Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Penyebab Sering Pipis saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sering Pipis saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Moms, siapa dari Anda yang sering bolak-balik ke kamar mandi untuk pipis atau buang air kecil saat hamil? Sering pipis saat hamil ternyata merupakan salah satu hal yang umum terjadi di awal kehamilan. Biasanya dimulai pada minggu pertama hingga minggu ke-12 kehamilan. Bahkan di akhir kehamilan, Moms akan lebih sering lagi untuk pipis, tepatnya mulai sekitar minggu ke-35 dan seterusnya.

Peningkatan dan frekuensi buang air kecil yang terjadi selama hamil ini bukan tanpa sebab. Beberapa hal yang membuat Anda ingin terus ke kamar mandi di antaranya adalah:

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon selama kehamilan membawa perubahan pula pada fungsi tubuh Anda. Saat hamil, beberapa hormon akan melonjak. Hormon progesteron (hormon dari ovarium) dan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) atau yang disebut dengan hormon kehamilan, membuat aliran darah ke otot panggul lebih teratur. Nah, hormon ini bisa mengendurkan otot dasar panggul Anda, sehingga Moms akan sulit menahan buang air kecil. Jadi, hal inilah yang menyebabkan Anda akan sering bolak-balik ke kamar mandi untuk pipis.

2. Pertumbuhan rahim

Selama trimester ketiga, yaitu saat usia kehamilan menginjak enam hingga sembilan bulan, rahim Moms akan bertumbuh cukup besar sehingga mulai menekan kandung kemih Anda. Hal ini bisa menyebabkan Anda sering merasa ingin ke kamar mandi. Belum lagi bila ada tekanan tambahan pada kandung kemih Anda, ini bisa membuat Anda merasa ingin terus-menerus buang air kecil.

3. Fungsi otot panggul melemah

Dalam beberapa kasus, otot-otot panggul yang menopang kandung kemih, usus, dan rahim mungkin melemah selama kehamilan. Hal ini akhirnya bisa menyebabkan peningkatan dan frekuensi buang air kecil saat hamil.

4. Cairan tubuh meningkat

Saat Anda hamil, tubuh Anda akan memproduksi lebih banyak cairan dibandingkan sebelum hamil. hal ini bisa disebabkan adanya air pada janin, plasenta, dan cairan ketuban, serta karena organ reproduksi dan volume darah bumil membesar. Meningkatnya cairan dalam tubuh Anda menjadi salah satu alasan pula yang membuat Moms ingin terus ke kamar mandi untuk buang air kecil.

5. Efesiensi ginjal

Meningkatnya suplai darah di tubuh Moms saat hamil untuk menunjang pertumbuhan janin membuat kerja ginjal juga makin keras dan efisien. Efesiensi kerja ginjal dan bertambahnya produksi cairan yang lebih banyak pada tubuh selama hamil menyebabkan frekuensi dan jumlah buang air kecil meningkat.

6. Mengalami kondisi stress urinary incontinence (SUI)

Saat hamil, beberapa wanita mungkin mengalami kondisi yang disebut stress urinary incontinence (SUI). Kondisi ini bisa digambarkan ketika Anda ingin buang air kecil, tapi saat tiba di kamar mandi, jumlah urine yang dikeluarkan sedikit. Selain itu, kondisi SUI juga digambarkan saat urine keluar tidak sengaja karena peningkatan tekanan intraabdomen, saat Anda bersin, tertawa, batuk, atau saat sedang berolahraga.

Cara mengelola keinginan berkemih saat hamil

Meningkatnya frekuensi dan jumlah berkemih saat hamil merupakan hal yang normal terjadi dan tidak dapat dicegah, Moms. Namun, bukan berarti Anda tak punya cara untuk mengelola kebiasaan bolak-balik ke kamar mandi ini. Beberapa cara bisa Anda lakukan untuk mengurangi kebiasaan berkemih saat hamil, di antaranya: 

1. Latihan Kegel

Latihan Kegel atau dikenal juga dengan senam dasar panggul bisa membantu memperkuat otot panggul dan uretra serta bisa menopang kandung kemih Anda. Dengan melakukan latihan Kegel ini, Moms bisa mengendalikan kembali aliran urine Anda, agar tak terlalu sering kembali ke kamar mandi.

Moms bisa melakukan latihan Kegel dengan cara mengencangkan otot dasar panggul Anda, kemudian tahan lebih dari 10 detik. Lalu, lepaskan otot Anda, dan lakukan latihan ini sesering mungkin. Selain melakukan latihan Kegel, Moms juga bisa melakukan pilates yang akan memperkuat otot dasar panggul Anda.

2. Kurangi asupan kafein

Minuman mengandung kafein bersifat diuretik, yang artinya bisa membuat Anda lebih sering buang air kecil. Karenanya, mengurangi asupan kafein saat hamil bisa membantu Anda agar tak terlalu sering buang air kecil serta membantu mencegah komplikasi kehamilan. Minuman bersifat diuretik lainnya yang harus Moms hindari adalah alkohol.

3. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Anda mungkin beranggapan jika memilih untuk jarang minum bisa membantu mengurangi kebiasaan bolak-balik ke kamar mandi saat hamil. Namun, jangan lakukan hal ini ya, Moms. Pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi dengan minum air secara teratur untuk meningkatkan kapasitas kandung kemih Anda menahan urine.

4. Pilah-pilih makanan

Saat hamil, usahakan untuk sebisa mungkin tidak mengonsumsi makanan asam dan pedas. Makanan ini diketahui dapat mengiritasi kandung kemih, sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Selama kebiasaan buang air kecil ini tidak disertai dengan rasa terbakar atau nyeri dan menunjukkan tanda-tanda potensi mengalami infeksi saluran kemih, tak perlu ada yang dikhawatirkan, Moms. Namun, sebaliknya, bila hal itu terjadi, sebaiknya Anda langsung berkonsultasi dengan dokter. (M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Gpointstudio/Freepik)