Type Keyword(s) to Search
BABY

Ciri-Ciri Kejang pada Bayi 0-6 Bulan yang Harus Orang Tua Kenali

Ciri-Ciri Kejang pada Bayi 0-6 Bulan yang Harus Orang Tua Kenali

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kejang pada bayi merupakan kondisi yang bisa membuat orang tua panik dan khawatir. Mengenali ciri-ciri kejang pada bayi 0-6 bulan bisa menjadi langkah penting untuk memberikan penanganan yang optimal. Pastikan Moms selalu mewaspadai gejalanya dan segera melakukan penanganan yang tepat dan cepat.

Kejang pada bayi ada yang ringan dan tidak berdampak pada kesehatan bayi jangka panjang, tapi ada juga yang memerlukan penanganan medis lebih serius. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan bila bayi mengalami gejala atau ciri-ciri kejang. Yuk, cari tahu apa saja ciri-cirinya di artikel berikut ini, Moms!

Ciri-ciri kejang pada bayi yang harus diwaspadai

1. Gerakan mendadak dan berulang

Saat kejang, bayi tiba-tiba seperti tersentak atau tubuhnya bergerak tak terkendali. Bukan hanya sekali, tapi gerakan tersentak tersebut bisa berulang dengan pola yang sama. Jika gerakannya terus berulang tanpa bisa dihentikan, Moms perlu mewaspadainya.

2. Mata melotot atau bergerak tak wajar

Saat kejang, mata bayi bisa tampak melotot, berputar ke atas, atau bergerak cepat ke satu arah. Gerakan mata tersebut jelas berbeda dengan gerakan mata normal yang biasanya mengikuti cahaya atau mainan. Beberapa bayi juga menunjukkan tatapan yang kosong selama beberapa detik atau menit selama mengalami kejang.

Baca juga: Kejang Demam pada Bayi, Ini yang Perlu Anda Perhatikan!

3. Tubuh kaku atau bergetar hebat

Bayi bisa mendadak kaku seperti menegang, atau justru tubuhnya gemetar hebat saat kejang. Kadang hanya tangan, kaki, atau wajah yang terlihat bergerak sendiri tanpa terkontrol. Lengan dan kaki bayi juga mungkin bergerak secara ritmis, seperti sedang menendang atau memukul udara.

4. Pola napas berubah drastis

Napas bayi bisa jadi terengah-engah, tersendat, atau bahkan berhenti sesaat. Perubahan napas ini bisa membuat wajah bayi tampak tegang. Suara napas yang tidak normal, seperti mengi atau suara serak, juga bisa muncul. Bayi mungkin terlihat kesulitan bernapas atau napasnya menjadi pendek.

Baca juga: Cortical Dysplasia, Salah Satu Penyebab Umum Bayi Kejang

5. Warna kulit berubah

Ciri-ciri kejang pada bayi berikutnya adalah wajah atau tubuh bayi bisa jadi pucat, kebiruan di sekitar bibir dan jari, atau malah tampak kemerahan. Kulit di sekitar bibir dan jari-jari bisa berubah menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.

6. Hilang kesadaran

Bayi yang mengalami kejang sering kehilangan kesadaran, meskipun matanya mungkin tetap terbuka. Si Kecil tidak merespons panggilan nama, sentuhan, atau rangsangan lainnya. Kondisi ini bisa berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah kejang berakhir, bayi mungkin terlihat bingung, mengantuk, atau lemas. Beberapa bayi juga bisa langsung tertidur lelap atau menangis dengan keras.

Pertolongan pertama saat bayi kejang

Melihat bayi mengalami kejang tentu membuat orang tua panik. Namun, kepanikan justru bisa memperburuk keadaan. Yang terpenting adalah tetap tenang dan tahu langkah apa yang harus dilakukan. Pertolongan pertama yang tepat bisa membantu menjaga keselamatan Si Kecil sebelum mendapat penanganan medis.

1. Jangan panik, karena kepanikan bisa membuat Anda salah bertindak. Tarik napas dalam-dalam dan fokus pada kondisi bayi.

2. Letakkan bayi di permukaan datar, misalnya di lantai atau tempat tidur, lalu miringkan tubuhnya ke samping agar jalan napas tetap terbuka.

3. Lepaskan atau longgarkan pakaian yang terlalu ketat di leher dan dada supaya bayi bisa bernapas lebih lega.

4. Pastikan di sekitar bayi tidak ada benda keras atau tajam yang bisa melukai saat tubuhnya bergerak tak terkendali.

5. Hindari memasukkan sendok, jari, atau benda lain ke mulut bayi. Hal ini justru berbahaya dan bisa membuat bayi tersedak.

6. Perhatikan berapa lama kejang berlangsung. Jika lebih dari 5 menit atau kejang berulang, segera bawa bayi ke rumah sakit.

7. Setelah kejang mereda, tetap bawa bayi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut agar penyebabnya bisa diketahui.

Dengan menguasai pertolongan pertama saat bayi kejang, Moms bisa lebih siap melindungi Si Kecil dari risiko yang lebih berbahaya. Ingat, setiap detik sangat berarti untuk keselamatan buah hati Anda.

Itulah beberapa ciri-ciri kejang pada bayi 0-6 bulan yang perlu Anda waspadai dan pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Terpenting adalah tetap tenang dan amati setiap gejala atau pergerakan bayi saat kejang terjadi. (M&B/YE/RF/Foto: The Craft Wonder/Pexels)