Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Paduan suara anak Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. The Resonanz Children’s Choir (TRCC) di bawah arahan konduktor Avip Priatna berhasil menjadi Grand Prize Winner dalam ajang bergengsi 30th Béla Bartók International Choir Competition yang berlangsung di Debrecen, Hungaria.
Prestasi ini semakin istimewa karena diraih di salah satu kompetisi paduan suara paling prestisius di dunia yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat tinggi. TRCC berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan, yaitu:
- Grand Prize Winner (Juara Umum)
- Juara 1 Kategori Children's Choir dengan nilai 95,5 poin
- Juara 1 Kategori Free Program dengan nilai 98 poin
- Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding untuk Avip Priatna
Kemenangan yang Membawa Indonesia ke Final European Grand Prix 2027
Kompetisi Béla Bartók International Choir Competition merupakan bagian dari konsorsium European Grand Prix for Choral Singing (EGP), sebuah liga kompetisi paduan suara paling bergengsi di Eropa.
Dengan keberhasilan sebagai juara umum, The Resonanz Children’s Choir resmi mendapatkan tiket untuk berlaga di babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia, menghadapi para juara umum dari berbagai kompetisi paduan suara terbaik di Eropa.
Ajang Béla Bartók sendiri diselenggarakan setiap dua tahun sekali di Debrecen dan berfokus pada karya-karya paduan suara a cappella kontemporer abad ke-20 dan ke-21. Sesuai aturan kompetisi, peserta hanya diperbolehkan membawakan karya yang diciptakan setelah tahun 1945, kecuali karya dari komposer legendaris Hungaria, Béla Bartók.
Berbeda dari penampilan TRCC yang biasanya membawakan lagu tradisional Indonesia di panggung internasional, kali ini seluruh repertoar disusun dengan nuansa modern kontemporer agar sesuai dengan karakter kompetisi.
Tampil Memukau dengan Repertoar Kontemporer
Dengan kekuatan 40 penyanyi, TRCC mengikuti dua kategori, yaitu Children's Choir dan Free Program, di mana pada kategori Free Program mereka juga bersaing dengan paduan suara dewasa.
Pada kategori Children's Choir, TRCC membawakan:
- O Sapientia karya Tadeja Vulc
- Laudate Pueri Dominum karya Mattia Culmone
- Home at Night karya Máté Bella
- Deus Ultionum karya Levente Gyöngyösi
Sementara pada kategori Free Program, mereka menampilkan:
- Magnus Maior Maximus karya Péter Tóth
- Virágsirató karya József Karai
- Spiritus Domini karya Michele Josia
- 137 Hip-Street karya komposer muda Indonesia, Fero Aldiansya Stefanus
Pada babak Grand Prize, TRCC kembali menunjukkan kualitas terbaiknya dengan membawakan tiga karya, yakni Hodie Christus Natus Est karya József Karai, Spiritus Domini karya Michele Josia, serta A Poem to the Mother of the Gods karya komposer Jepang Takatomi Nobunaga.
Lolos dari Seleksi Ketat Peserta Internasional
Untuk dapat tampil di Béla Bartók International Choir Competition, setiap calon peserta wajib melalui proses seleksi dengan mengirimkan video penampilan yang kemudian dinilai oleh panitia. Pada edisi ke-30 ini, hanya 11 paduan suara dari berbagai negara yang berhasil lolos, yaitu:
- Riverside City College Chamber Singers (USA)
- Coralia - Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico)
- The Resonanz Children's Choir (Indonesia)
- Cape Town Camerata (South Africa)
- Santinig-Bonn (Germany)
- MASKA Mixed Choir of the Babite Cultural Education Centre (Latvia)
- Alegria Choir (Turkey)
- Jazzberry Tunes (Turkey)
- Bela Bartok Women's Choir (Hungary)
- Zoltan Kodaly Youth Mixed Choir (Hungary)
- Vantus Boys' Choir (Hungary)
Dari seluruh peserta tersebut, hanya empat paduan suara yang berhasil melaju ke babak Grand Prize, yakni The Resonanz Children's Choir, Riverside City College Chamber Singers, Coralia-Concert Choir of the University of Puerto Rico, dan Maska Mixed Choir.
Ketua Dewan Juri, Georg Grün dari Jerman, dalam pidatonya saat pengumuman pemenang menggambarkan betapa menantangnya kompetisi yang berfokus pada karya-karya kontemporer modern.
Menurutnya, tingkat kesulitan tidak hanya dirasakan para penyanyi saat mempelajari dan menghafal lagu, tetapi juga oleh para konduktor dalam menginterpretasikan karya serta para juri ketika melakukan penilaian.
Kompetisi ini juga dinilai oleh Zsuzsanna Gráf (Hungary), Tristan Caliston Ignacio (Philippines), Csaba Somos (Hungary), dan Philippos Tsalahouris (Greece).
Avip Priatna: Tantangan Besar yang Berbuah Manis
Menanggapi kemenangan tersebut, konduktor Avip Priatna menyampaikan rasa bangganya terhadap perjuangan para penyanyi muda TRCC.
"Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan 21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini. Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional."
Babak Grand Prize juga disaksikan langsung oleh Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Hungaria, Ibu Penny Dewi Herasati. Ia mengaku terkesan dengan karakter vokal dan teknik yang ditampilkan para penyanyi TRCC.
"Saat menyaksikan penampilan TRCC yang tampil pertama, dalam bayangan saya sebuah paduan suara akan menghasilkan suara yang besar, bulat, dan penuh. Namun, ketika TRCC mulai bernyanyi, yang terdengar justru suara anak-anak yang ringan dan jernih, dengan talenta serta keahlian tinggi," ungkap Ibu Penny.
Beliau kemudian menambahkan, "Setelah menyaksikan kelompok lainnya yang memiliki karakter suara besar dan kuat, saya baru menyadari bahwa teknik yang ditampilkan anak-anak TRCC jauh lebih menantang. Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menampilkan penguasaan teknik vokal, dinamika, artikulasi, serta musikalitas yang membutuhkan disiplin tinggi. Bangga sekali dan haru mendengar nama TRCC dipanggil sebagai pemenang. Selamat kepada TRCC, teruslah berkarya dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di kancah global."
Prestasi yang diraih The Resonanz Children's Choir kembali membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level dunia. Kemenangan ini sekaligus menjadi langkah penting menuju European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Italia, di mana TRCC akan kembali membawa nama Indonesia ke panggung kompetisi paduan suara internasional. (MB/TW/Foto: TRCCC)
