Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Jangan Begadang! Ini Efeknya Jika Ibu Hamil Kurang Tidur

Jangan Begadang! Ini Efeknya Jika Ibu Hamil Kurang Tidur

Kesulitan tidur di malam hari menjadi salah satu keluhan yang dialami ibu hamil. Namun, kurang tidur atau terlalu sering begadang ternyata bisa memicu masalah pada kehamilan, lho!

Menurut jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, sekitar 3 dari 10 wanita hamil memiliki durasi tidur kurang dari 7 jam setiap harinya. Padahal dalam situs National Library of Medicine disebutkan bahwa ibu hamil membutuhkan waktu tidur lebih panjang. Minimal waktu tidur untuk bumil adalah 8-10 jam.

Alasannya beragam, mulai dari jantung bumil yang harus bekerja 4-5 kali lebih keras selama kehamilan untuk menjaga agar darah yang mengalir melalui tubuh ibu dan bayi tercukupi dengan baik hingga lonjakan hormon progesteron yang membuat bumil lebih cepat lelah.

Mengingat kondisi tersebut, maka bumil dianjurkan mendapatkan tidur dengan durasi dan kualitas yang cukup, terutama di malam hari. Jika bumil terlalu sering begadang, maka akan berefek kepada kesehatan Anda, antara lain:

1. Daya tahan tubuh menurun

Bagi orang kebanyakan, kebiasaan begadang atau gangguan pola tidur bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun, apalagi buat wanita yang tengah hamil. Pasalnya, kekurangan waktu tidur berkualitas bisa memengaruhi respons imun tubuh seseorang.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari berisiko memicu penyakit. Oleh sebab itu, bumil yang sering begadang bisa mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga membuatnya lebih rentan terserang berbagai penyakit. Kondisi ini tentunya bisa memengaruhi kehamilan.

2. Komplikasi pada janin

Dilansir dari KlikDokter, terdapat hubungan antara bumil yang sering begadang dengan kondisi kesehatan bayi saat dilahirkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Pittsburgh Medical Center, disebutkan bahwa kurangnya kualitas dan kuantitas waktu tidur menyebabkan berkurangnya regenerasi dan pertumbuhan sel-sel tubuh Anda sebagai calon ibu, termasuk pada janin yang dikandung. Kejadian ini bisa meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah dan kelainan bawaan pada janin.

3. Memicu preeklampsia

Sebuah penelitian mengenai hubungan antara tidur dan kehamilan juga dilakukan oleh Center for Perinatal Studies, Swedish Medical Center. Hasilnya, bumil yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari pada trimester pertama kehamilan memiliki risiko terhadap peningkatan tekanan darah sistolik 4 mmHg lebih tinggi dibandingkan bumil yang tidur dalam waktu normal.

4. Kelahiran prematur spontan

Sitokin inflamasi diyakini memainkan peran kunci dalam mekanisme tercetusnya persalinan awal. Hal ini yang berkontribusi pada penyebab kelahiran prematur spontan.

Prostaglandin memainkan peran utama dalam kontraksi uterus dan inflamasi sitokin dapat merangsang produksi prostaglandin di jaringan kehamilan. Kondisi ini menyebabkan pematangan serviks dan mendorong kontraksi uterus.

Untuk mendukung hipotesis ini, wanita yang melahirkan prematur ditemukan memiliki peningkatan konsentrasi cairan ketuban dari sitokin inflamasi. Hal ini biasanya banyak terakumulasi pada wanita hamil yang mengalami gangguan tidur.

5. Tekanan darah tinggi

Gangguan tidur juga bisa memicu kenaikan tekanan darah, terutama pada bumil. Saat tidur, tekanan darah seseorang akan turun sekitar 10-20 persen. Ketika seseorang kesulitan atau kekurangan tidur di malam hari, maka tekanan darahnya akan jadi lebih tinggi.

Sejauh ini disebutkan kenaikan tekanan darah saat seseorang kekurangan tidur memang tidak terlalu signifikan. Namun, jika bumil terbiasa begadang, maka kerja jantung akan terganggu.

6. Depresi pascapersalinan

Kebiasaan begadang juga bisa memicu depresi pada bumil. Depresi pascapersalinan adalah episode depresi yang timbul dalam 4 minggu setelah melahirkan dan bisa berlangsung hingga 6 bulan. Gejala depresi yang bisa dialami bumil, yakni:

  • Suasana hati yang sedih terus-menerus
  • Kehilangan minat atau kesenangan pada aktivitas yang pernah dinikmati
  • Perubahan signifikan dalam nafsu makan atau berat badan.
  • Gangguan tidur.
  • Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri.

Untuk mengatasi masalah sulit tidur, bumil bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Mandi air hangat untuk membuat tubuh rileks, sehingga membantu Anda cepat terlelap di malam hari
  • Perbanyak minum air putih
  • Rutin berolahraga ringan saat hamil, seperti bersepeda dan berjalan santai
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Gunakan bantal dan guling yang nyaman serta jaga suasana kamar tenang dan nyaman.

(M&B/Wieta Rachmatia/SW/Foto: Freepik)