Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Kanker Serviks, Satu-satunya Jenis Kanker yang Dapat Dicegah

Kanker Serviks, Satu-satunya Jenis Kanker yang Dapat Dicegah

Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2021, kanker serviks menjadi kanker kedua yang paling banyak dialami perempuan setelah kanker payudara. Setidaknya ada 10 ribu kasus kanker serviks per tahun di Indonesia. Sementara itu setiap satu jam ada satu pasien kanker serviks yang meninggal dunia. Jumlah tersebut tentu bukan jumlah yang rendah. Inilah sebabnya setiap perempuan perlu mengetahui cara mencegah kanker serviks sedini mungkin. 

Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang dapat dicegah. Sayangnya, masih banyak perempuan yang enggan melakukan tindakan pencegahan dengan tepat. Apa saja upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari kanker serviks?

Cara mencegah kanker serviks

Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, Sp.OG, Subsp. Onk, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi, RSPI Pondok Indah, mengatakan bahwa ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks, yaitu:

1. Screening rutin

Melakukan papsmear atau tes HPV secara berkala bisa membantu mendeteksi sel-sel pra-kanker sebelum berkembang menjadi kanker. Papsmear adalah cara paling efektif untuk mendeteksi sel-sel abnormal yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks. Papsmear disarankan untuk dilakukan secara teratur mulai usia 21 tahun atau dalam 3 tahun setelah pertama kali berhubungan seks.

Sementara itu, tes HPV digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan virus yang berisiko tinggi menyebabkan munculnya sel-sel abnormal. Tes HPV sering dilakukan bersamaan dengan Papsmear.

Screening juga bisa dilakukan dengan tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat 3-5%). Tes IVA ini merupakan tes non invasif, mudah dan murah, bisa dilakukan di puskesmas, dan hasilnya bisa langsung didapat. Moms bisa melakukan tes IVA segera sebagai tindakan pencegahan kanker serviks.

2. Perilaku seksual yang aman

Cara mencegah kanker serviks yang paling efektif di antaranya adalah menggunakan kondom, tidak berganti-ganti pasangan, dan menunda usia berhubungan seks pertama kali. Menikah di bawah usia 20 tahun bisa meningkatkan risiko penyakit kanker serviks.

3. Menghindari faktor risiko lain

Menerapkan gaya hidup sehat dan bersih menjadi cara paling mudah dan efektif untuk mencegah kanker serviks, di antaranya dengan mengurangi dan menghindari asap rokok, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara teratur.

4. Vaksinasi HPV

Kanker serviks menjadi satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi HPV diprioritaskan untuk individu yang belum terpapar HPV, yaitu usia 9-13 tahun. Wanita yang sudah aktif secara seksual masih bisa menerima manfaat dari vaksinasi HPV sampai usia 45 tahun.

Vaksin HPV mengandung partikel yang mirip dengan virus HPV tapi tanpa DNA virus. Vaksin akan merangsang respons imun dan membangun kekebalan terhadap HPV. Hal ini bisa membantu tubuh melawan virus saat terpapar dan mencegah perkembangan kanker serviks.

Gejala kanker serviks

Di tahap awal, kanker serviks tidak menunjukkan gejala. Gejala baru akan muncul jika kanker serviks sudah berada pada stadium lanjut. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai di antaranya:

  • Perdarahan vagina yang tidak biasa. Pada kasus kanker serviks, perdarahan vagina bisa terjadi setelah berhubungan seks di antara periode menstruasi atau setelah menopause 
  • Keputihan vagina yang berubah, baik dari segi kuantitas, konsistensi, atau aroma
  • Sakit saat berhubungan seks atau ketidaknyamamnan di area pelvis dan nyeri panggul yang bisa terjadi di satu atau lebih area panggul
  • Kelelahan, penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, atau anemia
  • Ketidaknyamanan saat buang air kecil, termasuk kesulitan dalam mengontrol BAK. Infeksi dapat menekan kandung kemih sehingga membuat kesulitan berkemih.

“Karena gejala baru muncul saat stadium kanker sudah lanjut, maka sebaiknya setiap perempuan melakukan screening secara teratur,” ucap Dr. dr. Fitriyadi Kusuma, SpOG. Subsp. Onk. (M&B/RF/Foto: Pexels)