengadaptasikan gaya parenting yang lebih responsif ke anak. Tidak hanya agar anak menurut saja, tapi juga perlu memberi mereka ruang untuk mengeksplor banyak hal dan berekspresi.

Bagaimana tumbuh kembang Gili di usia 1 tahun ini? Sekarang hobinya apa?

Saya senang banget dengan progresnya Gili. Di usia 14 bulan ini, dia sudah bisa berjalan dan berinteraksi. Gili juga sudah belajar mengenal beragam hewan sampai suaranya pun hafal. Mungkin karena di rumah ramai, jadi banyak yang membantu stimulasi dengan mengajak dia main. Gili juga sudah saya ikutkan ke kelas-kelas yang membuatnya jadi makin mudah berkomunikasi. Dan sekarang, dia suka banget membaca dan bermain flash card.

Seperti apa kedekatan Ayla dan Gili?

Saya memang ibu bekerja, tapi handphone tidak akan saya pakai saat sedang bersama Gili. Jadi, rasanya kedekatan saya dengan Gili cukup erat. Terlepas dari adanya pengasuh dan penghuni rumah yang lainnya, Gili selalu menyambut dengan sangat senang ketika melihat saya pulang. Dia pun punya kebiasaan untuk memeluk dan menyentuh rambut saya saat tidur. Ketika masih menyusui langsung selama satu tahun lalu, Gili justru sangat clingy dan nempel terus dengan saya. Dan sekitar 2 bulan ini sudah mulai beralih ke ASIP, dia memang tidak terlalu clingy lagi. Tapi, kedekatannya tetap kuat antara saya dan Gili.

Nah, setiap sebelum tidur, saya juga membangun kebiasaan untuk selalu mengajak ngobrol Gili tentang kegiatan yang saya atau kita jalani bareng. Seperti “Hari ini kita habis ngapain, ya?”, atau saya cerita “Hari ini Mami habis melakukan...”. Sambil ngobrol, saya juga ajak Gili untuk expressing gratitude and emotional. Saya berusaha membuka percakapan supaya seiring dia bertumbuh, jadi kebiasaannya juga untuk mau sharing banyak hal dengan ibunya yang juga jadi safe space untuk Gili sendiri.

ayla dimitri fashion

Ayla sosok ibu yang mengarahkan Gili untuk masa depannya atau membebaskan Gili memilih apa yang ia suka?

Kalau dilepas tanpa arahan begitu saja di usianya yang masih terlalu kecil seperti sekarang, anak juga belum bisa menentukan hal yang baik buat dirinya sendiri. Jadi, saya sebagai orang tua pastinya punya peran untuk membimbing dan melihat bakat anak.

Saya sendiri tumbuh sebagai seseorang yang diberi ruang untuk bereksplorasi dan kegagalan adalah sebuah proses, maka saya juga akan menerapkan hal itu kepada Gili. Dari hal ini, saya dan papanya pun melakukan assessment, apakah ini baik buat dia, apakah bisa menjadi hal yang akan ditekuni dalam waktu lama. Apalagi sekarang makin banyak sumber yang bisa memengaruhi anak untuk punya bakat yang berbeda-beda sesuai tren. Beberapa pertimbangan ini yang nantinya membantu saya untuk melihat bakat Gili sekaligus bisa membuatnya lebih terarah dan termotivasi untuk mencapai tujuan yang dia mau.

Ayla Dimitri dan Gili
Saya merasa ingin selalu dibutuhkan atau memiliki peran khusus. Itu membuat saya merasa puas. Jadi, hadirnya Gili membuat saya merasa bahagia. Saya bisa berikan banyak hal untuknya dengan sepenuh hati.

Ayla adalah sosok istri dan ibu yang seperti apa?

Kalau sebagai istri, saya termasuk sosok yang alpha female. Dengan background sebagai anak tunggal dan orang tua yang berpisah, saya memiliki self-drive yang sangat tinggi. Pribadi saya juga gigih untuk mencapai tujuan yang saya harapkan. Jadi, saya memang lebih mengurus hal-hal sedetail mungkin di rumah, dan suami adalah tipe yang mudah setuju, sehingga dia pun selalu support dalam setiap hal yang saya pilih. Di sisi lain, suami saya adalah sosok yang sangat mencintai keluarganya dan membuat saya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih hangat dari sebelumnya.

Nah, kalau sebagai ibu, saya masih belajar banget karena baru satu tahun lebih usia Gili sekarang. Saya lebih santai dibandingkan papanya yang lebih banyak bilang jangan atau tidak boleh. Saya masih bolehkan Gili melakukan yang dia mau, asal masih dalam pengawasan. Dan untuk saat ini, saya termasuk ibu yang melihat akademis dan waktu bermain anak harus seimbang. Seperti kegiatan yang saya pilihkan untuk Gili itu harus paket lengkap, semuanya terpenuhi. Misalnya, dia masuk kelas gym untuk aktivitas fisik, atau dia masuk kelas sensori dengan flash card untuk akademisnya, atau juga dia masuk kelas berenang untuk melatih keberaniannya. Saya berusaha membangun pondasi untuk dia menjadi manusia yang seutuhnya di masa depan.

Sebagai seorang Virgo yang juga manifesting generator ini, saya sangat bahagia dan merasa penuh setelah memiliki anak. Saya merasa ingin selalu dibutuhkan atau memiliki peran khusus. Itu membuat saya merasa puas. Jadi, hadirnya Gili membuat saya merasa bahagia. Saya bisa berikan banyak hal untuknya dengan sepenuh hati. Dan sekarang, bekerja pun jadi satu kegiatan yang punya arti, karena sekarang hasilnya untuk Gili. Saya pun menyadari setelah memiliki anak, jadi lebih galak dan sangat peduli dengan kebersihan, kesehatan, dan juga disiplin. Rasanya, saya dan anak harus berada di situasi yang aman supaya kami berdua tetap sehat dan baik-baik saja.

ayla dimitri

Gili pernah sakit sampai dirawat. Bagaimana proses pengobatan dan kondisi Gili sekarang?

Saya tentu saja merasa sedih, sampai sempat merasa "Apa saya gagal merawat Gili?". Karena, saya sudah merasa menjaga Gili dengan baik, tapi dia tetap bisa sakit seperti itu. Bolak-balik melihatnya diinfus, tangannya membengkak, berat badannya turun, makannya pun susah. Tapi namanya kuasa Tuhan, kita manusia hanya bisa berusaha yang terbaik.

Gili sakit saat Idul Fitri dan Idul Adha, hanya selang dua bulan saja dan keduanya harus sampai di opname. Ketika momen Idul Fitri itu, Gili mengalami infeksi bakteri yang penyebabnya mungkin karena kualitas air atau udara yang buruk, atau benda yang tidak sengaja masuk ke mulutnya. Lalu sakit yang kedua kalinya, Gili terkena gejala pneumonia ringan yang membuatnya masuk ruang isolasi. Dan kondisi ini terjadi setelah saya, Gili, dan suami baru saja traveling.

Tapi dari pengalaman ini, saya jadi belajar untuk semakin memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan Gili, tidak egois ingin selalu membawa Gili ke mana pun, karena memang bisa memengaruhi kondisi tubuhnya.

Me time versi Ayla seperti apa?

Saya suka main Lego, melakukan olahraga pilates, mandi, dan bekerja. Karena saya juga ibu bekerja, keberadaan pengasuh pun jadi keputusan sebagai bala bantuan untuk merawat Gili. Bagi saya, ibu tidak harus bisa melakukan semuanya sendiri dan mengharapkan hasil yang sempurna. Saya pun sebagai manusia juga perlu membagi untuk punya waktu sendiri dan waktu untuk bersama Gili. Selain itu, tentu memiliki waktu bersama suami juga jadi waktu untuk saya beristirahat dari semua rutinitas.

ayla dimitri influencer
Saya tumbuh sebagai seseorang yang diberi ruang untuk bereksplorasi dan kegagalan adalah sebuah proses. Maka saya juga akan menerapkan hal itu kepada Gili.

Apakah ada project baru ke depannya dalam hidup Ayla?

Karena beberapa waktu ini saya sering melakukan kolaborasi dengan berbagai brand, untuk saat ini saya mau istirahat dulu. Saya sebenarnya punya plan untuk membuat bisnis berkaitan dengan mother and baby stuff, tapi masih dipertimbangkan dulu.

Boleh kasih tips untuk Moms bisa memilih style yang cocok untuk karakternya dan tetap affordable?

Sebenarnya kita bisa mengintip berbagai local fashion brand yang bagus dengan harga cukup terjangkau. Tapi, yang paling penting adalah menentukan wardrobe atau koleksi pakaian kita sendiri ingin seperti apa, apakah ingin yang timeless dan bisa dipakai sepanjang waktu atau gaya yang hanya bisa dipakai satu/dua kali sesuai tren?

Kalau mau gaya yang bisa dipakai sepanjang waktu, sebenarnya memang perlu keluar budget agak lebih banyak untuk mendapatkan item yang kualitasnya bagus dan bisa tahan lama. Tapi, kita bisa juga memiliki item dengan harga lebih murah, cuma masa pakainya tidak terlalu lama.

Jadilah smart shopper, supaya lemari tidak makin penuh dengan barang Moms dan juga Si Kecil. Lebih baik menabung untuk bisa memiliki item yang timeless atau classic cut dan jumlah wardrobe pun tidak menumpuk terlalu banyak karena item-nya bisa disimpan dalam waktu lama. (M&B/Vonia Lucky/SW/Photo: Gustama Pandu Pawenang, Sulthan Rafi/Digital Imaging: Ragamanyu Herlambang/MUA: Jamilah Jamie (@jamilah_make_up)/Stylist: Gabriella Agmassini/Wardrobe Ayla Dimitri: Day and Night (@dayandnight.official)/Wardrobe Gili: Fils et Filles (@fils.et.filles)/Location: The Mayflower, Jakarta - Marriott Executive Apartments)