Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Saat ini, hampir mustahil menjauhkan Si Kecil sepenuhnya dari gadget, apalagi kalau HP sudah jadi bagian dari alat belajar sekaligus hiburannya. Wajar kalau Moms mulai khawatir saat melihat Si Kecil mengucek mata atau mengeluh pusing setelah lama menatap layar. Mata anak yang sering main hp memang lebih mudah kering sehingga memunculkan keinginan untuk mengucek mata.
Tapi sebelum buru-buru menyimpulkan yang terburuk, penting untuk memahami mana keluhan yang sifatnya sementara dan mana yang benar-benar butuh pemeriksaan dokter mata.
Tanda mata anak lelah
1. Sering mengucek atau mengedip berlebihan
Anak cenderung mengucek mata atau berkedip lebih sering dari biasanya setelah menatap layar dalam waktu lama. Ini jadi respon alami tubuh untuk melembapkan mata yang mulai kering akibat berkurangnya frekuensi berkedip saat fokus ke layar.
2. Mengeluh mata perih atau kering
Rasa perih, panas, atau seperti ada yang mengganjal di mata sering muncul setelah sesi main HP yang panjang tanpa jeda. Keluhan ini biasanya membaik sendiri setelah anak beristirahat dan menjauh dari layar sejenak.
3. Penglihatan terasa kabur sesaat
Anak mungkin mengeluh pandangan buram sesaat setelah lama menatap layar dari jarak dekat, terutama saat pertama kali mengalihkan pandangan ke objek yang jauh. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan disebabkan oleh otot mata yang lelah menyesuaikan fokus.
4. Sakit kepala ringan atau pusing
Ketegangan pada otot mata akibat fokus berkepanjangan ke layar bisa menjalar jadi sakit kepala ringan, terutama di area dahi atau belakang mata. Biasanya keluhan ini berkurang setelah anak istirahat dan tidur cukup.
Agar lebih mudah membedakan, berikut tabel yang memisahkan keluhan sementara dari tanda yang butuh pemeriksaan lebih lanjut.
HP dan risiko mata minus
Banyak Moms bertanya-tanya, apakah mata minus anak karena HP itu benar adanya, atau apakah HP juga bisa menyebabkan mata juling. Untuk menjawabnya, penting membedakan dua hal yang sering tertukar.
Terkait miopia atau mata minus, sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa aktivitas jarak dekat yang berlebihan, termasuk main HP, berkaitan dengan peningkatan risiko miopia pada anak. Terutama bila dibarengi kurangnya waktu bermain di luar ruangan.
Namun ini bukan hubungan sebab-akibat tunggal, melainkan kombinasi dari durasi, jarak pandang, pencahayaan, dan minimnya paparan sinar matahari alami. Sementara itu, klaim bahwa HP secara langsung menyebabkan mata juling (strabismus) tidak didukung bukti ilmiah yang kuat, karena kondisi ini umumnya berkaitan dengan faktor perkembangan otot mata sejak kecil, bukan kebiasaan menatap layar.
Kebiasaan screen time yang buruk
Bukan ponselnya yang jadi masalah utama, melainkan cara penggunaannya. Berikut kebiasaan layar yang paling sering membuat mata anak cepat lelah.
1. Durasi menatap layar yang terlalu lama tanpa jeda
Semakin lama anak fokus menatap layar tanpa istirahat, semakin besar beban kerja otot mata untuk terus menyesuaikan fokus. Jeda singkat secara berkala jauh lebih baik dibanding sesi main HP yang panjang tanpa henti.
2. Jarak layar yang terlalu dekat dengan mata
Memegang HP terlalu dekat dengan wajah membuat otot mata bekerja lebih keras untuk fokus dibanding saat jaraknya cukup jauh. Kebiasaan ini juga membuat mata lebih cepat merasa tegang dan lelah.
3. Frekuensi berkedip yang berkurang drastis
Saat fokus menatap layar, anak cenderung berkedip jauh lebih jarang dibanding biasanya, sehingga permukaan mata lebih cepat kering. Kondisi ini yang sering memicu keluhan mata perih dan terasa berpasir.
4. Pencahayaan ruangan yang kurang tepat
Bermain HP di ruangan gelap atau dengan kecerahan layar yang terlalu tinggi bisa memperberat kerja mata untuk menyesuaikan kontras cahaya. Kombinasi ini membuat mata anak lebih cepat lelah dibanding saat pencahayaan ruangan cukup seimbang.
Cara menjaga mata anak
Beberapa kebiasaan sederhana berikut ini bisa membantu Moms menjaga kesehatan mata Si Kecil di tengah kebutuhan penggunaan gadget sehari-hari.
1. Terapkan aturan 20-20-20
Setiap 20 menit menatap layar, ajak Si Kecil beristirahat sejenak selama 20 detik sambil melihat objek yang berjarak sekitar 6 meter atau 20 kaki. Aturan sederhana ini membantu otot mata rileks sejenak dari fokus jarak dekat yang terus-menerus.
2. Jaga jarak layar yang ideal
Pastikan Si Kecil memegang HP dengan jarak sekitar sepanjang lengan dari wajah, bukan terlalu dekat dengan mata. Untuk layar yang lebih besar seperti laptop atau TV, jarak pandang yang lebih jauh juga membantu mengurangi beban kerja mata.
3. Ajak lebih banyak waktu di luar ruangan
Usahakan Si Kecil menghabiskan waktu di luar ruangan sekitar 1-2 jam setiap hari, karena paparan cahaya alami dikaitkan dengan risiko miopia yang lebih rendah pada anak. Aktivitas luar ruangan juga memberi variasi fokus jarak jauh yang jarang didapat saat main HP. Kegiatan sederhana seperti bermain di taman, jalan sore, atau olahraga ringan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan waktu luar ruangan ini.
4. Batasi screen time menjelang tidur
Hentikan penggunaan HP setidaknya satu jam sebelum waktu tidur agar mata Si Kecil sempat beristirahat sebelum benar-benar tidur. Kebiasaan ini juga membantu kualitas tidur anak secara keseluruhan.
5. Ingatkan untuk lebih sering berkedip
Sesekali ingatkan Si Kecil untuk berkedip secara sadar saat sedang fokus main HP, terutama bila mulai mengeluh mata terasa kering. Kebiasaan kecil ini membantu menjaga kelembapan permukaan mata selama sesi layar berlangsung.
Kapan perlu periksa mata ke dokter?
Mengurangi screen time memang penting, tapi bukan satu-satunya solusi. Segera periksakan Si Kecil ke dokter mata bila menemukan tanda berikut, karena bisa jadi indikasi masalah yang butuh penanganan lebih dari sekadar mengatur screen time.
1. Keluhan menetap meski sudah dikurangi screen time
Bila mata lelah, perih, atau kabur masih terus dikeluhkan meski durasi main HP sudah dibatasi, sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakannya. Keluhan yang menetap bisa jadi tanda ada masalah lain yang mendasari selain kelelahan biasa.
2. Anak sering menyipitkan mata atau mendekat ke layar
Kebiasaan menyipitkan mata atau semakin mendekatkan wajah ke layar TV maupun buku bisa jadi tanda gangguan penglihatan seperti miopia yang mulai berkembang. Semakin cepat dikenali, semakin mudah pula penanganannya.
3. Salah satu mata terlihat tidak sejajar
Bila Moms memerhatikan salah satu mata Si Kecil tampak melenceng ke arah berbeda dibanding mata satunya, baik terus-menerus maupun sesekali, ini perlu diperiksakan segera. Kondisi ini berkaitan dengan alignment otot mata, bukan disebabkan oleh kebiasaan main HP.
4. Sering mengeluh sakit kepala berulang
Sakit kepala yang muncul berulang, terutama yang semakin sering atau semakin berat, sebaiknya tidak dianggap remeh meski awalnya terlihat berkaitan dengan screen time. Pemeriksaan mata bisa membantu memastikan apakah ada gangguan refraksi yang perlu dikoreksi.
5. Belum pernah menjalani pemeriksaan mata rutin
Anak usia sekolah sebaiknya menjalani pemeriksaan mata setidaknya setahun sekali, terlepas dari ada tidaknya keluhan yang dirasakan. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini sebelum berkembang lebih jauh. Kebiasaan ini juga membantu Moms memantau perkembangan mata Si Kecil dari waktu ke waktu secara lebih terukur.
Dengan memahami perbedaan antara keluhan sementara dan tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut, Moms bisa lebih tenang mendampingi Si Kecil menggunakan gadget. Kebiasaan screen time yang sehat, waktu di luar ruangan, dan pemeriksaan mata anak yang sering main hp secara rutin tetap jadi kunci utama menjaga penglihatan Si Kecil tetap optimal. (MB/RA/RF/Foto: Magnific)
- Tag:
- mata
- screen time
- miopia
