Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Vinessa Inez: Single Mom Harus Punya Banyak Skill

Vinessa Inez: Single Mom Harus Punya Banyak Skill

Wajah Vinnesa Inez (27) mungkin sudah tak asing lagi di dunia hiburan Indonesia, khususnya FTV atau sinetron. Wanita asal Balikpapan ini mengawali karier sejak usia yang masih sangat muda. Merantau ke Jakarta, Inez, sapaan akrabnya, berjuang keras untuk bisa eksis di dunia yang membesarkan namanya kini.

Sebagai orang tua tunggal dari Elvaroalano Enzio (6), membesarkan sang putra sendiri, tentu tidak mudah. Tantangan pun diakui menghampiri. Meski demikian, ia berusaha tetap fokus mengasuh Zio dengan baik. Di samping kesibukannya, Inez juga lebih banyak melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan value dirinya. Kembali melanjutkan kuliah yang tertunda dan memperbanyak skill di berbagai bidang menjadi fokus Inez.

Masih banyak lagi cerita yang dibagikan pemiliki nama asli Vinessa Ladiatry Lileka ini pada M&B tentang karier, hobi olahraga, dan Si Kecil, Zio. Yuk, kenal lebih dekat dengan Vinessa Inez, Moms!

Artis Vinessa Inez

Seperti apa awal karier seorang Vinessa Inez?

Sebenarnya aku sudah mulai terjun ke dunia hiburan sejak usia 7 tahun. Jadi, waktu aku masih kecil dan masih tinggal di Balikpapan, aku ikut salah satu lomba dan hadiahnya main FTV. Akhirnya aku dan ibuku ke Jakarta. Sejak saat itu karierku mulai berkembang. Perjuangannya tentu tidak mudah. Kami berdua ngekos, belum punya kendaraan sendiri, jadi masih naik turun angkot atau bus. Tapi, alhamdullilah sekarang sudah lebih baik dan aku masih bertahan berkarier di dunia hiburan.

Inez lebih suka berakting atau nge-host?

To be honest, aku lebih suka akting. Mungkin karena aku sudah lama main sinetron, ya. Tapi, kalau orientasinya soal penghasilan, tentu aku lebih memilih berakting, apalagi kalau dapat sinetron stripping. Sedangkan kalau nge-host lebih banyak memberikan aku pengalaman hidup yang berbeda lagi.

Tapi, baik berakting maupun nge-host sama-sama memiliki tantangan tersendiri. Kalau sinteron kan on-script ya, masih bisa diubah-ubah sedikit dialognya. Sedangkan kalau nge-host benar-benar harus improve sendiri. Jadi, masing-masing ada plus minusnya.

Vinessa Inez
Selain supaya tidak telalu sering pesan makanan via online, punya skill masak dan baking juga bisa menjadi investasi jangka panjang untuk kita.

Jadi host salah satu reality show ternama, Bedah Rumah, seperti apa pengalamannya?

Menjadi host untuk program Bedah Rumah memberikan pengalaman tersendiri untukku. Aku senang bisa bertemu banyak orang dan menolong warga, sampai terkadang serasa sedang nyaleg, hehe. Sejak awal, aku juga sudah diingatkan bahwa ketika menjadi host program ini, kita harus berani melakukan apa pun dan enggak boleh jijik. Nyebur ke laut, jatuh di sawah, menggembala, hingga memandikan kambing, sudah pernah aku lakukan.

Di sisi lain, dari program ini aku juga jadi melihat kehidupan keluarga Indonesia secara real. Ternyata di daerah Jabodetabek khususnya, masih banyak dari mereka yang harus berjuang untuk hidup. Dan perjuangan mereka untuk mendapatkan rupiah itu enggak mudah. Masih ada juga yang tidak mengerti menggunakan ponsel, tidak pernah nonton TV. Untuk memenuhi makan sehari-hari saja susah. Meski demikian, aku melihat mereka seperti tidak ada beban dalam hidupnya, seperti menerima takdir saja. Ini jadi renungan juga untukku, bahwa apa yang ada di hidupku sekarang, tentu harus aku syukuri.

Inez suka banget olahraga, ya?

Yesss! Kebetulan aku olahraga pole dance, berkuda, dan akhir-akhir ini suka banget lari. Tapi, memang sebelum lari itu aku suka banget pole dance, karena aku tipe orang yang kalau bisa olahraga sendiri, ya mendingan sendiri. Selain itu, menurutku pole dance itu masih jarang orang yang ikut. Aku juga suka banget look-nya, kelihatannya keren gitu saat berdiri di tiang atau pole-nya itu. Rasanya kepercayaan diri jadi meningkat, di samping memang olahraga ini kan juga bermanfaat untuk melatih kekuatan tangan dan kaki.

Nah, kalau lari, aku mulai di tahun 2021. Awalnya karena ikut abangku yang kebetulan suka lari juga, lalu aku mulai ikut event lari. Dan ternyata menyenangkan ya, dapat medali, seperti ada rasa bangga gitu. Sekarang aku lagi fokus half marathon, dan pengin coba yang 21 km. Jadi, tiap minggu aku lagi latihan terus. Misalnya sudah coba 6,5 km, nanti mau aku tingkatkan lagi jadi 8 km. Pokoknya harus latihan deh, karena sekarang bawaannya kalau enggak lari, kakiku gatel, karena sudah biasa gerak juga, kan.

Buat Inez, haruskah perempuan punya skill memasak atau baking?

Kalau ditanya perlu atau tidaknya memiliki skill memasak atau baking, itu sih kembali ke masing-masing orangnya, karena kan ada juga perempuan yang enggak terlalu suka di dapur. Sementara kalau aku sih kebetulan senang-senang aja. Bahkan aku sampai ikut kursus masak dan baking. Menurutku dengan bisa masak atau baking, paling tidak membuat kita jadi enggak telalu sering pesan makanan via online, hehe. Kalau bisa masak sendiri kan, kenapa tidak?

Segala course masak dan baking yang aku ikut ini juga jadi semacam investasi jangka panjang buatku nanti. Kalau aku sudah selesai kursus dan ambil sertifikat, nanti kan bisa jualan atau buka kelas sendiri ke depannya.

Vinessa Inez dan anak semata wayangnya

Inez sedang kuliah, ya?

Ya. Ini kuliah yang tertunda, sih, karena aku memang sempat menunda kuliah selepas SMA. Lalu aku juga keburu menikah dan hamil Zio. Tapi, setelah Zio berusia 3 tahun dan mulai anteng, akhirnya aku memutuskan untuk kuliah, karena rasanya seperti ada hal besar yang belum aku lakukan. Setelah dipikir-pikir, “Oh ya, aku belum kuliah”.

Aku memilih jurusan psikologi. Kebetulan aku suka ngobrol dan “pelajarin” orang. Kalau ketemu orang atau teman, kadang aku suka menebak-nebak, “Eh lo lagi gini, ya, eh lo lagi ada masalah, ya”, seperti cenayang, sudah ada feeling gitu. Tapi kan tidak bisa asal tebak, ya. Dan aku menyadari bahwa pada dasarnya ilmu manusia itu kan enggak ada habisnya dan sekarang makin complicated. Banyak orang yang enggak bisa mengungkapkan apa yang mau dia keluarkan ke orang terdekatnya. Tapi, kalau ke profesional atau psikolog kan kita punya kode etik. Jadi setelah lulus, aku memang ada tujuan untuk praktik sebagai psikolog. Dari sekarang mulai menjalin relasi dengan rekan psikolog dan psikiater. Nantinya tinggal tentuin fokusnya ke mana.

Mengambil jurusan psikologi, apakah sedikit banyak memengaruhi cara parenting Inez?

Ya, dan sangat membantu sekali, karena aku jadi punya mindset kalau Zio enggak perlu banget ditegasin, ya enggak usah. Kalau dia masih bisa diomongin baik-baik, ya sudah. Karena aku belajar bahwa ketika anak dibentak, akan banyak sel-sel dalam tubuhnya yang rusak. Jadi, kasihan kan dia ke depannya. Kebetulan juga aku ingin menumbuhkan generasi yang tidak ada inner child, ya. Jadi, hal positif dari apa yang aku pelajari selama kuliah sebisa mungkin coba aku praktikkan, meski tidak mudah.

Vinessa Inez dan Enzio

Menjadi single mom yang paling berasa tantangannya adalah secara emosional. Tapi, untungnya aku punya support system yang baik, yaitu keluargaku.

Sebagai single mom, apa tantangan yang dihadapi ketika mengasuh Zio? 

Tahun ini aku genap 5 tahun menjadi single mom. Dan yang paling berasa tantangannya adalah secara emosional. Kalau untuk memenuhi kebutuhanku dan Zio, itu sudah sejak awal aku pikirkan, dan memang harus struggle sendiri. Tapi, untuk meregulasi emosi, itu yang aku masih belajar.

Begitu pun dengan memosisikan diri, kapan harus tegas, kapan jadi ibu, kapan jadi ayah. Tapi, untungnya aku punya support system yang baik, yaitu keluargaku. Untuk sosok figur ayah atau laki-laki dalam hidup Zio, dia bisa dapatkan dari ayah dan abangku. Jadi, aku tidak khawatir bahwa dia akan kehilangan sosok ayah dalam hidupnya.

Sudah makin besar, seperti apa perkembangan Zio sekarang?

Zio sekarang sudah makin banyak tanya, segalanya ditanyain. Kalau aku lagi ngomong, misalnya, dia suka nanya arti dari kata-kata yang aku keluarin. Waktu itu dia nanya, “Mimi tiba-tiba itu apa? Mendadak itu apa?”. Sebenarnya kan artinya sederhana, ya. Tapi kalau menjelaskan ke anak-anak jadi susah, bingung memilih kata-kata yang mudah supaya dia mengerti.

Selain itu akhir-akhir ini Zio lagi suka banget tampil nyanyi. Kebetulan dia ikut les vokal privat. Nah, suatu hari Zio ditawarin gurunya untuk tampil. Jujur aku sempat khawatir, takutnya dia nanti pas tampil bercanda, karena kalau pas latihan seringnya seperti itu, kan. Tapi, untungnya enggak, dia kalau tampil itu serius. Jadi, memang senang tampil anaknya, dan dia sejauh ini sudah punya 5 trofi.

Vinessa Inez dan Elvaroalano Enzio
Untuk para single moms, perbanyak skill, tetap bekerja, dan banyak-banyak sabar. Tuhan memberikan hidup seperti ini karena Dia percaya kita bisa ngejalaninnya. Dibawa happy aja, rejeki pasti ada aja.

Sudah cukup lama sendiri, apakah Inez mulai mencari pasangan lagi?

Dengan kesibukan yang ada, sepertinya ini belum jadi prioritasku sekarang. Menurutku, kalau kita punya pasangan, otomatis kan kita juga harus membagi pikiran kita untuk orang lain. Di sisi lain, aku juga berpikir mungkin orang tersebut belum tentu worth it buat masa depanku. Jadi, daripada memikirkan sesuatu yang enggak pasti dan dinamis seperti itu, mendingan aku fokus membesarkan Zio dengan benar.

Apa pesan Inez untuk sesama single mom?

Enggak sedikit perempuan yang merasa takut untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya, dalam arti berpisah dengan pasangan. Mereka mungkin khawatir bagaimana nanti kehidupan anak-anaknya. Karenanya untuk sesama single mom, penting banget buat kita untuk punya banyak skill, skill apa pun, misalnya masak. Jadi nanti mungkin kita bisa jualan, yang penting ada niatnya.

Lalu, usahakan tetap bekerja, agar tidak terlalu menggantungkan hidup ke orang lain. Dan yang pasti harus banyak sabar. Tuhan memberikan hidup seperti ini karena Dia percaya kita bisa ngejalaninnya. Dibawa happy aja, rejeki pasti ada aja.

Vinessa Inez - Selebriti

(M&B/Vonda Nabilla/SW/Foto: Gustama Pandu/Digital Imaging: Raghamanyu Herlambang/Stylist: Gabriela Agmassini/MUA: Arimbi (@arimbi_mua)/Hairdo: Bella (@bellapratita)/Wardrobe: AmyGo (@amygostore)/Location: Hotel Pullman Jakarta, Central Park (@pullmanjakartacp))