Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Batasi Asupan Gula pada Anak, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Batasi Asupan Gula pada Anak, Ini Bahayanya bagi Kesehatan

Mengonsumsi makanan manis saat ini telah menjadi kebiasaan banyak masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak. Padahal mengonsumsi gula berlebih dapat menimbulkan beragam jenis penyakit. Ada sejumlah bahaya kelebihan gula bagi kesehatan anak bila ia terbiasa mengonsumsi makanan manis sejak kecil.

Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan kandungan dalam setiap makanan yang diberikan kepada anak. Begitu pun dengan makanan tambahan atau makanan kemasan yang dikonsumsi anak. WHO menyarankan agar anak-anak di bawah usia 2 tahun tidak diberikan gula tambahan. Dua tahun pertama merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak.

Dampak kelebihan gula pada anak

Ditemui pada online press conference, Rabu (22/5/2024), Dr. dr. Tan Shot Yen, M.hum, ahli gizi masyarakat, membeberkan beberapa dampak yang bisa terjadi saat anak kelebihan konsumsi gula, di antaranya:

  • Menekan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan kasus infeksi akibat bakteri, virus, maupun jamur
  • Peningkatan adrenalin, hiperaktivitas, kecemasan, kesulitan konsentrasi, dan kapasitas belajar
  • Peningkatan kasus alergi
  • Memperburuk penglihatan
  • Merusak gigi dan menghambat penyerapan kalsium
  • Menghambat penyerapan protein
  • Mempermudah timbulnya sakit kepala dan migrain
  • Menyebabkan gangguan hormonal
  • Menyebabkan depresi dan perilaku antisosial.

Tak hanya itu, ada sejumlah risiko penyakit akibat kelebihan gula, yakni:

  • Kegemukan atau obesitas
  • Kelebihan gula darah yang berujung diabetes melitus
  • Kolesterol jahat yang bisa berisiko menjadi penyakit jantung
  • Meningkatnya risiko kanker.

5 cara mengurangi asupan gula pada anak

Ada 5 cara yang bisa Moms lakukan guna mengurangi asupan gula pada anak, yakni:

1. Baca label kemasan dengan cermat

Saat terpaksa memberikan makanan kemasan pada anak, pastikan Moms membaca fakta nutrisi yang ada pada label kemasan dengan lebih cermat. Ketahui jumlah gula per sajian yang terdapat di dalam makanan kemasan. Anak berusia di bawah 2 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi gula tambahan, sementara anak usia 2 tahun ke atas tidak disarankan untuk mengonsumsi gula lebih dari 25 gram per hari.

2. Hindari minuman manis

Bukan hanya dari makanan, asupan gula juga bisa didapat dari minuman manis yang sering kali tidak disadari. Untuk anak berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya hanya diberikan ASI dan air putih. Sementara untuk anak-anak usia di atasnya disarankan juga menghindari minuman kemasan yang mengandung banyak gula.

3. Pilih makanan segar dan hindari makanan olahan

Gula sering kali ditambahkan dalam pengolahan makanan, misalnya selai, kecap, atau saus salad. Mengonsumsi makanan dalam bentuk utuh tentu akan lebih sehat dibandingkan mengonsumsi makanan yang sudah diolah.

4. Sebisa mungkin tidak menambahkan gula ke dalam makanan

Jangan biasakan menambah gula ke dalam makanan anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis akan ketagihan dan terus menginginkan makanan manis. Anda bisa mendapatkan rasa manis dari sumber alami seperti buah, sayur, dan umbi-umbian.

5. Batasi pemberian jus buah

Buah memang menjadi sumber makanan yang sehat. Namun, saat sudah diolah menjadi jus, bisa saja ada tambahan asupan gula untuk anak. Apalagi bila Moms terbiasa menambahkan gula pasir atau susu kental manis ke dalam jus. American Academy of Pediatric menyarankan agar anak tidak diberikan jus buah sebelum berusia 1 tahun.

Membentuk kebiasaan makan sehat pada anak harus dimulai sejak dini, termasuk membatasi asupan gula. Mengonsumsi gula berlebih sejak masa anak-anak bisa memupuk risiko beragam penyakit di kemudian hari. Pastikan Anda memantau setiap asupan makanan Si Kecil setiap harinya ya, Moms. (M&B/RF/Foto: Yan Krukau/Pexels)