Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Meremas, menggulung, dan membentuk playdough memang menjadi kesenangan tersendiri bagi Si Kecil. Namun playdough yang dijual di toko kadang mengandung bahan kimia yang membuat orang tua khawatir, apalagi untuk anak yang masih suka memasukkan segala sesuatu ke mulut. Agar lebih tenang, Moms bisa mencari tahu cara membuat playdough sendir di rumah.
Playdough buatan sendiri jauh lebih aman karena Anda tahu persis apa yang ada di dalamnya. Bahan-bahannya pun sederhana dan kemungkinan besar sudah tersedia di dapur rumah.
Kenapa playdough bagus untuk perkembangan motorik anak?
Playdough bukan sekadar mainan pengisi waktu. Saat anak meremas, menggulung, dan mencubit adonan, otot-otot kecil di tangan dan jarinya ikut terlatih. Kemampuan ini dikenal sebagai motorik halus, yang nantinya berguna untuk aktivitas seperti menulis, memegang sendok, atau mengancingkan baju.
Selain motorik halus, bermain playdough juga melatih koordinasi mata dan tangan. Anak belajar mengukur seberapa kuat tekanan yang dibutuhkan untuk membuat playdough menjadi suatu bentuk, sekaligus mengasah kesabaran saat hasil yang diinginkan belum tercapai di percobaan pertama.
Manfaat lainnya datang dari sisi kreativitas dan ekspresi emosi. Anak bebas membentuk apa pun sesuai imajinasinya, entah itu hewan, makanan, atau bentuk abstrak. Aktivitas ini juga bisa menjadi media yang menenangkan, terutama untuk anak yang sedang belajar mengelola emosinya.
Baca juga: 6 Cara Mendukung Perkembangan Motorik Halus Anak
Cara membuat playdough sendiri dari bahan dapur, aman dan mudah
Anda tidak perlu bahan mahal untuk membuat playdough berkualitas rumahan. Berikut resep dasar yang bisa Moms coba:
Bahan-bahan:
- 2 cangkir tepung terigu.
- 2 sendok makan minyak sayur.
- 1/2 cangkir garam.
- 2 sendok makan cream of tartar (opsional, membuat tekstur lebih kenyal dan tahan lama).
- 1,5 cangkir air hangat.
- Pewarna makanan secukupnya.
Langkah pembuatan:
- Campurkan tepung terigu, garam, dan cream of tartar dalam satu wadah besar.
- Tambahkan minyak sayur dan air hangat secara bertahap sambil diaduk.
- Masukkan pewarna makanan sesuai selera, lalu aduk hingga warna merata.
- Uleni adonan menggunakan tangan hingga teksturnya kalis dan tidak lengket.
- Jika adonan terasa terlalu lembek, tambahkan sedikit tepung. Jika terlalu keras, tambahkan beberapa tetes air.
Proses ini aman dilakukan bersama anak, asalkan Moms yang mencampur air hangat. Melibatkan anak dalam proses pembuatan juga bisa menjadi aktivitas belajar tersendiri, mulai dari mengenal tekstur hingga melatih kesabaran menunggu adonan siap.
Baca juga: Tak Harus Mahal, Ini Tips Memilih Mainan yang Aman untuk Bayi
Playdough rebus vs tanpa rebus, mana yang lebih tahan lama?
Ada dua metode populer dalam membuat playdough, yaitu metode rebus dan metode tanpa rebus. Keduanya punya kelebihan masing-masing tergantung kebutuhan Moms.
Playdough tanpa rebus seperti resep di atas lebih cepat dibuat dan cocok untuk aktivitas spontan bersama anak. Namun, teksturnya cenderung kurang kenyal dan masa simpannya lebih pendek, biasanya sekitar satu hingga dua minggu.
Playdough rebus dibuat dengan memasak campuran bahan di atas kompor hingga adonan mengental dan membentuk gumpalan. Metode ini memang butuh waktu lebih lama dan sedikit pengawasan ekstra karena melibatkan panas, tapi hasilnya lebih kenyal, elastis, dan tahan lama, bisa bertahan hingga satu bulan jika disimpan dengan benar.
Pilih metode tanpa rebus jika Moms ingin aktivitas cepat dan praktis bersama anak. Pilih metode rebus jika Anda ingin playdough yang bertahan lebih lama dan digunakan berulang kali dalam beberapa minggu ke depan.
Tips menyimpan playdough homemade agar tidak cepat berjamur
Playdough buatan sendiri tidak mengandung pengawet seperti produk komersial, sehingga lebih rentan berjamur jika tidak disimpan dengan benar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Gunakan wadah kedap udara. Simpan playdough dalam wadah plastik atau kantong ziplock yang tertutup rapat untuk mencegah udara dan kelembapan masuk.
- Pastikan adonan benar-benar dingin sebelum disimpan. Jika Anda menggunakan metode rebus, biarkan playdough dingin sepenuhnya sebelum dimasukkan ke wadah.
- Simpan di tempat sejuk dan kering. Hindari menyimpan playdough di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.
- Tambahkan sedikit minyak sayur setiap beberapa hari sekali jika tekstur mulai terasa kering, agar playdough tetap lentur.
- Periksa secara berkala. Jika muncul bau asam, perubahan warna, atau bintik-bintik aneh, sebaiknya playdough langsung dibuang meski terlihat masih bisa dipakai.
Dengan perawatan yang tepat, playdough homemade bisa digunakan berulang kali tanpa harus membuat adonan baru setiap minggu.
Hal yang perlu diperhatikan agar playdough aman dimainkan anak
Meski bahan-bahannya tergolong aman, ada beberapa hal yang tetap perlu Moms perhatikan, terutama jika anak masih balita.
Pertama, selalu awasi anak saat bermain playdough, terutama anak di bawah tiga tahun yang masih cenderung memasukkan benda ke mulut. Meski bahan dasarnya aman dikonsumsi dalam jumlah kecil, kandungan garam yang tinggi tidak baik jika tertelan dalam jumlah banyak.
Kedua, perhatikan alergi anak terhadap gluten jika Moms menggunakan tepung terigu sebagai bahan dasar. Jika anak memiliki alergi gluten, Anda bisa menggantinya dengan tepung beras atau tepung maizena sebagai alternatif.
Ketiga, gunakan pewarna makanan yang food grade, bukan pewarna tekstil atau pewarna sintetis lain yang tidak ditujukan untuk kontak langsung dengan kulit atau mulut anak.
Terakhir, selalu cuci tangan anak setelah bermain playdough, terutama jika mereka memiliki luka kecil di tangan, untuk menghindari iritasi akibat kandungan garam dalam adonan.
Sudah tahu kan cara membuat playdough sendiri di rumah? Membuat playdough homemade memberi Moms kendali penuh atas keamanan bahan, sekaligus menjadi momen berharga untuk bermain dan belajar bersama anak. Dengan resep sederhana, sedikit kesabaran, dan tips penyimpanan yang tepat, Anda bisa menyediakan mainan edukatif yang aman tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)
