Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernikahan adalah perjalanan panjang yang melibatkan banyak aspek, termasuk kedekatan fisik dan emosional antara suami dan istri. Di tengah kesibukan mengurus anak, pekerjaan, dan rutinitas harian, kehidupan seksual terkadang mengalami pasang surut. Salah satu pertanyaan yang mungkin sering muncul di benak istri adalah kenapa suami jarang minta 'jatah' atau tiba-tiba tampak kurang tertarik pada keintiman fisik.
Kondisi ini wajar memicu rasa khawatir, bingung, atau bahkan membuat Anda merasa kurang menarik. Terkadang, kita langsung mengambil kesimpulan negatif, padahal ada banyak faktor yang memengaruhi hasrat seksual seorang pria. Sebenarnya, ada beberapa alasan umum suami seperti malas berhubungan intim dan jarang minta 'jatah'.
Kenapa suami jarang minta jatah?
Ada banyak faktor yang bisa membuat suami jarang memulai hubungan intim. Sebagian besar alasan ini tidak ada hubungannya dengan daya tarik Anda sebagai istri, Moms. Ini beberapa alasannya.
1. Stres
Stres merupakan alasan paling umum suami malas berhubungan intim. Stres bisa muncul karena berbagai macam faktor, misalnya beban pekerjaan atau masalah keuangan. Saat ini terjadi, Anda perlu memberikan dukungan kepada suami agar stresnya hilang dan gairah seksualnya pun kembali.
2. Lelah
Kelelahan juga bisa menurunkan gairah seksual pada pria, sehingga ia malas berhubungan intim. Setelah seharian bekerja dan pulang ke rumah, suami bisa memilih untuk bermain hp, istirahat di kamar, atau bahkan bercinta dengan istrinya. Meskipun begitu, banyak suami yang lebih memilih untuk tidur dan beristirahat.
Baca juga: 10 Titik Sensitif pada Suami yang Bisa Membuatnya Bergairah
3. Berubahnya prioritas
Tanggung jawab sebagai seorang kepala keluarga tak jarang membuat sejumlah hal berubah dan tak lagi jadi prioritas buat seorang suami, di antaranya adalah urusan seks. Hal ini umumnya terjadi pada pasangan yang telah dikaruniai anak.
Suami mungkin berpikir bahwa ia harus bekerja keras untuk bisa menafkahi istri dan anaknya, sehingga ia mementingkan pekerjaan dibandingkan bersenang-senang, termasuk berhubungan intim dengan istri. Prioritas hidup memang berubah seiring berjalannya waktu, baik buat pria maupun wanita, dan ini tidak berarti buruk dalam sebuah hubungan lho, Moms.
4. Suami punya masalah kesehatan
Seiring bertambahnya usia seorang pria, risiko terhadap kondisi kesehatannya juga meningkat, termasuk masalah disfungsi ereksi dan kanker prostat, di mana keduanya bisa memengaruhi fungsi seksual pria dan berdampak serius terhadap kehidupan seksnya. Jika suami Anda didiagnosis masalah kesehatan yang bisa berpengaruh terhadap kehidupan seks Anda berdua, pastikan ia mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan dan dukungan Anda.
5. Hubungan yang stagnan
Pernikahan yang telah berlangsung lama, sekitar 10-30 tahun, dan juga sudah dikaruniai beberapa orang anak, membuat sejumlah hal dianggap biasa dan termasuk sebagai rutinitas.
Tanpa disadari, kondisi ini juga berpengaruh terhadap kehidupan seks Anda dan suami. Ia mungkin tidak lagi menjadikan seks sebagai hal yang utama, sementara yang dianggap utama adalah menjalankan peran masing-masing, suami bekerja dan istri mengurus anak.
6. Muncul rasa bosan
Sama seperti wanita, pria juga bisa merasa bosan, termasuk untuk urusan seks. Tempat, posisi, dan rutinitas seks yang itu-itu saja bisa menjadi alasan suami malas berhubungan intim. Untuk itu, Moms mungkin bisa mengajaknya mencoba gaya baru dan di tempat yang berbeda, sehingga keinginan suami Anda untuk berhubungan intim kembali muncul.
7. Gairah seksual rendah
Seiring bertambahnya usia, sangat normal jika suami mengalami gairah seksual yang rendah dan dorongan seks yang menurun. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan mental dan menurunnya kadar testosteron dalam tubuh.
8. Masalah komunikasi dan emosional
Kedekatan fisik sangat erat kaitannya dengan kedekatan emosional. Jika belakangan ini sering terjadi perdebatan kecil, perbedaan pendapat dalam pola asuh anak, atau kurangnya waktu untuk mengobrol santai dari hati ke hati, suami mungkin merasa ada jarak emosional. Jarak inilah yang kerap membuat pria enggan untuk memulai keintiman di ranjang.
Baca juga: Mimpi Suami Selingkuh dan Memilih Selingkuhannya, Pertanda Apa?
Berapa kali normalnya melakukan hubungan suami istri?
Jawabannya: Tidak ada standar baku yang berlaku untuk semua pasangan. Frekuensi hubungan suami istri sangat bergantung pada usia, gaya hidup, kondisi kesehatan, dan kesepakatan bersama. Beberapa pasangan mungkin merasa puas dengan berhubungan intim 2-3 kali seminggu, sementara yang lain merasa nyaman melakukannya beberapa kali dalam sebulan.
Fokus utama dalam pernikahan bukanlah pada kuantitas, melainkan kualitas. Keintiman sejati terjadi ketika kedua belah pihak merasa dihargai, dicintai, dan nyaman satu sama lain. Daripada memusingkan perihal berapa kali harus melakukan hubungan intim, lebih baik bicarakan secara terbuka dengan suami mengenai ekspektasi dan kenyamanan Anda berdua. Komunikasi yang jujur dan terbuka akan membantu menemukan solusi yang paling pas untuk Anda berdua.
Itulah penjelasan mengenai kenapa suami jarang minta jatah. Ini hanyalah salah satu fase dari perjalanan pernikahan yang membutuhkan kesabaran, dukungan, dan komunikasi. Anda bisa mulai mengembalikan keintiman melalui sentuhan-sentuhan kecil nonseksual. Bergandengan tangan saat menonton, pelukan hangat sebelum berangkat kerja, atau sekadar memberikan pijatan ringan. Mulailah juga percakapan dan dengarkan keluh kesah suami serta beri ia dukungan, Moms. (MB/SW/Foto: Jcomp/Freepik)
