Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Rabun jauh atau yang biasa kita sebut dengan istilah mata minus (miopia) tidak hanya diderita orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalami mata minus lho, Moms. Miopia penting diwaspadai karena kondisi ini tak dapat disembuhkan dan mulai menyerang anak justru di usia pertumbuhan, yakni 12-16 tahun. Bahkan ada kemungkinan anak mulai terkena miopia sejak usia 11 tahun.
Rabun jauh atau mata minus pada anak sendiri terjadi ketika bola mata terlalu panjang sehingga cahaya jatuh di depan retina, menyebabkan pandangan kabur pada objek jauh. Gejalanya meliputi pandangan kabur, sakit kepala, mata lelah, serta kebiasaan sering memicingkan atau mengucek mata.
Penyebab mata minus pada anak
Miopia bisa disebabkan oleh banyak faktor, Moms. Berikut ini beberapa faktor penyebab mata minus pada anak.
1. Faktor genetik
Faktor genetik atau keturunan memainkan peranan penting dalam terjadinya mata minus pada anak. Jadi, jika Moms atau Dads memiliki mata minus, kemungkinan besar Si Kecil juga akan memilikinya.
2. Terlalu lama bermain di dalam ruangan
Membiarkan Si Kecil berada di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama bisa memengaruhi kondisi kesehatan matanya lho, Moms. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak yang menghabiskan lebih banyak waktu bermain di tempat terbuka punya risiko lebih rendah menderita gangguan mata, termasuk mata minus.
Meski penelitian tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut, tak ada salahnya membiarkan Si Kecil bermain di luar rumah lebih banyak, setidaknya 40 menit sehari. Tak hanya sekadar untuk menghindari terjadinya mata minus, bermain di luar ruangan juga bisa membuat anak lebih aktif sehingga baik untuk kesehatannya secara umum.
3. Membaca buku terlalu dekat
Membaca memang sangat baik untuk perkembangan otak dan keterampilan komunikasi anak. Namun, jika Si Kecil terbiasa membaca dengan jarak yang sangat dekat atau di tempat yang pencahayaannya kurang, hal tersebut bisa membuat matanya bekerja lebih keras dan akibatnya bisa meningkatkan risiko anak mengalami mata minus. Karena itu, anak disarankan untuk menjaga jarak baca sekitar 25-30 cm.
4. Menatap layar gadget terlalu lama
Hati-hati ya, Moms, hal ini juga bisa menyebabkan mata anak minus, lho. Batasi waktu bermain gadget Si Kecil kira-kira 1 jam sehari. Selain menjadi penyebab mata minus pada anak, terlalu lama menatap layar gadget juga bisa membuat mata anak jadi lelah, kering, iritasi, dan penglihatannya berbayang, walaupun hanya sementara.
Baca juga: Mata Anak Berkedip-kedip Karena HP, Ini Cara Mengatasinya, Moms
Cara mengatasi mata minus pada anak
Menderita miopia tentunya bisa membuat anak mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Berikut ini beberapa cara mengatasi mata minus pada anak.
1. Menggunakan kacamata minus
Jika dokter memastikan bahwa anak Anda memang mengalami mata minus, umumnya mereka akan memberi resep kacamata minus untuk Si Kecil. Penggunaan kacamata minus akan membantu anak melihat objek yang jauh dengan lebih jelas.
2. Memberi anak makanan bergizi
Memberi anak makanan yang bergizi juga merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan matanya. Beberapa pilihan makanan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata anak adalah wortel, sayuran hijau, buah-buahan kaya vitamin C, dan ikan kaya omega-3, seperti makerel dan sarden.
3. Memastikan penerangan cukup saat anak beraktivitas
Untuk membantu mencegah pertambahan minus pada mata anak, Moms perlu memastikan Si Kecil mendapat penerangan cukup dalam setiap aktivitas yang dilakukannya, misalnya saat ia sedang belajar, bermain, membaca buku, atau menonton tv.
4. Membatasi penggunaan gadget
Seperti dibahas di atas, Moms juga harus mulai membatasi penggunaan gadget pada anak. Hal ini juga bisa mencegah mata Si Kecil yang masih sehat agar tidak menderita mata minus.
Baca juga: Moms, Ini Efek Blue Light pada Kualitas Tidur Anak
Itulah penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi mata minus pada anak. Usahakan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak sebagai salah satu cara untuk menghindari Si Kecil mengalami mata minus ya, Moms. (MB/Gianti Puteri/SW/Foto: Senivpetro/Freepik)
