Type Keyword(s) to Search
BABY

Bintik Merah DBD atau Biang Keringat? Ini Cara Membedakannya

Bintik Merah DBD atau Biang Keringat? Ini Cara Membedakannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat bintik merah muncul di kulit Si Kecil memang bisa bikin jantung Moms berdebar lebih kencang. Apalagi kalau sedang musim DBD, rasanya semua ruam jadi terlihat mencurigakan. Padahal, tidak semua bintik merah berarti demam berdarah dengue (DBD). Bisa jadi itu cuma biang keringat biasa yang muncul karena cuaca panas atau keringat berlebih.

Nah, agar Moms tidak perlu panik berlebihan tetapi tetap waspada, yuk, kenali dulu perbedaan bintik merah DBD dan biang keringat. Artikel ini akan membahas ciri-cirinya satu per satu, cara cek sederhana di rumah, sampai tanda-tanda kapan Si Kecil harus segera dibawa ke dokter.

Apa itu bintik merah DBD dan biang keringat?

Bintik merah pada DBD sebenarnya terbagi menjadi dua jenis, bisa berupa petekie atau eksantema virus.

Petekie adalah bintik merah kecil yang muncul akibat perdarahan di bawah kulit. Ini terjadi karena jumlah trombosit menurun drastis sehingga pembuluh darah kecil menjadi rapuh dan mudah pecah. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa penurunan trombosit ini terjadi karena virus dengue merusak sumsum tulang, sekaligus mempercepat penghancuran trombosit oleh tubuh.

Sementara itu, eksantema virus adalah ruam merah yang muncul sebagai respons imun tubuh terhadap virus dengue. Ruam ini menyebar lebih luas, terasa gatal, dan biasanya menghilang sementara saat ditekan, berbeda dari petekie yang menetap.

Di sisi lain, biang keringat adalah bintik kecil merah muda yang menonjol dan gatal, biasanya muncul di area kulit yang sering berkeringat seperti leher, punggung, atau lipatan tubuh. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa membaik hanya dengan menjaga kulit tetap sejuk dan kering.

5 Perbedaan bintik merah DBD dan biang keringat yang mudah dikenali

Agar lebih mudah, berikut ini 5 perbedaan utama antara bintik merah DBD (petekie) dan biang keringat yang bisa Moms amati di rumah.

1. Penyebab munculnya bintik

Bintik merah DBD muncul karena perdarahan kecil di bawah kulit akibat trombosit yang menurun. Biang keringat, sebaliknya, muncul karena penyumbatan kelenjar keringat akibat panas atau kelembapan berlebih.

2. Bentuk dan tekstur

Petekie DBD berukuran kecil, sekitar 1-2 mm, berbentuk bulat seperti titik, berwarna merah terang atau keunguan, dan teksturnya datar (tidak menonjol). Biang keringat justru menonjol kecil-kecil dan terasa gatal.

3. Hasil uji tekan

Ini adalah pembeda paling mudah dikenali di rumah. Bintik merah DBD ditekan hilang atau tidak? Jawabannya: Petekie DBD tidak hilang saat ditekan karena darah sudah bocor ke jaringan di bawah kulit. Sementara bintik biang keringat atau ruam biasa akan memudar sejenak saat ditekan.

4. Lokasi munculnya bintik

Petekie DBD sering muncul di lengan, kaki, dada, wajah, bahkan di gusi atau langit-langit mulut. Biang keringat lebih sering muncul di area yang tertutup pakaian dan mudah berkeringat, seperti leher, punggung, atau lipatan ketiak.

5. Gejala penyerta

Bintik DBD biasanya disertai demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, serta nyeri di belakang bola mata. Biang keringat umumnya berdiri sendiri tanpa gejala sistemik seperti demam.

Cara cek bintik merah DBD di rumah

Salah satu cara sederhana yang bisa Moms lakukan di rumah adalah uji tekan atau uji regang kulit, mirip dengan uji gelas yang sering disarankan.

Caranya, tekan bintik merah menggunakan kaca atau gelas bening, atau regangkan kulit di sekitar bintik dengan dua jari. Jika ruam memudar atau menghilang saat ditekan atau diregangkan, kemungkinan besar itu bukan petekie DBD. Namun, jika bintik tetap terlihat jelas meski sudah ditekan, ini mengarah pada perdarahan di bawah kulit yang perlu diwaspadai.

Perlu Moms ingat, uji tekan ini hanyalah penyaringan awal, bukan alat diagnosis pasti. Diagnosis DBD tetap membutuhkan pemeriksaan dokter dan tes darah, seperti pemeriksaan trombosit, hematokrit, serta tes NS1 atau serologi dengue. Di fasilitas kesehatan, tenaga medis juga bisa melakukan uji tourniquet (Rumple-Leede) menggunakan manset tensimeter untuk hasil yang lebih akurat.

Satu hal penting lainnya: Bintik merah DBD terkadang tidak terlihat jelas pada kulit yang lebih gelap, dan tidak semua pasien DBD mengalami ruam. Jadi, jangan jadikan ada-tidaknya bintik sebagai satu-satunya patokan.

Baca juga: Cara Ampuh Mengobati Bintik Merah pada Kulit yang Disertai Gatal

Kapan bintik merah DBD muncul dan gejala penyerta yang perlu diwaspadai

Pertanyaan yang sering muncul di benak orang tua adalah, bintik merah DBD muncul hari ke berapa? Ruam DBD umumnya terlihat sekitar 2 sampai 5 hari setelah demam pertama muncul. Namun, disebutkan juga bahwa ruam sering muncul setelah demam tinggi mulai mereda, yaitu di hari ke-3 hingga ke-7 sejak sakit. Perbedaan rentang waktu ini wajar terjadi karena gejala DBD bisa bervariasi antarpasien, tergantung daya tahan tubuh dan tingkat keparahan infeksi.

Untuk memahami polanya, ada tiga fase DBD yang perlu Moms ketahui

  1. Fase demam (hari 1-3): Demam mendadak 39–40°C, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang bola mata, mual, muntah, serta nafsu makan menurun.
  2. Fase kritis (hari 4–5): Demam biasanya mulai turun, tetapi justru inilah fase paling berisiko. Waspadai gusi berdarah, mimisan, lebam tanpa sebab jelas, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tubuh sangat lemas atau justru gelisah dan mengantuk, serta tanda syok seperti ujung tangan dan kaki yang dingin dan lembap, nadi cepat tetapi lemah, dan sesak napas. Pada fase ini, kebocoran plasma menjadi masalah utama yang perlu dipantau ketat.
  3. Fase pemulihan (hari 6–7): Nafsu makan berangsur kembali, trombosit mulai naik, dan ruam justru bisa tampak lebih jelas di fase ini.

Lalu, apa perbedaan bintik DBD dan campak? Campak biasanya disertai gejala batuk, pilek, dan mata merah atau berair, serta munculnya bercak putih kecil di dalam mulut (bercak Koplik) sebelum ruam kulit muncul. Sementara bintik DBD lebih identik dengan demam tinggi mendadak disertai nyeri otot dan sendi, tanpa gejala pernapasan seperti pada campak.

Langkah penanganan awal dan tanda anak harus segera dibawa ke dokter

Jika Moms mencurigai Si Kecil mengalami gejala DBD, berikut ini langkah penanganan awal yang bisa dilakukan di rumah:

  • Pastikan anak cukup istirahat.
  • Berikan cairan sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi.
  • Berikan parasetamol untuk meredakan demam.
  • Hindari ibuprofen, aspirin, atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Pantau suhu tubuh, jumlah cairan yang masuk, dan frekuensi buang air kecil anak secara berkala.

Untuk biang keringat, penanganannya jauh lebih sederhana: Dinginkan kulit anak, gunakan pakaian longgar yang menyerap keringat, jaga kulit tetap kering, dan hindari paparan panas berlebihan. Biang keringat biasanya membaik dengan sendirinya tanpa perlu obat khusus.

Baca juga: Bintik Bernanah pada Kulit Bayi, Begini Cara Tepat Mengatasinya

Yang terpenting, jangan menunggu munculnya bintik merah sebagai patokan untuk membawa anak ke dokter. Jika anak demam selama 2-3 hari tanpa sebab yang jelas, terutama di daerah endemis DBD, segera periksakan ke fasilitas kesehatan.

Segera cari pertolongan medis jika bintik merah disertai salah satu dari tanda berikut:

  • Demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot atau sendi, mual, atau muntah
  • Perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus
  • Sesak napas atau perdarahan yang tidak terkontrol
  • Penurunan kesadaran, karena ini bisa menjadi tanda syok DBD yang merupakan kondisi gawat darurat.

Membedakan bintik merah DBD dan biang keringat memang butuh ketelitian, tetapi bukan hal yang mustahil dilakukan di rumah. Dengan mengenali ciri-ciri seperti hasil uji tekan, lokasi bintik, dan gejala penyerta, Moms bisa mengambil langkah yang tepat tanpa harus panik berlebihan.

Ingat, uji tekan di rumah hanyalah langkah penyaringan awal. Jika ragu, terutama saat anak menunjukkan gejala demam tinggi disertai bintik merah yang tidak hilang saat ditekan, jangan tunda untuk membawanya ke dokter. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)