Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, punya bayi usia 10 bulan memang menyenangkan sekaligus penuh tantangan, ya. Di usia ini, bayi biasanya sudah aktif merangkak, berdiri dengan bantuan, bahkan mencoba berbicara. Semua aktivitas tersebut membutuhkan energi yang besar. Tidak heran kalau banyak Moms ingin mencari jadwal makan bayi 10 bulan supaya cepat gemuk agar tumbuh kembangnya tetap optimal.
Namun, perlu diingat bahwa “gemuk” pada bayi bukan hanya soal tampilan pipi chubby atau paha berlipat. Yang lebih penting adalah pertumbuhan sesuai kurva WHO, asupan nutrisi lengkap, dan keseimbangan antara kalori, protein, serta zat gizi lain. Yuk, kita bahas jadwal makan yang tepat, porsi ideal, serta tips supaya Si Kecil sehat, aktif, dan menggemaskan.
Berapa kali sehari bayi umur 10 bulan makan?
Bayi umur 10 bulan biasanya makan 3 kali makanan utama (pagi, siang, malam) dan 2-3 kali camilan sehat per hari. Camilan untuk bayi 10 bulan bisa berupa buah, roti lembut, puding, finger food. ASI atau susu formula bisa tetap diberikan sesuai kebutuhan (umumnya 3-4 kali sehari atau sesuai permintaan bayi). Jadi, totalnya bayi 10 bulan bisa makan sekitar 5-6 kali sehari (3 kali MPASI dan 2-3 kali camilan sehat) ditambah ASI atau sufor.
Hal di atas sejalan dengan panduan WHO Infant Feeding Guidelines yang menyarankan bayi usia 9-11 bulan mendapatkan MPASI 3-4 kali sehari ditambah 1-2 kali camilan sesuai nafsu makan. Ingat, bayi 10 bulan umumnya sudah membutuhkan jadwal makan yang lebih teratur, karena kebutuhan energinya makin besar. Menurut rekomendasi WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pola makan bayi 6-12 bulan adalah kombinasi ASI atau susu dan MPASI padat gizi.
Berapa berat badan bayi 10 bulan yang ideal?
Rata-rata berat badan ideal bayi 10 bulan adalah 9,2 kilogram (bayi laki-laki) dan 8,5 kilogram (bayi perempuan). Untuk rentang normal berat badan bayi 10 bulan laki-laki adalah 7,6-11 kilogram, dan untuk bayi perempuan adalah 7-10,5 kilogram.
Yang penting bukan sekadar angka timbangan, tetapi apakah pertumbuhan bayi konsisten mengikuti kurva WHO (grafiknya naik sesuai anjuran). Jadi, kalau berat badan bayi berada dalam rentang tersebut dan grafiknya stabil, Moms bisa tenang. Kalau berat badan bayi stagnan lebih 2 bulan atau bahkan turun drastis, sebaiknya segera ke dokter anak untuk cek penyebabnya ya, Moms.
Bayi umur 10 bulan bisa makan apa?
Bayi 10 bulan bisa makan karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, buah-buahan, lemak sehat, dan camilan sehat. Contoh sumber makanannya seperti berikut ini, Moms.
- Karbohidrat: Nasi tim, kentang, ubi, jagung, oat, pasta kecil, roti lembut
- Protein hewani: Ayam, ikan tanpa duri (salmon, kembung, dori), sapi cincang, hati ayam, telur (kuning + putih)
- Protein nabati: Tahu, tempe, kacang hijau, edamame
- Sayuran: Wortel, brokoli, bayam, labu kuning, tomat, buncis, zucchini
- Buah: Alpukat, pisang, pepaya, pir, semangka, apel kukus, mangga matang
- Lemak sehat: Minyak zaitun, minyak kelapa, unsalted butter, santan encer
- Camilan sehat: Puding chia dengan ASI, biskuit bayi tanpa gula, potongan buah lembut (finger food).
Baca juga: 7 Buah Penambah Berat Badan Bayi yang Enak dan Mudah Didapat
Porsi makan bayi 10 bulan
Porsi makan bayi 10 bulan adalah setengah mangkuk berukuran 250 ml atau sekitar 125 ml untuk satu kali makan utama. Frekuensi pemberian makan utama adalah 3-4 kali sehari, dengan tambahan 1-2 kali makanan selingan atau camilan di antara waktu makan.
- Makanan utama: Berikan sekitar setengah mangkuk berukuran 250 ml, yang berarti sekitar 125 ml sekali makan.
- Makanan selingan (camilan): Berikan 1-2 kali makanan selingan di antara waktu makan utama untuk memenuhi kebutuhan gizinya.
Jadwal makan bayi 10 bulan supaya cepat gemuk
Agar bayi cepat gemuk dengan cara sehat, Moms perlu mengatur jadwal makan yang teratur dan bervariasi. Berikut ini contoh jadwal yang bisa diterapkan.
1. Pagi (sekitar jam 07.00–08.00)
ASI atau susu formula sebagai pembuka hari. Sarapan MPASI padat energi: bubur nasi tim dengan daging ayam cincang, hati ayam, atau ikan. Tambahkan sayuran lembut (wortel, brokoli) dan sedikit minyak zaitun.
2. Snack pagi (sekitar jam 10.00)
Potongan buah lembut seperti pisang, alpukat, atau pepaya. Bisa juga finger food sehat seperti potongan kentang kukus atau keju lembut.
3. Siang (sekitar jam 12.00)
Bubur tim lengkap berisi nasi, daging sapi cincang, sayuran hijau, dan telur. Campurkan kaldu ayam atau sapi untuk menambah rasa sekaligus nutrisi.
4. Snack sore (sekitar jam 15.00)
Puding chia seed dengan ASI atau susu formula. Alternatif lain bisa juga roti lembut dicampur puree buah.
5. Malam (sekitar jam 18.00)
MPASI lengkap, misalnya bubur kacang hijau dengan santan (santan encer, bukan kental berlebihan ya, Moms). Bisa juga nasi tim dengan ikan salmon dan sayuran kukus.
6. Menjelang tidur (sekitar jam 20.00-21.00)
ASI atau susu formula. Bisa ditambah puree buah kecil sebagai camilan ringan jika bayi masih ingin makan.
Baca juga: Panduan Kenaikan Berat Badan Ideal Bayi
Itulah jadwal makan bayi 10 bulan supaya cepat gemuk. Selain jadwal makan yang teratur, ada beberapa strategi supaya berat badan bayi naik dengan sehat, misalnya tambahkan lemak sehat (minyak zaitun, santan encer, unsalted butter) agar kalori bertambah, berikan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan bayi, berikan makanan dengan tekstur bervariasi, dan hindari memberikan makanan rendah gizi seperti makanan instan. (MB/AY/Foto: Ivanko_brnjakovic/Canva)
