Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Merawat bayi baru lahir terkadang menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama saat melihat adanya perubahan fisik pada tubuh Si Kecil. Salah satu hal yang sering membuat orang tua cemas adalah munculnya bercak merah terang pada kulit bayi, yang sering disebut sebagai hemangioma.
Saat melihat benjolan merah ini, sangat wajar jika Moms merasa khawatir atau bingung. Namun, perlu Anda ketahui bahwa hemangioma adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada bayi dan sebagian besar kasusnya tidak berbahaya. Hemangioma pada dasarnya adalah kumpulan pembuluh darah ekstra yang tumbuh membentuk benjolan jinak.
Kondisi ini biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama setelah lahir, tumbuh secara bertahap selama beberapa bulan, dan akhirnya memudar perlahan. Sebagian besar hemangioma tidak berbahaya dan hilang sendiri tanpa pengobatan, namun pengawasan medis tetap diperlukan.
Apa saja ciri-ciri hemangioma pada bayi yang perlu diperhatikan?
Hemangioma memiliki karakteristik yang cukup khas jika dibandingkan dengan ruam atau masalah kulit lainnya. Biasanya, hemangioma muncul pada 1-2 minggu pertama setelah bayi lahir, meskipun kadang sudah terlihat sejak hari pertama.
Bercak ini awalnya tampak seperti tanda merah datar di area kulit mana saja, namun paling sering ditemukan di area wajah, kulit kepala, dada, atau punggung. Seiring berjalannya waktu, khususnya selama tahun pertama kehidupan Si Kecil, bercak tersebut akan tumbuh menonjol dan menyerupai buah strawberry. Warnanya menjadi merah menyala dan terasa agak kenyal saat disentuh perlahan.
Setelah melewati masa pertumbuhan aktif (biasanya berhenti tumbuh pada usia 6-12 bulan), hemangioma akan memasuki fase istirahat dan perlahan-lahan menyusut. Warnanya yang merah terang akan memudar menjadi keunguan atau abu-abu. Proses memudar ini memakan waktu yang cukup lama, sering kali hingga anak berusia 5-10 tahun.
Apa penyebab hemangioma pada bayi baru lahir?
Sampai saat ini, para ahli kesehatan belum dapat memastikan penyebab pasti mengapa pembuluh darah tersebut berkumpul dan membentuk hemangioma. Kondisi ini bukanlah akibat dari makanan yang dikonsumsi ibu saat hamil, bukan juga karena obat-obatan tertentu, atau aktivitas yang dilakukan selama masa kehamilan.
Namun, penelitian medis mencatat ada beberapa faktor yang membuat seorang bayi memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami hemangioma. Bayi perempuan diketahui lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan dengan bayi laki-laki. Selain itu, bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah juga memiliki persentase lebih tinggi untuk memiliki hemangioma.
Apa bedanya hemangioma dan tanda lahir pada bayi?
Hemangioma sering kali disamakan dengan tanda lahir, padahal keduanya punya perbedaan karakteristik. Tanda lahir adalah istilah umum untuk berbagai jenis warna atau tekstur kulit yang ada sejak bayi dilahirkan. Sebagian tanda lahir bersifat menetap seumur hidup, seperti port-wine stain (bercak merah anggur) atau Mongolian spot (bercak kebiruan).
Sebaliknya, hemangioma memiliki siklus hidup yang unik. Ia mungkin tidak terlihat saat bayi baru lahir, melainkan muncul beberapa minggu kemudian. Hemangioma akan membesar dan menonjol, lalu pada akhirnya menyusut dan memudar seiring bertambahnya usia anak. Jadi, pantau secara rutin bersama dokter spesialis anak jika Moms melihat pertumbuhan bercak merah yang cepat pada kulit buah hati Anda.
Baca juga: Infeksi Jamur Kulit pada Bayi, Ini Cara Mengobatinya
Bagaimana cara mengatasi hemangioma pada bayi?
Pendekatan terbaik untuk sebagian besar hemangioma adalah observasi atau pengawasan tanpa intervensi medis langsung. Karena hemangioma umumnya akan hilang dengan sendirinya, dokter sering menyarankan agar orang tua membiarkan proses alami tersebut berjalan. Moms cukup menjaga kebersihan area kulit tersebut dan memastikan kuku Si Kecil tetap pendek, agar ia tidak menggaruk dan melukai benjolan merah itu.
Moms bisa mendokumentasikan perkembangan hemangioma dengan memotretnya setiap bulan. Foto-foto ini sangat berguna untuk ditunjukkan kepada dokter anak saat jadwal kontrol rutin. Dengan melihat foto, dokter dapat menilai apakah pertumbuhannya masih dalam batas wajar atau mulai menyusut sesuai harapan.
Kenakan bayi pakaian berbahan katun yang lembut agar tidak menggesek area hemangioma. Jika kondisi kulit terasa kering, oleskan pelembap bayi yang bebas pewangi setelah berkonsultasi dengan dokter anak Anda.
Kapan hemangioma pada bayi perlu diobati?
Meskipun sebagian besar kasus tidak membutuhkan pengobatan, ada kondisi tertentu di mana intervensi medis sangat diperlukan. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak jika hemangioma tumbuh di area yang dapat mengganggu fungsi organ penting Si Kecil. Misalnya, hemangioma yang berada di dekat mata dapat mengganggu penglihatan, sedangkan di sekitar mulut atau hidung dapat menghambat pernapasan dan proses makan.
Selain itu, perawatan medis diperlukan jika hemangioma berkembang menjadi luka terbuka (ulserasi). Luka ini bisa terasa sangat nyeri bagi Si Kecil dan memiliki risiko infeksi. Dokter mungkin akan meresepkan obat topikal, obat minum seperti propranolol, atau dalam kasus tertentu merekomendasikan terapi laser untuk menghentikan pertumbuhan hemangioma dan mempercepat proses penyusutannya.
Baca juga: Infeksi Kulit pada Bayi, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Itulah penjelasan tentang hemangioma pada bayi yang perlu Moms ketahui. Menghadapi kondisi kulit Si Kecil memang butuh kesabaran ekstra. Rutinlah berkonsultasi dengan dokter anak untuk memantau perkembangan bayi Anda ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)
