Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

25 Tahun Her World Indonesia: Merayakan Perempuan yang Menginspirasi dan Menggerakkan Perubahan

25 Tahun Her World Indonesia: Merayakan Perempuan yang Menginspirasi dan Menggerakkan Perubahan

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Di tengah semangat baru tentang kepemimpinan dan peran perempuan, Her World Indonesia kembali menggelar Women Leadership Conference (WLC) 2025, ajang tahunan yang mempersatukan perempuan inspiratif dari berbagai bidang.

Mengusung tema “Disrupt Like a Woman, Time to Change the Game” konferensi ini bukan sekadar panggung inspirasi, melainkan perayaan atas keberanian perempuan yang memilih untuk tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi menciptakannya.

Berlokasi di Le Meridien Jakarta, acara ini mempertemukan berbagai perempuan dengan semangat yang sama untuk tumbuh dan berbagi dalam satu ruang. Energi positif ini berisikan perempuan-perempuan yang berbagi cerita, menukar pandangan, dan menyalakan api baru dalam diri satu sama lain.

Mita Soedarjo, Editor-in-Chief Her World Indonesia, mengatakan, “Setiap tahun, Women Leadership Conference menjadi ruang yang selalu kami nantikan, karena di sinilah kita bisa melihat bagaimana perempuan Indonesia terus berkembang dan saling menguatkan. Tahun ini terasa istimewa, bukan hanya karena tema ‘Disrupt Like a Woman, Time to Change the Game’ yang begitu relevan, tetapi juga karena bertepatan dengan 25 tahun perjalanan Her World Indonesia sebuah refleksi tentang bagaimana kami tumbuh bersama perempuan yang kami rayakan.”

Momentum ini kemudian diwujudkan dalam sesi reflektif bertajuk “Celebrating 25 Years of Her World Indonesia”, di mana empat generasi pemimpin redaksi, Sari Narulita, Dian Sarwono, Shantica Warman, dan Mita Soedarjo tampil bersama di atas panggung. Percakapan mereka menjadi penghormatan atas perjalanan panjang Her World Indonesia sebagai media gaya hidup perempuan berpengaruh yang tidak hanya menceritakan tentang perempuan, tetapi tumbuh dan berevolusi bersama mereka.

Dari panggung ke panggung, para pembicara menghadirkan percakapan yang menginspirasi tentang kekuatan, ketahanan, dan keautentikan perempuan modern. Mulai dari Cantika Abigail, Andien, dan Andra Alodita yang mengajak audiens memaknai ulang kecantikan dan proses penyembuhan; hingga Mira Sumanti (Google Indonesia), Utari Octavianty (Aruna Indonesia), dan Melinda Savitri (Grab Indonesia) yang menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat menjadi superpower bagi perempuan untuk berkembang dan memimpin di dunia yang terus berubah. 

Di sisi lain, kisah tentang kekuatan dan keberanian muncul lewat Fia Bunova dan Deayu Anugraha, dua penyintas kanker yang membagikan pengalaman memimpin hidup dengan penuh percaya diri. Sementara Tantri Onny Bianti, Aliyah Natasha, Naomi Julia Soegianto, dan Alice Norin menyalakan semangat wirausaha lewat cerita tentang bagaimana passion kecil dapat tumbuh menjadi perjalanan besar, bukti nyata bahwa ketika perempuan percaya pada dirinya, segalanya mungkin terjadi.

Sebagaimana tradisi Her World Indonesia setiap tahunnya, Women of The Year (WOTY) 2025 menjadi puncak penghargaan bagi sosok-sosok perempuan yang telah memberi dampak dan inspirasi nyata di bidangnya masing-masing.

Tahun ini, penghargaan tersebut diberikan kepada Abigail Limuria (Penulis & Co-Founder What Is Up, Indonesia), Sastia Prama Putri (Researcher, Associate Professor Osaka University), Suryana Paramita (Produser Film & Co-Founder Cerita Films), Erika Richardo (Art Creator), Lizzie Parra (Founder BLP Beauty), Maya Watono (CEO Injourney), Utari Octavianty (Co-Founder Aruna Indonesia), dan Tantri Onny Bianti (Owner Natasha Skin Clinic Center & Entrepreneur).

Konferensi ditutup dengan momen penuh kekuatan dan refleksi melalui sesi “Disrupt Like a Woman: How We Are Changing The Game”. Tiga sosok perempuan yang telah menjadi simbol perubahan, yaitu Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Raisha Syarfuan (President Director PT Sarinah), dan Sastia Prama Putri (Researcher, Associate Professor Osaka University), berbagi pandangan tentang bagaimana perempuan memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan di masyarakat, meski sering kali tidak disadari.

Mereka menegaskan bahwa disruption bukan sekadar mengguncang sistem, melainkan keberanian untuk berpikir berbeda, mengambil peran, dan menghadirkan nilai-nilai feminin seperti empati, kejujuran, serta rasa ingin tahu sebagai kekuatan nyata dalam memimpin perubahan. 

Melalui Women Leadership Conference 2025, Her World Indonesia kembali menegaskan esensinya selama lebih dari dua dekade: menjadi medium yang tidak hanya bercerita tentang perempuan, tetapi juga berdiri bersama mereka. Tahun ini, WLC bukan hanya tentang sesi dan panggung, melainkan tentang resonansi. Tentang perempuan yang saling menyalakan. Tentang keberanian untuk mengubah permainan dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh perempuan.

“Melalui WLC, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya hadir di ruang publik, tetapi juga di keseharian, dari bagaimana ia mengambil keputusan, beradaptasi, dan memberi dampak bagi sekitarnya. Setiap perempuan punya kekuatan untuk menciptakan perubahan, sekecil apa pun langkahnya,” tutup Mita. (MB/SW/Foto: Dok. Her World Indonesia)