Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Dalam perjalanan membangun rumah tangga, kita sering kali terjebak dalam anggapan bahwa pasangan yang bahagia harus melakukan segalanya bersama-sama, mulai dari belanja bulanan, menonton film, hingga sekadar duduk santai di sore hari. Memang, kebersamaan adalah fondasi utama cinta. Namun, pernahkah Moms atau Dads merasa perlu memiliki ruang untuk bernapas sendiri?
Perasaan ini wajar dan sangat manusiawi. Mencintai seseorang bukan berarti kita harus meleburkan diri sepenuhnya hingga identitas pribadi kita hilang. Justru, hubungan yang paling sehat adalah hubungan di mana kedua belah pihak masih bisa tumbuh sebagai individu yang utuh. Di sinilah konsep aturan 70/30 dalam hubungan hadir untuk merawat kesehatan mental masing-masing pasangan.
Apa itu aturan 70/30 dalam hubungan?
Aturan 70/30 bukanlah rumus matematika yang kaku, melainkan sebuah filosofi keseimbangan tentang bagaimana kita mengalokasikan waktu luang dan energi emosional kita. Konsep ini mengajarkan bahwa untuk mencapai keharmonisan, kita tidak perlu memberikan 100% waktu kita hanya untuk pasangan.
70% bersama pasangan
Bagian terbesar, yaitu 70%, adalah waktu yang dialokasikan untuk membangun koneksi dengan pasangan. Ini adalah momen untuk:
- Berdiskusi tentang masa depan dan tujuan keluarga
- Menikmati quality time seperti makan malam bersama atau liburan.
- Menyelesaikan masalah rumah tangga atau tantangan parenting bersama
- Membangun keintiman fisik dan emosional.
30% untuk diri sendiri (me time)
Sisa 30% adalah ruang untuk otonomi pribadi. Ini adalah waktu di mana Anda bisa menjadi diri sendiri di luar peran sebagai istri, suami, atau orang tua. Waktu ini bisa digunakan untuk:
- Menekuni hobi yang mungkin tidak disukai pasangan
- Berkumpul dengan sahabat atau kawan Anda sendiri
- Beristirahat sendirian untuk mengisi ulang energi
- Mengejar karier atau pendidikan pribadi.
Baca juga: 5 Rahasia Menjaga Pernikahan Anda Langgeng dan Bahagia
Mengapa aturan aturan 70/30 dalam hubungan penting?
Tanpa kita sadari, banyak pasangan terjebak dalam pola kodependensi, di mana kebahagiaan seseorang bergantung sepenuhnya pada pasangannya. Ketika kita menghabiskan setiap detik bersama, batas antara “Aku” dan “Kita” menjadi kabur. Akibatnya, ketika pasangan sedang tidak ada atau sedang dalam suasana hati yang buruk, dunia kita terasa runtuh.
Aturan 70/30 hadir sebagai “katup pengaman”. Dengan memiliki porsi 30% untuk diri sendiri, Anda merawat identitas unik yang dulu membuat pasangan jatuh cinta kepada Anda. Ingatlah, sebelum menjadi pasangan bagi seseorang, Anda adalah individu dengan impian dan kesukaan sendiri. Mempertahankan bagian itu justru akan membuat Anda menjadi pasangan yang lebih bahagia dan tidak menuntut.
Selain itu, memberikan ruang gerak juga mencegah kejenuhan. Terlalu sering bersama tanpa jeda sering kali memicu pertengkaran kecil yang tidak perlu, hanya karena rasa bosan atau lelah secara emosional.
Baca juga: 7 Sifat Suami yang Membuat Pernikahan Langgeng dan Bahagia
Manfaat menerapkan aturan 70/30 dalam hubungan
Menerapkan aturan ini bukan berarti Moms atau Dads menjauh atau mengurangi rasa sayang kepada pasangan Anda. Sebaliknya, ini berguna untuk kesehatan hubungan. Berikut ini beberapa manfaat nyata yang bisa Anda rasakan.
1. Menciptakan rasa rindu yang sehat
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa jarak akan menumbuhkan rindu. Ketika Anda dan pasangan menghabiskan sedikit waktu terpisah untuk melakukan aktivitas masing-masing, momen pertemuan kembali akan terasa lebih istimewa. Anda akan lebih menghargai kehadiran satu sama lain karena tidak menganggap kebersamaan sebagai rutinitas yang membosankan.
2. Selalu ada hal baru untuk dibicarakan
Bayangkan jika Anda melakukan segalanya bersama pasangan selama 24 jam sehari. Apa yang akan dibicarakan saat makan malam? Kemungkinan besar topiknya akan habis. Dengan memiliki aktivitas terpisah (bagian 30%), Anda membawa pulang cerita baru, wawasan baru, dan pengalaman segar untuk dibagikan kepada pasangan. Percakapan menjadi lebih hidup dan dinamis.
3. Kemandirian emosional
Aturan ini melatih kita untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan sendiri. Anda tidak akan lagi menuntut pasangan untuk menjadi satu-satunya sumber hiburan atau pelipur lara. Ketika Anda bahagia dengan diri sendiri, energi positif itu akan menular ke dalam rumah tangga, menciptakan suasana yang lebih hangat dan minim drama.
Itulah penjelasan mengenai aturan 70/30 dalam hubungan. Aturan ini tidak harus dilakukan secara drastis, apalagi jika Anda dan pasangan sudah terbiasa melakukan segalanya bersama. Mulailah dengan langkah kecil dan komunikasi yang terbuka. Sampaikan kepada pasangan bahwa Anda membutuhkan sedikit waktu untuk mengisi ulang energi, dan dorong pasangan untuk melakukan hal yang sama.
Namun, ingatlah bahwa angka 70 dan 30 hanyalah panduan. Dalam praktiknya, mungkin ada saat di mana Anda butuh 50/50, atau saat krisis keluarga yang menuntut 90/10. Kuncinya adalah fleksibilitas dan saling pengertian. Dengan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk tumbuh, Anda sebenarnya sedang menanam benih cinta yang lebih kuat dan dewasa untuk pasangan Anda. (MB/SW/Foto: Freepik)
