Type Keyword(s) to Search
BABY

Begini Cara Merawat Bayi BBLR agar Cepat Gemuk

Begini Cara Merawat Bayi BBLR agar Cepat Gemuk

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Semua orang tua pasti menginginkan anak mereka lahir dengan sehat dan sempurna ya, Moms. Namun, terkadang ada kondisi kesehatan tertentu yang terjadi pada bayi, salah satunya adalah ketika bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Saat bayi lahir dengan kondisi tersebut, penting untuk tahu cara merawat bayi BBLR agar cepat gemuk.

Bayi dengan BBLR tentu memerlukan perawatan dan perhatian khusus yang berbeda dengan merawat bayi yang lahir dengan berat badan cukup. Dengan begitu, tumbuh kembang bayi akan berjalan dengan optimal.

Apa itu bayi berat lahir rendah (BBLR)?

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah istilah medis yang digunakan untuk bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram (2,5 kg), terlepas dari usia kehamilannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan BBLR lebih lanjut menjadi beberapa kategori:

  • Berat Lahir Rendah (BBLR): Berat badan kurang dari 2.500 gram
  • Berat Lahir Sangat Rendah (BLSR): Berat badan kurang dari 1.500 gram
  • Berat Lahir Ekstrem Rendah (BLER): Berat badan kurang dari 1.000 gram.

Kondisi BBLR dapat terjadi pada bayi prematur (lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu) maupun bayi cukup bulan. Pada bayi prematur, berat badan rendah disebabkan oleh waktu pertumbuhan di dalam rahim yang lebih singkat. Sementara pada bayi cukup bulan, kondisi ini dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR), di mana bayi tidak tumbuh secara optimal selama di dalam kandungan.

Penyebab dan dampak kesehatan bayi BBLR

Memahami penyebab BBLR adalah langkah pertama dalam memberikan penanganan yang tepat. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seorang ibu melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Penyebab umum BBLR

1. Kelahiran prematur: Ini adalah penyebab yang paling umum terjadi. Makin dini bayi lahir, makin rendah berat badannya.

2. Pertumbuhan janin terhambat: Terjadi ketika janin tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk bertumbuh di dalam rahim. Ini bisa disebabkan oleh masalah plasenta, tekanan darah tinggi pada ibu, atau infeksi.

3. Kehamilan kembar: Kehamilan dengan lebih dari satu janin sering kali mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan lebih rendah, karena ruang dan nutrisi di dalam rahim harus terbagi.

4. Kesehatan ibu hamil: Kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, seperti diabetes, penyakit jantung, preeklampsia, atau infeksi bisa memengaruhi pertumbuhan janin.

5. Gaya hidup ibu hamil: Merokok, konsumsi alkohol, atau penggunaan narkoba selama kehamilan secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya BBLR. Kekurangan gizi pada bumil juga menjadi faktor yang bisa menyebabkan BBLR.

Baca juga: Bayi Prematur dan Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami

Dampak kesehatan jangka panjang

Bayi BBLR memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami berbagai tantangan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Bayi memiliki lapisan lemak tubuh yang lebih sedikit, sehingga membuatnya rentan terhadap hipotermia (kehilangan panas tubuh). Sistem kekebalan tubuh yang belum matang juga membuat Si Kecil lebih mudah terkena infeksi.

Dalam jangka panjang, bayi BBLR berisiko mengalami:

  • Keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif
  • Kesulitan belajar
  • Penyakit kronis saat dewasa, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

Karena itu, intervensi dan perawatan yang tepat sejak dini sangat krusial untuk meminimalkan risiko-risiko ini.

Cara merawat bayi BBLR agar cepat gemuk

Fokus utama dalam merawat bayi BBLR adalah memastikannya mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengejar pertumbuhan, menjaga suhu tubuhnya tetap stabil, dan melindunginya dari infeksi. Berikut ini beberapa cara merawat bayi BBLR yang dapat Moms lakukan.

1. Optimalkan pemberian nutrisi

Nutrisi adalah fondasi utama untuk menaikkan berat badan. Berikut ini beberapa hal yang perlu Moms perhatikan dalam pemberian nutrisi pada bayi BBLR.

  • ASI adalah yang terbaik: Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk semua bayi, termasuk BBLR. ASI mengandung nutrisi lengkap, antibodi untuk melawan infeksi, dan lebih mudah dicerna.
  • Menyusui lebih sering: Bayi BBLR memiliki kapasitas lambung yang kecil dan cenderung cepat lelah saat menyusu. Karena itu, susui bayi lebih sering, sekitar setiap 2-3 jam sekali, bahkan jika ia tidak menunjukkan tanda lapar.
  • Perhatikan perlekatan: Pastikan perlekatan menyusui sudah benar agar bayi dapat mengisap ASI secara efektif. Jika perlu, konsultasikan dengan konsultan laktasi.
  • Susu formula khusus: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan merekomendasikan susu formula khusus BBLR yang memiliki kalori lebih tinggi untuk melengkapi ASI. Keputusan ini harus selalu berdasarkan anjuran medis.

Baca juga: Tips Meningkatkan ASI bagi Ibu Menyusui agar Nutrisi Bayi Tercukupi

2. Terapkan metode kanguru (kangaroo mother care)

Metode kanguru adalah intervensi sederhana, tetapi sangat efektif. Caranya adalah dengan melakukan skin-to-skin dengan bayi. Bayi, yang hanya mengenakan popok, diletakkan di dada Anda.

Manfaat metode ini sangat besar, yaitu:

  • Menstabilkan suhu tubuh: Suhu tubuh ibu akan secara alami menyesuaikan untuk menjaga bayi tetap hangat.
  • Meningkatkan berat badan: Kontak kulit ini menenangkan bayi, mengurangi stres, dan menghemat energi, sehingga kalori dapat dialokasikan untuk pertumbuhan.
  • Memperkuat ikatan: Meningkatkan ikatan emosional antara orang tua dan bayi.
  • Mendukung laktasi: Merangsang produksi ASI pada ibu.

3. Jaga lingkungan tetap hangat

Bayi BBLR mudah kedinginan. Pastikan suhu ruangan tetap nyaman dan stabil. Pakaikan bayi pakaian yang cukup, topi, dan kaus kaki untuk mengurangi kehilangan panas. Hindari paparan langsung dari pendingin udara (AC) atau kipas angin.

4. Pantau berat badan secara rutin

Pemantauan berat badan yang teratur adalah cara untuk memastikan apakah perawatan yang dilakukan sudah tepat. Timbang bayi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh dokter anak, bisa setiap hari atau setiap minggu. Catat hasilnya untuk melacak kemajuan dan segera konsultasikan dengan dokter jika berat badan bayi tidak naik atau bahkan turun.

5. Lindungi dari infeksi

Sistem imun bayi BBLR masih lemah. Lindungi ia dari risiko infeksi dengan cara:

  • Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang bayi
  • Membatasi jumlah pengunjung dan pastikan siapa pun yang berinteraksi dengan bayi dalam keadaan sehat
  • Menjaga kebersihan rumah dan peralatan bayi
  • Memastikan bayi mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Itulah beberapa cara merawat bayi BBLR agar cepat gemuk. Memiliki bayi dengan berat lahir rendah bukanlah akhir dari segalanya. Moms tetap bisa berusaha memberikan perawatan terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya tetap optimal. (MB/AY/RF/Foto: Mdjaff/Freepik)