Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan masa depan Indonesia. Untuk membentuk karakter anak-anak Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen) mencanangkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Adapun gerakan tersebut adalah:
- Bangun pagi: Mengajarkan nilai-nilai disiplin, seimbang, produktif, dan menghargai waktu yang berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik
- Beribadah: Bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga menyimpan makna spiritual dan moral yang membentuk kepribadian, pencarian makna hidup, serta membentuk hubungan yang harmonis antara seseorang dengan Tuhan, alam, dan sesama.
- Berolahraga: Lebih dari sekadar menjaga kesehatan fisik, tetapi mengandung makna mendalam yang berhubungan dengan disiplin, keseimbangan, ketahanan mental, dan bahkan kehidupan yang lebih terarah atau bermakna.
- Makan sehat dan bergizi: Berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna.
- Gemar belajar: Mengajak anak untuk tumbuh dalam pemahaman, karakter, dan kearifan.
- Bermasyarakat: Didasarkan pada nilai-nilai dan prinsip yang mendorong individu untuk hidup bersama secara harmonis dan berkontribusi terhadap kesejahteraan kolektif.
- Tidur cepat: Merupakan aspek penting dari kehidupan yang berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, serta kehidupan spiritual dan sosial.
KAO Indonesia meluncurkan Program Anak KAO - Sekolah Sehat 2026
Guna mendukung terciptanya generasi muda Indonesia yang bersih, sehat, cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan, KAO Indonesia kembali meluncurkan program edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026. Program ini akan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP yang tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peresmian program (kick off) Anak KAO – Sekolah Sehat 2026 dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026 di SMPN 73 Jakarta, Jakarta Selatan. Program flagship Anak KAO menjadi salah satu komitmen dan strategi ESG Kirei Lifestyle Innovation dalam berkontribusi menciptakan lingkungan dan masyarakat sekolah yang sehat.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016, program ini telah menjangkau lebih dari 52.000 peserta didik; 257 Sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. Di tahun 2025, program ini juga menjangkau satuan pendidikan di daerah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur dan Papua.
Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia, dalam acara peresmian mengatakan, “Sepuluh tahun merupakan perjalanan yang tidak singkat bagi kami. Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan. Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak lintas sektor yang telah berperan dalam keberhasilan program ini. Ke depan, Kao Indonesia berkomitmen untuk memperluas manfaat edukasi Anak KAO kepada semakin banyak peserta didik, sehingga pengetahuan dan kebiasaan baik yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah atau di rumah.”
Program Anak KAO yang mendapat dukungan dari Kemendikdasmen sejalan dengan visi strategis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul guna mendukung Asta Cita ke-4 menuju Indonesia Emas 2045.
Dr. Maulani Mega Hapsari, S.IP., M.A., Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI, di hadapan peserta didik menyampaikan, “Saya percaya anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia, terutama dengan tumbuh menjadi pribadi yang aktif dan kreatif. Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas. Program Anak KAO juga sejalan dengan pilar 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini menjadi fokus utama Kemendikdasmen. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut, diperluas, diimbaskan, serta direplikasi oleh ke satuan pendidikan lainnya sehingga praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik dan ekosistem pendidikan.”
Program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026 berfokus pada peningkatan pemahaman peserta didik khususnya dalam pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, manajemen menstruasi, serta membangun kesadaran diri dalam menjaga lingkungan serta pemilahan sampah kemasan. Selain itu, modul edukasi juga dirancang untuk memberikan pemahaman tentang arti pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, termasuk memutus praktik perundungan (bullying) di sekolah.
dr. Niken Wastu Palupi, MKM., Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kemenkes RI, dalam kegiatan peresmian juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan sektor swasta, dalam hal ini Kao Indonesia, untuk turut serta mengkampanyekan pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) khususnya di tingkat satuan pendidikan.
“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa. Tidak hanya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, namun penting juga untuk berolahraga dan beraktivitas fisik, mencuci tangan pakai sabun, serta rutin melakukan cek kesehatan. Kemenkes bergerak bersama Puskesmas setempat berupaya untuk memberikan penguatan TRIAS UKS (Upaya Kesehatan Sekolah). Melalui edukasi ini tentunya diharapkan anak-anak dapat menambah ilmu dan pemahaman yang lebih baik sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang bersih, sehat, dan cerdas,” ungkap dr. Niken.
Tahun ini, selain melalui program edukasi, Program Anak KAO juga mengajak para siswa untuk pembiasaan pemilahan sampah kemasan bekas pakai melalui penyediaan waste point dengan semangat Anak KAO Bijak Sampah. Sebagai bentuk perpanjangan program, anak-anak perwakilan sekolah dipilih untuk menjadi agen perubahan melalui program Duta Anak KAO di mana anak-anak diajak untuk menyelesaikan tantangan dan menjadi agent of change.
“Upaya menanamkan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat Kirei Lifestyle Innovation, yang menjadi landasan komitmen keberlanjutan Kao Indonesia. Melalui program Anak KAO, kami ingin berkontribusi dalam membangun kesadaran anak-anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar mereka,” kata Shoichi.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan, “Kami percaya bahwa kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari masyarakat dan bersama-sama dengan berbagai pihak, kita memiliki peran penting untuk terus memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kami berharap program Anak KAO dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan mendorong semakin banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan peduli terhadap lingkungan,” tutup Shoichi. (MB/RF/Foto: Magnific, Dok. KAO)
