Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Mitos dan Persepsi yang Salah Seputar Terapi Insulin

Mitos dan Persepsi yang Salah Seputar Terapi Insulin

Moms, salah satu terapi pengobatan untuk pasien yang menderita diabetes mellitus atau diabetes tipe 2 adalah pemberian insulin. Ya, pasien diabetes mellitus membutuhkan insulin untuk mengatur kadar gula darah yang diperlukan oleh tubuh.


Sayangnya, sebagian orang merasa khawatir menggunakan insulin karena beberapa mitos yang beredar. Yuk, bedah beberapa mitos tersebut.


1. Sekali diberikan insulin maka pasien akan menggunakannya seumur hidup.

Menurut Medical Manager Kalbe Farma, dr. Pande Made Satrya, ada beberapa pasien yang tidak selamanya perlu insulin. “Ada pasien yang diberikan insulin karena kondisinya sedang akut, ada trauma, atau mengalami kecelakaan. Kemudian pasien disuntikkan insulin ketika sedang dirawat di rumah sakit. Setelah pulang ke rumah, mungkin ia tidak membuthkan insulin lagi,” ujar dr. Pande.


2. Insulin dibuat dari bahan baku binatang.

Saat ini insulin tidak lagi bersinggungan dengan hewan. “Insulin analog dibuat dari living organism seperti bakter ecoli,” jelas dr. Pande.


3. Suntik insulin menggunakan jarum yang besar.

Banyak pasien yang mengira jika jarum suntik yang digunakan untuk menyuntikkan insulin sama besarnya dengan jarum suntik yang digunakan untuk mengambil darah. Ternyata hal tersebut tidak benar. Jarum untuk menyuntikkan insulin berukuran lebih kecil. (Nadia/HH/Dok. Pixabay.com)