Type Keyword(s) to Search
KID

7 Dampak Psikologis Anak yang Tumbuh Tanpa Kehadiran Ibu

7 Dampak Psikologis Anak yang Tumbuh Tanpa Kehadiran Ibu

Orang tua memiliki peran yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak, lho, Moms. Tumbuh tanpa kehadiran seorang ibu akan terasa sangat kesepian bagi anak. Namun, lebih dari itu, ada dampak psikologis anak tanpa ibu yang bisa muncul bahkan hingga ia dewasa kelak. Gambaran anak yang tumbuh tanpa kehadiran ibu tampak dalam film Dua Hati Biru garapan Gina S. Noer dan Dinna Jasanti.

Dalam film tersebut, sang anak, Adam, diceritakan harus hidup terpisah dari ibunya, Dara, yang tengah menempuh pendidikan di Korea, sejak ia dilahirkan. Padahal ketidakhadiran orang tua bisa meninggalkan dampak jangka panjang pada pertumbuhan anak yang dapat memengaruhi hubungan, pendidikan, dan banyak aspek kehidupan lainnya. Ingin tahu apa saja dampak psikologis yang bisa terjadi pada anak tanpa kehadiran ibu, yuk, simak pemaparannya dilansir dari Learning Mind dalam artikel berikut ini.

7 Dampak psikologis anak tanpa ibu

1. Relasi yang tidak sehat

Tumbuh tanpa dukungan emosional dari seorang ibu membuat seorang anak sulit untuk memahami perasaannya. Saat memasuki hubungan intim, seorang anak yang hidup tanpa ibu cenderung tidak mampu berkomunikasi dengan baik, menghormati pasangan, atau memiliki hubungan yang sehat.

Tidak mendapatkan bimbingan dan dukungan emosional dari salah satu orang tua, terutama dalam jangka waktu lama, punya pengaruh yang besar terhadap cara seseorang memandang hubungan secara umum dan bisa membuatnya kesulitan memahami perasaan pasangan.

2. Masalah komitmen

Seorang anak yang hidup tanpa ibu juga kelak akan kesulitan untuk berkomitmen, baik dalam hubungan persahabatan maupun percintaan. Ia cenderung enggan berkomitmen untuk jangka panjang karena takut akan ditinggalkan di kemudian hari. Hal ini terutama bisa terjadi pada anak yang ditinggalkan atau dicampakkan oleh ibunya.

3. Masalah akademik

Anak-anak yang tumbuh tanpa ibu bisa mempunyai dampak kognitif jangka pendek dan jangka panjang, sehubungan dengan kemampuan akademik. Penelitian di Cina menunjukkan bahwa anak-anak yatim piatu mempunyai persentase kehadiran di universitas yang lebih rendah. Semangat kerja dan kemauan belajar juga bisa menurun dibandingkan anak yang tumbuh bersama kedua orang tua.

4. Tingkat stres yang meningkat

Anak-anak yang dibesarkan tanpa sosok ibu lebih mudah menderita stres. Jika kehilangan ibu karena kematian atau perpisahan, kejadian traumatis apa pun dalam hidup mungkin akan terasa lebih besar dan menyakitkan. Hal tersebut lantaran anak tanpa ibu merasa tidak mendapat dukungan emosional di masa-masa sulit. Itulah sebabnya kondisi traumatis terasa jadi makin menakutkan, sehingga bisa meningkatkan kecemasan.

5. Mudah depresi

Kurangnya dukungan orang tua di awal kehidupan anak dapat meningkatkan risiko depresi di kehidupan dewasanya kelak. Anak-anak yang hidup tanpa kehadiran ibu punya rasa percaya diri yang rendah, tidak memiliki kendali diri, dan menyebabkan kesepian. Ketiga masalah tersebut bisa menyebabkan seseorang mudah merasa depresi.

6. Kecemasan sosial

Berbeda dengan kecemasan lainnya, kecemasan sosial melibatkan hubungan dengan orang lain setiap harinya. Ketidakhadiran seorang ibu dapat menyebabkan seseorang minder dan merasa canggung saat bersosialisasi. Kecemasan sosial juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan yang makin mengisolasi anak dari orang lain.

7. Anak rentan di-bully

Rasa tidak percaya diri yang dimiliki anak sering kali membuatnya menarik diri dari pergaulan. Hal tersebut kemudian juga bisa membuatnya rentan di-bully. Padahal, lebih jauh, bully juga bisa menimbulkan masalah baru bagi kesehatan mental anak.

Itulah beberapa dampak psikologis anak tanpa ibu, Moms. Sesungguhnya setiap anak memerlukan kehadiran kedua orang tuanya dalam segala situasi. Ada bersama anak setiap hari tidak cukup bila Moms tidak membersamai anak secara utuh.

Nah, bagaimana dengan Adam, anak Bima dan Dara, di film tersebut? Kalau mau tahu seperti apa, yuk, tonton film Dua Hati Biru yang sudah tayang di bioskop-bioskop kesayangan Anda. (M&B/RF/Foto: Pexels/VikaGlitter)