BABY

Waspada Sleep Apnea, Masalah Henti Napas Sejenak Bayi



Bayi bisa mengalami masalah tidur, salah satunya adalah sleep apnea atau masalah henti napas sejenak. Ini merupakan kondisi saluran udara di tenggorokan tertutup sebagian atau seluruhnya, sehingga mengganggu pernapasan Si Kecil.

Pada bayi, sleep apnea akan terlihat dari ritme napas Si Kecil saat tidur. Awalnya, ia akan bernapas sangat cepat, kemudian menjadi pelan, sebelum akhirnya berhenti napas selama 5-10 detik, dan kembali bernapas dengan cepat. Demikian seterusnya. Dokter menyebut kondisi ini sebagai periodic breathing, yang wajar terjadi ketika bayi berusia sekitar 6 bulan. Episode ini normal terjadi dan bisa disebabkan oleh batang otak, yang mengatur napas, belum matang.

"Si Kecil mungkin akan mengalami pola napas seperti ini dalam 5 persen tidurnya," ujar Gary E. Freed, profesor, pediatrik dan direktur Children's Apnea Center di Emory University School of Medicine, Atlanta, AS. Sementara pada bayi usia 3-6 tahun, sleep apnea disebabkan oleh pembesaran amandel maupun kelenjar gondok. Bila henti napas Si Kecil lebih dari 20 detik, segera periksakan ke dokter.


Ciri-Ciri Sleep Apnea

Agar Anda lebih waspada terhadap kondisi Si Kecil yang mengalami sleep apnea, berikut ciri-cirinya:

• Saat tidur, terkadang pernapasan Si Kecil berhenti selama beberapa detk, lalu diikuti dengan napas panjang atau mendengus. Hal ini terjadi beberapa kali setiap malam.

• Sering terbangun.

• Berkeringat banyak pada malam hari.

• Mengompol walaupun sudah diajarkan potty training.

• Tumbuh lebih lambat daripada teman sebayanya.

• Lebih cepat marah.


Menangani Sleep Apnea

Setelah mengetahui ciri-ciri dari sleep apnea, Moms dapat melakukan penanganan agar kondisi Si Kecil bisa membaik, di antaranya adalah berikut ini:

• Obat. Jika Si Kecil mengalami sleep apnea ringan, dokter hanya memberikan obat semprot atau tetes untuk melancarkan saluran pernapasan.

• Diet. Apabila sleep apnea disebabkan karena kelebihan berat badan, dokter akan menyarankan Anda untuk membantu mengontrol berat badan Si Kecil. Bila berat badan sudah ideal untuk usianya, Si Kecil akan diobservasi kembali apakah ia masih menderita sleep apnea atau tidak.

• Operasi amandel. Bila alasan Si Kecil mengalami sleep apnea karena pembengkakan amandel, maka harus dilakukan operasi. Tenang saja, ini hanya operasi kecil dengan tingkat keberhasilan yang tinggi kok, Moms. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)