Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Dampak Suami Tinggal di Rumah Mertua dan Tips Menghadapinya

Dampak Suami Tinggal di Rumah Mertua dan Tips Menghadapinya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Saat memutuskan untuk menikah, Moms dan Dads tentu berharap bisa membangun kehidupan baru yang mandiri. Namun, tak jarang ada kondisi tertentu yang memaksa suami dan istri untuk tinggal bersama mertua. Meski cukup umum dilakukan, nyatanya ada dampak suami tinggal di rumah mertua yang tidak boleh diabaikan.

Apa kondisi yang sering membuat suami tinggal di rumah mertua? 

Kebanyakan pasangan memilih untuk tinggal di rumah mertua karena beberapa alasan berikut ini.

1. Kondisi finansial

Mahalnya harga rumah atau apartemen bisa menjadi alasan utama. Kondisi ekonomi yang belum stabil sering kali membuat pasangan baru terpaksa tinggal bersama orang tua sebagai solusi sementara.

2. Alasan medis atau kesehatan

Ketika salah satu mertua membutuhkan perhatian khusus atau perawatan intensif, pasangan mungkin memutuskan untuk tinggal bersama demi dapat menjaganya secara langsung.

3. Kondisi budaya dan tradisi

Di sejumlah budaya dan tradisi, tinggal bersama mertua adalah bagian dari kewajiban anak dan dianggap sebagai tanggung jawab bersama yang tentu saja tidak boleh dilewatkan. 

Tantangan yang mungkin muncul saat suami tinggal di rumah mertua

Dari segi finansial, mungkin tinggal di rumah mertua akan lebih menghemat budget. Apabila pasangan memiliki anak, maka akan ada rasa aman karena secara langsung anak akan diawasi oleh kakek atau neneknya.

Namun, bukan berarti tinggal di rumah mertua tidak ada tantangannya. Ada sejumlah risiko yang mungkin harus dihadapi pasangan yang tinggal di rumah mertua, terutama suami.

“Potensi risiko ini bergantung pada hubungan orang tua dengan anaknya, baik dengan anak perempuannya maupun dengan menantu laki-laki,” ungkap psikolog klinis, Reynitta Poerwito, Bach.Of Psych., M.Psi.

“Risiko yang dimaksud antara lain adanya konflik soal otoritas karena dengan tinggal di rumah mertua, artinya kita menumpang, jadi aturan dan batasan tergantung oleh orang tua sebagai pemilik rumah. Lalu ada kemungkinan pandangan soal ketidakmandirian suami. Kemudian ada konflik peran yang mungkin terjadi terutama pada pasangan yang telah memiliki anak,” lanjutnya.

Baca juga: 6 Cara Efektif Mengatasi Mertua yang Terlalu Ikut Campur

Pada dasarnya, ada perbedaan dengan mendidik anak dengan menjaga cucu. Biasanya, mertua (kakek dan nenek) punya batasan yang sangat minim saat berurusan dengan cucu. Berbeda jika dibandingkan saat mereka mendidik anak-anaknya.

Hal ini biasanya akan mengganggu dinamika keluarga. “Jadi, mungkin orang tuanya punya aturan sendiri dan tidak boleh melakukan ini atau itu, tapi justru diperbolehkan oleh kakek dan neneknya demi menyenangkan cucunya,” ucap Reynitta.

Last but not least, pasangan yang tinggal di rumah mertuanya tentunya akan minim privasi. “Misalnya, tidak punya ruang untuk mengobrol leluasa dengan pasangan. Atau saat sedang ada konflik, orang tua atau mertua jadi ikut mendengar dan tahu. Tidak hanya dalam bentuk verbal, mertua akan tahu adanya masalah dalam rumah tangga hanya dari raut muka, sikap, atau ketika istri menangis,” jelas Reynitta.

Baca juga: Demi Menghindari Konflik, Jangan Katakan Ini pada Ibu Mertua Anda!

Tips menjaga harmoni saat tinggal di rumah mertua

Meski penuh tantangan, ada beberapa langkah yang bisa membantu menjaga keharmonisan hubungan saat tinggal bersama mertua.

1. Tetapkan batasan dengan jelas

Bicarakan ekspektasi dan batasan dengan mertua serta pasangan sejak awal, seperti jadwal pekerjaan rumah, hak privasi, hingga waktu pribadi antara suami dan istri.

2. Jaga komunikasi 

Komunikasi adalah kunci untuk menghindari miskomunikasi. Jika ada masalah, bicarakan secara terbuka dengan pasangan terlebih dahulu untuk mencari solusi bersama sebelum melibatkan mertua.

3. Berikan apresiasi

Tinggal di rumah mertua berarti Anda hidup dengan orang yang lebih tua yang mungkin sudah terbiasa dengan rutinitas dan standar tertentu. Berikan apresiasi terhadap kompromi mereka dan tunjukkan rasa hormat.

4. Tetap perlihatkan kemandirian

Meski tinggal di rumah mertua, usahakan untuk tetap melakukan hal-hal yang menunjukkan kemandirian, seperti berkontribusi pada pengeluaran rumah tangga atau mengambil tanggung jawab tertentu.

Baca juga: Tips Mengambil Hati Mertua agar Jadi Menantu Kesayangan

5. Cari waktu berdua dengan pasangan

Lakukan quality time secara konsisten bersama pasangan, di luar rumah kalau perlu. Hal ini bisa membantu menjaga kualitas hubungan sebagai pasangan suami istri.

“Kesepakatan dan komunikasi antara suami dan istri, sudah pasti harus ada. Ketika sudah tahu risiko, ya pasti harus dibicarakan dan jangan dipendam. Semua harus dibicarakan sebelum pindah ke rumah mertua,” tegas Reynitta.

“Sebagai istri, jangan lupa memberitahukan kepada suami bagaimana karakter orang tuanya, sehingga bisa meminimalisasi konflik dan pasangan juga tidak kaget. Istri juga selayaknya bisa menjadi jembatan antara suami dan orang tuanya. Jangan lupa dikomunikasikan juga batasan, berapa lama akan tinggal di rumah mertua, sehingga memotivasi pasangan untuk mencari solusi lain,” lanjutnya.

Suami tinggal di rumah mertua tidak harus menjadi hambatan dalam membangun keluarga harmonis. Sebaliknya, pengalaman ini bisa menjadi peluang untuk belajar dan tumbuh lebih dewasa, terutama dalam mengelola hubungan interpersonal. Yang penting adalah bagaimana suami istri berupaya untuk menjaga keseimbangan antara menjalani kehidupan pernikahan dan menghormati mertua. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)