Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Test Pack Negatif Tapi Dinyatakan Hamil? Ini Penyebabnya, Moms

Test Pack Negatif Tapi Dinyatakan Hamil? Ini Penyebabnya, Moms

Moms, pernahkah Anda mendapati hasil test pack negatif, tapi tubuh mengalami gejala kehamilan? Saat ini terjadi, Anda pasti merasa cemas dan bingung, lalu mengira jika alat uji kehamilan rusak atau palsu. Padahal, kenyataannya belum tentu demikian, Moms.

Ada sejumlah alasan mengapa hasil test pack menyatakan negatif, padahal Moms tengah mengandung. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh cara pemeriksaan yang kurang tepat, terburu-buru dalam melakukan uji kehamilan menggunakan test pack, hingga produksi urine yang terlalu banyak atau sedikit.

Baca juga: Test Pack Positif, Tapi Tidak Hamil? Ini Penyebabnya

Nah, agar lebih jelas, M&B telah merangkum informasi lengkap mengenai penyebab test pack negatif tapi hamil, yang perlu Anda ketahui berikut ini.

1. Produksi urine terlalu sedikit atau terlalu banyak

Moms, urine yang terlalu sedikit atau terlalu banyak nyatanya bisa memengaruhi hasil pemeriksaan test pack. Seperti kita ketahui, saat melakukan pemeriksaan kehamilan, test pack akan dicelupkan ke dalam cairan urine dalam batasan tertentu. Jika urine terlalu sedikit, batasan untuk merendam test pack jadi tidak optimal. Sebaliknya, jika urine terlalu banyak, hal ini bisa memengaruhi kadar hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin), yang bisa membuat hasil uji kehamilan berubah.

2. Terlalu cepat melakukan pengecekan dengan test pack

Saat mengalami telat haid, biasanya seorang wanita ingin cepat-cepat mengetahui kehamilan menggunakan test pack. Sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan, Moms. Namun, ada kemungkinan hasil uji test pack akan berbeda dengan kondisi yang Anda alami. 

Ini terjadi karena test pack bekerja dengan cara memastikan hormon hCG, di mana hormon ini baru bisa diukur saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Jika pengecekan terlalu cepat dilakukan, hormon hCG mungkin masih terlalu rendah, sehingga kehamilan pun belum bisa terdeteksi. Anda disarankan melakukan pengecekan 7-10 hari setelah mengalami telat haid.

3. Test pack dalam kondisi rusak atau tidak layak pakai

Sebelum melakukan uji kehamilan menggunakan test pack, Moms disarankan untuk melakukan pengecekan terhadap alat tersebut. Pasalnya, terkadang hasil tes jadi tidak akurat karena alat yang digunakan dalam kondisi tidak layak pakai, misalnya karena rusak atau kedaluwarsa. Cari tahu juga apakah test pack yang Anda gunakan sudah terdaftar BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) atau belum. Jika belum, artinya test pack yang Anda gunakan mungkin palsu dan bisa saja memengaruhi hasil uji kehamilan yang Anda lakukan.

4. Tidak melakukan tes kehamilan di pagi hari

Mengutip Mayo Clinic, waktu terbaik untuk menggunakan test pack adalah di pagi hari dengan menggunakan urine pertama yang keluar setelah Anda bangun tidur. Ini penting untuk diperhatikan, karena di pagi hari urine biasanya lebih pekat dan kadar hormon hCG berada pada level paling tinggi. Apabila Moms melakukan tes kehamilan di siang atau malam hari, hal ini mungkin saja akan berpengaruh terhadap hasil yang Anda peroleh.

5. Tidak melakukan tes kehamilan dengan benar

Menurut penelitian dalam jurnal National Center for Biotechnology Information, mengalami gejala hamil tapi hasil test pack negatif bisa terjadi karena kesalahan dalam menggunakan alat tes kehamilan. Ada beberapa hal yang bisa memicu kesalahan dalam melakukan tes kehamilan, seperti:

  • Urine yang terlalu encer karena minum terlalu banyak sebelum melakukan tes
  • Urine yang tidak memenuhi batas wadah tampung
  • Tidak mencelupkan test pack sesuai durasi yang disarankan.

Itulah 5 kemungkinan penyebab hasil test pack menyatakan negatif, padahal Anda ternyata tengah hamil. Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, Anda bisa melakukan pengecekan di dokter guna memastikan kehamilan Anda, Moms. (M&B/Ayu/ZA/SW/Foto: Freepik)