Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Pernahkah Moms atau anggota keluarga mengeluhkan penglihatan yang mulai buram, tetapi menganggapnya sebagai hal biasa karena bertambahnya usia? Padahal, perubahan penglihatan perlu diperhatikan dan diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Salah satu gangguan yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang adalah katarak. Untuk membantu masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat, Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia menghadirkan program operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bertepatan dengan World Sight Day 2026, kolaborasi ini resmi memulai rangkaian operasi katarak melalui seremoni kick-off di RS Mata JEC Kedoya. Program ini menjadi bagian dari peringatan 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati. Sebanyak 101 pasien akan menjalani operasi katarak di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics selama Oktober hingga Desember 2026. Kegiatan ini juga mendukung target Gerakan Matahati untuk menghadirkan 1.010 operasi katarak gratis bagi masyarakat hingga akhir tahun.
Membuka Akses Kesehatan Mata bagi Masyarakat
Gerakan Matahati merupakan gerakan kemanusiaan di bidang sosial kesehatan mata yang diprakarsai Bapak Pandji Wisaksana dan diresmikan pada 2008. Sejak awal berdiri, Matahati berupaya menghimpun dukungan dari mitra, donatur, dan tenaga medis agar masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan akses penanganan gangguan penglihatan.
Upaya ini masih sangat dibutuhkan hingga sekarang. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk usia di atas 50 tahun, dengan proporsi 81,2%.
Sementara itu, secara global, World Health Organization (WHO) memperkirakan katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang. Hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak masih membutuhkan akses operasi. Di Indonesia, kebutuhan layanan kesehatan mata juga terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, yang mencapai 11,97% pada 2025.
World Sight Day 2026 yang mengusung semangat “Love Your Eyes” menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata. Mulai dari menjaga kesehatan mata, mengenali perubahan penglihatan, hingga melakukan pemeriksaan ketika muncul keluhan, semuanya merupakan langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan program operasi katarak ini. Bukan hanya membantu pasien mendapatkan akses operasi, program ini sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan secara tepat.
Operasi Katarak Gratis Menjangkau 16 Lokasi Jaringan JEC
Program ini dilaksanakan sebagai satu rangkaian nasional melalui jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics. Setiap penerima manfaat akan menjalani proses pelayanan yang terkoordinasi, mulai dari penjaringan, skrining dan tindakan operasi, hingga pemantauan pascaoperasi.
Pada tahap awal, program mencakup 101 pasien di 16 lokasi jaringan JEC, yaitu JEC Menteng, JEC Kedoya, JEC Primasana Tanjung Priok, JEC Cibubur, JEC Tambora, JEC Cinere, JEC Bekasi, JEC Tangerang, JEC JAVA Kediri, JEC JAVA Surabaya, JEC JAVA Pasuruan, JEC CANDI Semarang, JEC ANWARI Purwokerto, JEC BALI Denpasar, JEC ORBITA Kendari, dan JEC ORBITA Makassar. Dengan jangkauan tersebut, program ini menyasar masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Sulawesi.
Kolaborasi Sosial dan Medis untuk Memperluas Akses
Program ini menggabungkan peran sosial dan medis yang saling melengkapi. Gerakan Matahati menggerakkan program sekaligus menghimpun dukungan dari mitra dan donatur. Sementara itu, JEC Eye Hospitals and Clinics berperan sebagai mitra medis yang menyediakan dokter spesialis mata, perawat dan tenaga kesehatan, fasilitas pemeriksaan, serta ruang operasi.
Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menilai bahwa pelaksanaan program melalui jaringan JEC Group penting untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat di berbagai wilayah.
“Katarak dapat berdampak besar pada kemandirian seseorang karena penglihatan sangat menentukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, akses terhadap penanganan yang tepat perlu semakin dekat dengan masyarakat. Melalui jaringan JEC Group di berbagai wilayah Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Pasuruan, Kediri, Bali, Makassar, Kendari, dan kota lainnya, kami berupaya menghadirkan layanan katarak dengan standar internasional yang konsisten di setiap cabang. Komitmen untuk memperluas akses tersebut juga kami wujudkan melalui program sosial, dengan lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya yang telah dilakukan JEC Group bagi masyarakat yang membutuhkan hingga saat ini,” ujar Prof. Tjahjono.
Perluasan akses layanan medis tersebut juga didukung oleh upaya Gerakan Matahati dalam menghimpun bantuan sosial secara berkelanjutan. Wandi S. Brata, Ketua Pelaksana Matahati, menyampaikan bahwa perjalanan Matahati menjadi bukti bagaimana kolaborasi berbagai pihak dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sejak 2008, Matahati menghimpun dukungan berbagai pihak untuk membuka akses operasi katarak bagi masyarakat yang membutuhkan. Hingga kini, kami telah membantu memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya. Program ini melanjutkan perjalanan tersebut sekaligus menjadi penghormatan atas 101 tahun Bapak Pandji Wisaksana. Bagi kami, semangat yang beliau rintis akan terus berarti selama dapat diteruskan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Wandi.
Bagi keluarga pendirinya, program ini juga memiliki makna tersendiri. Satria Laksmana Pandji (Stephen Pandji), perwakilan keluarga almarhum Pandji Wisaksana sekaligus wakil dari Matahati, menjelaskan bahwa angka 101 menjadi penghubung antara perjalanan hidup Bapak Pandji dan manfaat yang ingin terus diberikan kepada masyarakat.
“Bagi keluarga, penghormatan terbaik bukan hanya mengenang Bapak Pandji, tetapi meneruskan nilai yang beliau jalankan sepanjang hidupnya. Karena itu, 101 tahun perjalanan beliau kami wujudkan melalui manfaat bagi 101 pasien. Kami berharap semangat berbagi yang beliau rintis terus hidup melalui Gerakan Matahati dan tetap relevan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Stephen.
Standar Pelayanan Medis Tetap Menjadi Prioritas
Selain memiliki tujuan sosial, program ini juga memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan medis yang sesuai dengan standar klinis. DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), Direktur RS Mata JEC Kedoya sekaligus Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC Group, menegaskan bahwa perluasan akses layanan harus tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan yang konsisten.
“Dalam layanan katarak, standar klinis tidak dibedakan antara pasien reguler dan pasien yang mengikuti program bakti sosial. Setiap pasien tetap melalui pemeriksaan yang komprehensif, penentuan tindakan berdasarkan indikasi medis, operasi oleh dokter spesialis mata, penggunaan teknologi yang sama, termasuk lensa tanam intraokular atau IOL sesuai kebutuhan pasien, serta pemantauan pascaoperasi. Prinsip kami adalah setiap pasien berhak mendapatkan mutu pelayanan yang setara, aman, dan terstandar di seluruh jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics. Karena itu, perluasan akses melalui program ini harus berjalan beriringan dengan konsistensi kualitas klinis di setiap unit pelaksana,” ujar Dr. Setiyo.
Artinya, pasien yang mengikuti program bakti sosial tetap menjalani tahapan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan medisnya. Mulai dari pemeriksaan menyeluruh, penentuan tindakan, operasi oleh dokter spesialis mata, hingga pemantauan setelah operasi, seluruh proses tetap memperhatikan standar pelayanan yang berlaku.
Pentingnya Mengenali Perubahan Penglihatan Sejak Dini
Di luar tindakan operasi, program ini juga membawa pesan penting mengenai kesadaran menjaga kesehatan mata. Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ) sekaligus Dokter Spesialis Mata JEC Eye Hospitals and Clinics, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan penglihatan dan segera melakukan pemeriksaan ketika mulai merasakan keluhan.
“Perubahan penglihatan sering dianggap sebagai bagian biasa dari pertambahan usia, padahal penyebabnya perlu dipastikan melalui pemeriksaan mata. Pemeriksaan yang dilakukan lebih awal membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai. Karena itu, kami berharap program ini tidak hanya membantu pasien yang menjalani operasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memeriksakan mata ketika mulai mengalami keluhan,” ujar Dr. Sharita.
Rangkaian operasi katarak bagi 101 pasien ini ditargetkan selesai pada Desember 2026. Melalui kolaborasi Gerakan Matahati, JEC Eye Hospitals and Clinics, LEBJ, dan Lions Club Indonesia, program ini diharapkan dapat memperluas akses penanganan katarak sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata.
Moms, kapan terakhir kali Moms dan keluarga melakukan pemeriksaan mata, terutama jika mulai merasa penglihatan berubah atau kurang jelas? (MB/TW/Foto: Canva Pro, Dok. JEC Eye Hospitals and Clinics)
